Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)

Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)
Semakin sakit


__ADS_3

Rein...


Ya pak, jawab rein mendekati bosnya pak Wiliam.


Kamu tolong antar kontrak kerjasama ini ke kantornya pak Marcel ya, dan ingat harus langsung ke orang nya jangan kamu titipkan kesiapapun., kecuali pak Marcel sendiri yang menyuruhmu. Dan ini alamat kantornya.


Baik pak, segera saya ke kantor pak Marcel dan memberikan kontrak kerja sama ini ketangannya langsung permisi pak, pamit rein undur diri.


Rein pun berangkat menuju kantor Marcel dengan diantar supir perusahaan, setibanya disana rein menemui resepsionis dan mengatakan ingin bertemu dengan Bima asisten pak Marcel.


Rein pun diantar keruangan Bima langsung, karna sebelum berangkat rein menelpon Bima untuk ke kantornya, sehingga Bima sudah berpesan kepada resepsionis soal rein.


Selamat pagi menjelang siang pak Bima, apa kabar? sapa rein dengan senyumnya.

__ADS_1


Hei Nona rein cantik, kabarku semakin baik setelah melihat senyummu. Mau ketemu Marcel ya langsung aja ke ruangannya itu katanya menunjuk ke arah pintu yang bertuliskan CEO, padahal Bima tidak tau kalo didalam sana ada Della yang tadi datang saat Bima tidak ada di mejanya.


Tok ...tok..masuk teriak Marcel dari dalam yang mengira didepan pintu itu adalah Bima.


Rein pun masuk dan betapa terkejutnya, rein melihat Marcel sedang memangku Della dan bercumbu dimeja kerjanya.


Maaf ucap rein menunduk, hatinya semakin sakit melihat pria yang menikahi nya sedang bercumbu dengan wanita lain. Mengapa aku sedih sih, kan aku dan dia tidak saling mencintai dan ada saat nya kami pasti berpisah.


Kamu keluar dulu ya sayang, aku ada tamu nih, ucap Marcel menggandeng tangan Della membawanya keluar ruangan.


Saya cuma mengantarkan ini pak, amanat dari bos saya berupa kontrak kerjasama yang harus sampai ketangan bapak langsung ucap rein masih dengan menunduk.


Kenapa wajahmu menunduk kebawa terus, dibiasakan saja melihat hal yang seperti tadi, kamu kan juga sudah dewasa, ucap Marcel tanpa dosa.

__ADS_1


Rein tidak menjawab ucapan Marcel barusan, tapi rein mengatakan masalah kerjaan saja, masalah pribadi baginya tak perlu dibahas dalam bekerja.


Apa bapak mau langsung menandatangani nya atau membacanya dulu baru besok saya mengambilnya lagi kesini.


Hey kenapa tidak menjawab pertanyaan ku, ucap Marcel mengangkat dagu rein untuk menatapnya.


Dan mengapa wajahmu memerah, apa kau belum pernah merasakan rasanya bercumbu ucap Marcel sambil mendekatkan wajahnya ke rein hingga bisa mencium wangi tubuh istrinya yang begitu lembut.


Rein pun...kaget melihat wajah Marcel yang begitu dekat dengannya, karna takutnya dengan kelakuan Marcel, reinpun menutup matanya. Sedangkan Marcel tertawa kencang melihat kelakuan rein.


Hahahaha, kamu kira aku akan menciummu cih jangan harap, buka tipeku.


Seketika rein membuka matanya, malu, kaget kesal marah, namun dia menjawab berusaha tenang, maaf pak saya menutup mata karna saya sangat takut dengan bapak, jika tidak ada yang bapak tanyakan saya pamit undur diri, mungkin pak William membutuhkan saya dikantor, ucap rein sembari pergi buru buru meninggal kan kantor Marcel.

__ADS_1


Tanpa disadari nya air matanya terjun bebas tak terbendung lagi, saat rein akan menekan tombol lift dia mendengar suara pria dan wanita ditangga darurat, rein penasaran dan nengok kesana betapa terkejutnya rein melihat kekasih Marcel berciuman mesra dengan seorang pria dibawah sana.


Buru buru rein masuk ke dalam lift dan meninggalkan kantor tersebut.


__ADS_2