Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)

Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)
Awal


__ADS_3

Seorang gadis nampak duduk disebelah bangkar rumah sakit, tak henti hentinya dia menyeka air mata yang jatuh menetes di pipinya, bagaimana tidak ibu satu satunya keluarga yang dia miliki sedang terbaring sekarat.


Seorang perawat datang memegang bahunya, Mba dipanggil keruang administrasi ucapnya, tapi ibu saya sus?


Saya akan menunggunya kata perawat tersebut dengan senyum.


Rein pun berjalan ke ruang administrasi, saat di belokan tak sengaja dia bertabrakan dengan laki laki muda, tampan, terlihat dari pakaiannya dia orang kaya.


Rein menundukkan tubuhnya dan berkata maaf saya buru buru, saya tidak sengaja. Laki laki tersebut tampak sangat kesal, sambil menepuk2 bajunya seolah olah tubuh rein yang menabraknya begitu kotor.


Sombong sekali dia, dasar orang kaya, amit amit kalo punya suami seperti dia.


Rein pun duduk di depan pintu ruang administrasi menunggu giliran, saat rein duduk ada seorang wanita paruh baya yang memperhatikan nya dari awal dia duduk. wajah rein mengingatkannya dengan temannya yang bernama Kiara.


Menunggu siapa nak? sapa wanita paruh baya itu.


Hmm menunggu administrasi rumah sakit bu,.


Siapa yang sakit?


Ibu saya, nampak sekali wajah rein yang muram.


O iya nama saya Sherly kata wanita itu memperkenalkan diri.


Nama saya rein Tante, sambut rein ramah.


Boleh saya tanya ke kamu, tanya Sherly.


rein pun mengangguk.

__ADS_1


Wajahmu mengingatkan Tante ke teman lama Tante dulu, siapa nama orang tua mu?


Ayahku bernama Jonathan dan ibu ku bernama Kiara, sudah kuduga batin Sherly.


Jadi beneran kamu anaknya Kiara? Pantas saja wajah kalian begitu mirip, hanya saja matamu mirip dengan ayahmu, dimana mereka, aku kangen ingin bertemu Kiara.


Ayah sudah meninggal 2 tahun yang lalu Tante, karna serangan jantung dan bunda sekarang sedang sakit dirawat disini kata rein dengan terisak.


Tante turut berduka untuk ayahmu rein, ayo rein antar Tante menemui ibumu. Tapi Tante, rein harus menghadap administrasi disini, rein takut mereka menyetop pengobatan ibu, ucap rein semakin terisak mengingat sudah ke 3 kalinya untuk hari ini dia dipanggil berdasarkan perjanjian sebelumnya, jika dia tidak membayar sejumlah uang yang ditentukan, terpaksa ibunya harus dibawa pulang dari rumah sakit ini.


Siapa yang berani bilang begitu?


Sebentar tunggu Tante ya.


Sherly menerobos masuk ruangan administrasi. Panggil atasanmu saya mau bicara,. Staf admin yang melihat Sherly masuk dengan wajah datar bergegas memanggil atasan nya yang masih berada dalam ruangan.


Beno pun keluar dari ruangannya dengan tergesa gesa.


Beno! Jangan pernah menyetop pengobatan untuk pasien yang bernama Ibu Kiara, beliau adalah orang penting dalam kehidupan saya, jika tidak ada beliau kamu pun tidak bisa bekerja dirumah sakit ini, kata Sherly sambil berlalu pergi.


Ayo nak temui ibumu kata Sherly merangkul pundak rein.


Saat masuk ruang inap Kiara, dada Sherly terasa sesak, bagaimana bisa orang yang menyelamatkan nya dari kebangkrutan terbaring di ruangan kelas 3, yang seharusnya diruang VVIP, mengapa aku terlambat menumpuknya, batin Sherly.


Sherly menghampiri Kiara yang terbaring sangat lemah. Kiara ini aku Sherly, apa kamu masih bisa mendengarku bisik Sherly ditelinga Kiara.


Perlahan Kiara membuka matanya, terulas senyum diwajah pucatnya, Sherly sahabatku...ucapnya lemah sekali.


Ya ini aku kata Sherly, tanpa terasa air matanya menetes melihat keadaan Kiara.

__ADS_1


Sherly boleh aku minta tolong padamu?


Katakanlah!


Tolong jaga anakku satu satunya rein, umur ku sudah tak lama lagi..kumohon.


Jangan berkata begitu Kia, kau harus sembuh.


Dengan melihatmu aku bisa pergi dengan tenang,


Rein....


Iya Bu rein di sini.


Kamu jadi anak yang baik ya, nurut dengan Tante Sherly, dan jangan membantah nya.


Rein menggeleng gelengkan kepalanya seolah tak rela dengan perkataan ibunya.


Kita akan tetap bersama Bu, kita kan saling menguatkan Bu, ucapnya tersedu. Namun ucapannya tersebut sudah tidak mendapatkan jawaban lagi dari ibunya. Wajah ibunya sudah tidur dengan tenang.


Ibu...Bu...ibuuuu..jangan tinggalin rein, rein cuma punya ibu, kata rein histeris.


Sherly memeluk rein dengan erat, relakan nak, ibumu sudah tenang disana, dan kau akan bersama Tante. Kasih sayang ku akan selalu bersamamu sama seperti yang diberikan ibumu. Rein hanya diam dengan tangisannya yang pilu.


Sherly menelpon anaknya, Marcel.


Marcel apa kamu sudah selesai? Mama tunggu di lobby, kemudian Sherly pun menelpon seseorang untuk membantu nya mengurus pemakaman Kiara.


Ayo sayang, ikut Tante, ajak Sherly merangkul pundak rein, memeluknya dengan hangat.

__ADS_1


__ADS_2