
Rein dan William telah sampai dikantor sesudah dari aktivitas mereka yaitu makan siang. Tak lama resepsionis menelpon rein dan mengatakan ada Tamu dari PT. Adiguna yang ingin bertemu bosnya dan katanya sudah membuat janji, dan rein pun meminta kepada salah satu resepsionis untuk mengantarkannya ke ruangan rein.
Bu , ini tamu dari PT. Adiguna yang mau bertemu dengan bapak William.
Rein yang tadi duduk berdiri melihat siapa yang datang kaget dan berteriak
Kak Aldo !!
Rein! kamu kerja disini bersama Willy?(sapaan akrab Aldo untuk Wiliam).
Iya kak, aku sebagai sekretaris nya.
Ayo kak , mari kita menemui pak William.
tok tok..
masuk..ucap William.
Pak, ini tamu dari PT. Adiguna sudah datang.
Hey Willy apa kabar?
__ADS_1
Loh ternyata kamu Al tamuku, jangan bilang kamu anak satu satu bapak Adiguna Wijaya?
hehehe benar Willy dia itu papaku.
Ya ampun , sudah 3 tahun aku menjalin kerjasama dengan perusahaan nya baru tahu aku kalo anak nya itu sahabatku.
Ya kita kan bertemu saat kuliah di Inggris wil, jadi kau tak pernah bertemu dengan papaku disini.
Oh iya kok kamu bisa merekrut rein jadi sekretaris mu?
Memang kamu kenal dengan rein?
Lah siapa yang ga kenal dengan rein?
Benarkah rein? tanya wiliam.
Ah kak Aldo terlalu berlebihan pak..
Wah..wah ternyata udah dipanggil kakak ya sama adikku.
Kenapa kamu juga tidak memanggilku kakak rein kan cuma ada Aldo dan aku.
__ADS_1
Loh maksudnya? tanya Aldo tak mengerti.
Begini Al, rein sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, kau tau hidupku terasa sepi semenjak adikku Naira tiada hampir 2 tahun yang lalu, dan kehadiran rein mengingatkan ku akan dirinya kebetulan kita bernasib sama sudah tak mempunyai kedua orang tua lagi, jadi kuanggap keluargaku satu satunya sekarang.
Berarti kau mau jadi kakak iparku dong...
Huk ..Hulk rein tiba tiba terbatuk mendengar ucapan Aldo barusan, sedangkan William bergegas memberikan minuman yang ada di mejanya. Kamu tidak apa apa? tanya Wiliam khawatir.
Ga papa kak, terim kasih. Ya sudah aku tinggal dulu ya semua, masih ada yang harus dikerjakan.
Tunggu rein bagaimana sore ini kita ngobrol-ngobrol dicafe, boleh kan Will? tanya Aldo berusaha minta persetujuan William.
Dan ternyata William mengangguk setuju.
Kalau kak Wiliam ikut, aku juga ikut ucap rein melihat ke Wiliam.
Tentu aku ikut rein, tak akan kubiarkan playboy ini mengganggu adikku tersayang.
Ya elaah segitu posesifnya jadi kakak Will. ucapnya sambil memukul lengan William, disambut gelak tawa William karna senang bisa meledek sahabatnya tersebut.
Sore itu mereka bertiga sudah berkumpul di cafe yang begitu terkenal dikota ini, candaan konyol Aldo dan William membuat hati rein yang tadi pagi sendu menjadi ceria dengan kehadiran dua pria tampan didekatnya ini, dan tak jarang aldo menggoda rein, dan selalu dimentah oleh William dengan mengacak gemas rambut rein yang kadang tersipu malu digoda Aldo.
__ADS_1
Namun tak jauh dari mereka ada sepasang mata yang dari tadi mengawasi mereka bertiga yang sedang bercanda ria disana.
Ya sepasang mata itu milik Marcel, yang sedari tadi meminum wine yang ada sinar cafe itu. Entah mengapa mendadak moodnya menjadi rusak saat melihat rein tertawa begitu lepas dengan William dan laki laki satunya yang tidak dia kenal, sedangkan dengannya rein hanya berbicara seperlunya.