
Setalah makan malam, aku pergi ke warnet dekat rumah untuk mencari informasi seputar kampus yang dekat dengan daerah rumah mba Endang ini, dan yang terjangkau juga pastinya. Setelah browsing sana sini akhirnya aku mendapatkan dua alternatif yang menurut ku lumayan. Paling tidak akreditasinya "A" dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal per semesternya. Tidak lama setelah itu aku langsung pulang dan menunjukkannya pada mas Rizal dan mba Endang.
"Nih aku dapet dua, ga terlalu jauh dua-duanya, kisaran biayanya juga ga beda jauh, gimana menurut mas Rizal sama mba Endang?" tanya ku pada mereka berdua. Saat ini kami sedang santai nonton tv di ruang keluarga.
"Aku sih ga ngerti gitu-gituan, kamu atur aja deh Ian, menurut mu gimana mas?" tanya mba Endang.
"Sama aku juga ga ngerti, kamu tau sendiri kan kita sama-sama ga kuliah, haha,” canda mas rizal.
"Bener kata mba mu Ian, kamu atur aja. Atau...kalau ga kamu survey aja dulu ke masing masing kampusnya. Lebih cocok yang mana,” lanjutnya.
"Gitu ya?"
"Ya-iya, kamu lihat dulu suasana kampusnya, dari situ kamu pasti akan tau mana yang lebih cocok."
"Ngomong ngomong pendaftarannya ditutup kapan?" tanya maa rizal.
"Ehmmm...masih dua mingguan lagi sih mas."
"Ya udah, senin nanti kamu coba survey, sekalian muter muter biar tau jalan. Nanti kalau ada orderan hardcase dan kebetulan aku lagi ga bisa ngukur kamu bisa dateng buat ngukur," saran mas Rizal.
"Ya udah kalau gitu, nanti aku survey dulu. Oiya, Tiara mana?" tanya ku yang tidak melihat Tiara sejak tadi.
"Tuh udah molor, kecapekan kali seharian main mulu kan bolak balik ke samping?" ucap mba Endang.
"Hehe, iya bolak balik mulu ke samping, ngerusuhin mulu tapi seru jadi rame hehe,” balas ku.
Kehadiran tiara seharian tadi memang cukup memberikan keceriaan. Tawa dan kejahilannya seolah mampu menghapus setiap lelah dan letih yang aku rasakan, dan mas Rizal juga tentunya.
Setelah berbasa-basi sebentar, aku pamit ke kamar untuk istirahat, mas Rizal dan mba Endang sepertinya lagi pengen berduaan, meskipun mas Rizal tadi sempat melarang ku.
__ADS_1
"Baru jam segini masa udah mau ngamar sih?” candanya.
"Hehe, ngantuk mas, mau rebahan dulu,” balas ku.
"Ya udah sana, aku mau pacaran dulu sama mba mu, haha", godanya ke mba Endang.
"Iiih, apaan sih mas, malu tau...", ucap mba Endang tersipu sambil mencubit pingang mas Rizal. Aku hanya bisa tersenyum bahagia melihat kebahagiaan mereka berdua. Aku pun langsung masuk ke kamar.
Senang rasanya melihat keluarga kecil ini bisa terus bahagia. Meskipun dengan segala kesederhanaannya, mereka tetap bisa saling melengkapi, saling menyayangi, saling bercanda dan saling tertawa. Aku kapan ya? Haha, muncul lagi pikiran itu. Entahlah kapan, mungkin hanya Allah Tuhan semesta alam yang tau akan suratan takdri ku.
Setelah merebahkan tubuh ku ke kasur, iseng aku membuka ponsel ku untuk sekedar melihat lihat. Ternyata ada beberapa SMS masuk.
