
Ruswianthi awalnya tidak mau mempercayai apa yang Ariandra katakan padanya semalam, namun ketika ia hendak tidur justru ia malah tidak bisa tidur karena memikirkan kemungkinan kalau Della masih hidup, Hatinya
tentu saja bahagia kalau memang Dela masih hidup karena ia sama sekali tidak rela kalau putrinya itu harus terenggut nyawanya di tangan pria seperti Ariandra. Ketika pagi menjelang, Ruswianthi mendapatkan telepon dari Ariandra yang menanyakan apakah hari ini Ruswianthi jadi bertemu dengan Dela atau tidak dan tentu saja Ruswianthi mengatakan kalau hari ini ia ingin bertemu dengan Dela.
“Baiklah nanti aku akan menjemput Ibu ketika jam makan siang.”
Setelah itu Ariandra menutup sambungan teleponnya, Ruswianthi berharap semoga saja apa yang Ariandra katakan itu memang benar adanya.
“Apakah Ibu benar-benar akan pergi nanti?”
“Iya Nak, Ibu harus memastikan sendiri apakah pria itu mengatakan yang sebenarnya atau tidak.”
****
Ruswianthi akhirnya dijemput oleh sopir pribadi Ariandra untuk diantarkan menuju sebuah restoran yang sudah disepakati untuk mereka bertemu. Ketika Ruswianthi tiba di sana nampak Ariandra sudah menunggunya dan segera mempersilakannya untuk duduk.
“Di mana Dela?”
“Sabar dulu, sebentar lagi dia akan datang kok.”
“Awas saja kalau kamu menipuku!”
“Aku sama sekali tidak sedang menipu Ibu, percayalah.”
Ruswianthi tidak mengatakan apa pun dan hanya diam menunggu sampai Dela datang ke restoran ini, Ariandra melirik arloji di tangannya dan tidak lama setelahnya ia melihat Della turun dari dalam mobilnya dan berjalan masuk ke dalam restoran ini.
“Jangan berbalik badan dulu sebelum aku memberikan aba-aba, oke?” ujar Ariandra pada Ruswianthi.
“Kenapa?”
“Aku ingin membuat kejutan padanya, aku tidak akanmelakukan hal yang buruk pada kalian percayalah, Bu.”
Ruswianthi kemudian diam menuruti apa yang diperintahkan oleh Ariandra barusan, Dela berjalan menghampiri meja Ariandra namun ia merasa heran kenapa ada seseorang yang duduk bersama Ariandra di sini.
“Kamu sudah datang rupanya?”
“Siapa dia?”
****
__ADS_1
Ariandra nampak tersenyum ketika mendengar pertanyaan Dela, ia pun bertanya pada Dela apakah ia merindukan ibunya atau tidak. Pertanyaan yang ditanyakan oleh Ariandra membuatnya heran, ia sama sekali tidak paham apa yang sebenarnya tengah dibicarakan oleh pria ini.
“Aku kan bertanya apakah kamu merindukan ibumu atau tidak? Karena dia juga sangat merindukanmu.”
Ariandra kemudian mempersilakan Ruswianthi untuk berbali badan, wanita itu kemudian menuruti apa yang dikatakan oleh Ariandra dan ia benar-benar terharu sekaligus bahagia karena melihat Dela benar-benar masih hidup. Ruswianthi langsung memeluk Della dengan erat sambil berlinang air mata.
“Kamu dari mana saja selama ini, Nak? Kenapa baru datang sekarang?”
Dela nampak tak percaya dengan kondisi saat ini, rupanya Ariandra sengaja menjebaknya untuk bertemu dengan Ruswianthi supaya dia mengakui bahwa dirinya adalah Dela.
“Maaf, namun sepertinya anda sudah salah orang.”
“Tidak, kamu adalah putriku Dela, aku tidak mungkin salah dalam mengenali anakku sendiri.”
“Namun aku benar-benar bukan Dela.”
Dela berusaha menguatkan dirinya untuk tidak menangis saat mengatakan hal itu, ia tidak mau Ariandra menang dalam permainan ini, Dela kemudian memutuskan untuk pergi dari restoran ini dan mengabaikan teriakan Ruswianthi yang memanggil namanya.