From: De Binar said:
Piye mas? betah ga di kota? Eh iya, aku tadi sore ketemu mba Diah lho, dia nanyain kamu, hihihi, tega sampeyan mas anak orang ditinggalin gitu aja haha…
Diah Nawang Wulan. Satu pesan dari nya yang selalu aku ingat, "Kalau udah sukses, jangan lupain aku ya". Aku juga berharap bisa segera sukses dan kembali ke kampung halaman lalu mempersunting mu Diah, menjadikan mu nyonya Alfian. Dan semoga kamu juga sabar menunggu ku. Ah, pikiran ku malah jadi kemana mana lagi.
Sesaat kemudian aku langsung membalas sms dari Binar.
From: De Binar said:
Alhamdulillah kabar baik de, kamu apa kabar? Bapak ibuk apa kabar? Mas Yoga? Sehat-sehat semua kan? Mba Diah nanyain aku? Wajar sih, namanya juga orang paling ganteng se Womosari, pasti banyak yang nanyain, haha…
Setelah membalas sms Binar dengan sedikit bercanda, iya bercanda karena jangan kan se Wonosari, se RT pun aku belum tentu yang paling ganteng, hahaha, aku cek inbox lagi dan ternyata ada sms dari mas Yoga juga.
From: Mas Yoga said:
Piye bro? telung dino nang kuto wes oleh wedokan urong? Ndang balio, iki bebek bebek ku podo kangen karo awak mu, haha…
__ADS_1
(Gimana bro? 3 hari di kota udah dapet cewek belum? Cepetan balik, ini bebek bebek ku pada kangen ama kamu haha)
Hahaha. Aku tertawa membaca sms dari mas yoga. Dia kalau ngomong memang suka asal. Duh, jadi makin kangen sama kampung, padahal baru juga tiga hari. Langsung ku bales saja sms dari nya.
To: Mas Yoga said:
Akeh mas, ayu-ayu lho. Mangkane dolan merene ben reti ayune perawan kuto! Eh, tapi emang wani karo mba Laras? Hahaha…
(Banyak mas, cantik cantik lho. Makanya maen sini biar tahu cantiknya cewek kota! eh, tapi memang berani sama mba laras? Hahaha)
Aku ganti meledeknya. Aku tau pasti kalau mas Yoga itu emang paling takut sama pacarnya, Larasati. Aku biasa manggilnya mba Laras. Sebenernya bukan takut sih, tapi lebih ke sayang banget. Mungkin itu juga alasan dia ga mau ninggalin kampung. Entahlah. Yang pasti hubungan mereka sudah sangat dekat. Kedua orang tua kami pun juga sudah sama-sama setuju. Mungkin tinggal tunggu waktu saja mereka berdua akan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Aku harap secepatnya.
Terakhir ada sms juga dari diah. Aku senyum senyum sendiri dan langsung membukanya.
From: My Diah said:
Gimana hari ini? Jadi bantu-bantu kerja? Semangat ya. Jangan lupa jaga kesehatan juga ya… Hehe ^_^
Jujur aku sangat senang sekali mendapatkan perhatian darinya. Walaupun hanya lewat sms, tapi ini sudah lebih dari cukup untuk sekedar mengobati kekangenan ku kepadanya. Ya Tuhan, semoha engkau memudahkan dan melancarkan setiap usaha hamba mu ini. Aamiin. Lagi dan lagi aku memanjatkan doa agar usaha ku ini di berikan kemudahan.
Tidak menunggu waktu lama, aku langsung membalas sms dari diah.
To: My Diah said:
Jadi dong, dan Alhamdulillah lancar. Makasih ya untuk semua doa nya. Kamu juga jaga kesehatan. Salam buat keluarga di sana.
Begitulah aku membalas sms nya. Diah Diah Diah. Bayangan wajahnya muncul terus di pikiran ku. Aku janji, aku akan segera kembali. Untuk mu.
Tak terasa waktu semakin malam. Mata ku juga sudah semakin berat. Lebih baik aku tidur. Sms ku belum tentu akan di balas malam ini juga karena aku tau kebiasaan warga kampung jam segini biasanya sudah pada tidur. Jadi lebih baik aku tidur sekarang juga.
__ADS_1