****
Hati Ruswianthi begitu hancur saat Dela tidak mau mengakui dirinya sebagai ibunya, Ariandra menenangkan Ruswianthi dan mengatakan akan mengantarkan Ruswianthi pulang ke rumah. Ariandra nampak begitu puas
karena bisa melihat ekspresi Dela yang terkejut saat ia mempertemukannya dengan Ruswianthi, walaupun Della berusaha bersikap biasa saja namun ia tahu bahwa sebenarnya Dela ingin menangis dan memeluk Ruswianthi di hadapannya.
“Ibu harus menyadarkannya supaya berhenti berpura-pura menjadi orang lain.”
“Apa maksudmu?”
“Dia menggunakan identitas orang lain untuk mendekatiku lagi, Bu.”
“Apakah kamu pikir aku akan percaya dengan ucapanmu barusan?”
“Terserah Ibu mau percaya atau tidak, Della begitu mencintaiku sampai-sampai dia rela mengganti identitasnya menjadi orang lain supaya bisa kembali menjadi istriku.”
“Tidak, aku yakin bukan itu alasannya.”
Ruswianthi turun dari dalam mobil Ariandra tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Ariandra kemudian melajukan kendaraannya menuju kantornya dengan perasaan riang gembira karena rencananya untuk mempertemukan
keduanya berhasil.
__ADS_1
“Kamu pikir bisa selama-lamanya bersandiwara sebagai Kimmy di depan ibumu, Dela? Kita lihat saja sampai kapan kamu akan kuat bertahan menjalani kepura-puraan itu.”
****
Astrid nampak kesal bukan main karena perusahaan Ariandra sama sekali tidak berusaha membujuknya untuk kembali melakukan kerja sama dan perkara soal berita yang sudah ia coba sebarkan juga berhasil dikendalikan oleh Ariandra hingga rencananya untuk menghancurkan perlahan-lahan keluarga itu belum juga terlaksana. Posisinya kian terjepit karena Ariandra sudah mengetahui siasatnya menjadikan Dela sebagai tameng balas dendamnya akibat ulah Grace.
“Bagaimana caranya aku bisa menghancurkan keluarga itu dan membalas rasa sakit hatiku? Apakah aku harus membunuh mereka semua?”
Astrid nampak melirik ke arah layar ponselnya yang di sana tertera nama Vicko, dengan segera ia menjawab telepon dari putranya itu.
“Ada apa, Nak?”
“Apakah Grace sudah menelpon Mama barusan?”
“Ada apa memangnya dengan dia?”
“Dia mengatakan bahwa Della sudah pergi dari rumah.”
“Pergi dari rumah? Apakah Grace yang sudah mengusirnya?”
“Aku tidak tahu soal itu, Grace mengatakan kalau Dela pergi tanpa paksaan darinya.”
Astrid segera menutup sambungan teleponnya dan mencoba menghubungi Dela namun sayangnya nomor ponsel Della tidak dapat untuk dihubungi dan hal tersebut membuatnya panik.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada Dela?”
Ketika jam kantor sudah selesai, Astrid langsung pulang ke rumah dan mengintrograsi Grace mengenai kepergian Della. Grace mengatakan bahwa ia sama sekali tidak melakukan apa pun pada Dela, wanita itu pergi sendiri dari rumah ini.
“Apakah kamu berani bersumpah untuk apa yang kamu katakan barusan?”
“Aku berani bersumpah untuk hal itu.”
“Sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai dia pergi dari rumah ini?”
Astrid benar-benar resah karena sampai saat ini Dela tidak kunjung dapat dihubungi, ia sudah memerintahkan orang suruhannya untuk mencari di mana keberadaan Dela.
“Kalau Mama ingin balas dendam pada keluarga itu jangan gunakan wanita itu, Mama kan bisa menyuruh orang lain.”
“Kamu yang tidak tahu apa pun jangan ikut campur!”
__ADS_1
Astrid kemudian pergi meninggalkan Grace yang nampak terkejut ketika ia dibentak seperti tadi oleh Astrid.
“Kenapa Mama jadi membentakku? Memangnya apa yang salah dengan ucapanku barusan?”