
Marcel, masih belum bisa tidur akibat gledek tadi PLN memadamkan listrik, membuat gerah tubuhnya, yang sudah terbiasa dengan AC, akibat gerah Marcel menjadi haus.
Marcel pun turun kedapur untuk mengambil minum, ternyata saat itu juga rein ingin mengambil minum, ia melihat Marcel sedang disana, karna kesal mendengar ledekan Marcel, rein membalasnya dengan menakutin Marcel.
Rein sengaja menghentak hentakan kakinya biar Marcel mendengar, saat Marcel menoleh tidak ada orang.
Siapa disana, namun tetap saja tidak ada suara, Marcel pun melanjutkan minumnya terdengar lagi langkah kaki yang dibentak hentakan,
Halo siapa disana?
Marcel pun memberanikan diri untuk mendekati sumber suara yang berasal ditangga, rein yang melihat Marcel mendekati sambil menahan tawa dia akan mengagetkannya dengan berpura pura menjadi hantu dengan rambut yang sudah digerai acak acakan.
Saat 1 langkah Marcel sampai ditanggal rein menakutinya dengan tertawa cekikikan seolah olah ingin mencekik leher Marcel.
Marcel yang penakut gemetaran,
Hannnnntuuu da...darimaaaana ?
Aku hantu dari lintasan kereta hihihihihi ucap rein menakuti Marcell. Bukankah tadi kamu mengajak orang untuk mati dilintasan kereta menjadi temanku? Aku juga mau mengajak kamu, sambil mengulurkan tangan semakin mendekati leher Marcell.
Marcell yang dari sana nya penakut langsung lemas dan merosot ke lantai pingsan seketika.
Rein yang kaget, langsung menghampiri, menepuk nepuk pipi Marcell, Cell....Marcell bangun, ya ampun dia Klender beneran, gawat nih, aku harus bangunkan Tante Sherly.
Untungnya saat naik tangga listrik pun menyala, dan membuat rein melangkah cepat ke kamar Sherly.
Tok...tok...Tan... Tante Sherly ini rein, tolong buka pintunya.
Ceklek, ada apa rein kata Sherly masih merasa mengantuk.
__ADS_1
Mar ..Marcel pingsan dibawah Tan....
Apa?? Dengan cepat Sherly turun ke tangga, menggoyang goyangkan tubuh Marcel.
Rein tolong ambi minyak angin dikotak P3k di dapur.
Setelah dioleskan minyak dihidung dan pelipisnya Marcel siuman.
Mama...kok disini, sambil bangun dari pingsannya.
Kamu ngapain pingsan?
Oooo itu tadi marcell ga liat pegangan tangga jadi kebentur, gelap sih kan mati lampu, alasan Marcel, padahal dia malu mengakui karna ada rein disana.
Sedangkan rein menahan setengah mati tawanya. Dan sekarang dia tau kelemahan Marcel ternyata penakut, hahahaha tunggu saja nanti ide apa lagi selanjutnya untuk ngerjain si betub, ucap rein dalam hati.
Baik nyah, segera bi Neni ke kamar Marcel, ternyata ditangga Marcel sudah turun untuk sarapan,. Pagi mah sapa Marcel duduk dimeja makan.
Kenapa mata kamu? tanya mamanya, melihat lingkar mata di kedua kelopak mata bawah nya.
Gak nyenyak mah, jawab Marcel lesu.
Padahal dia masih takut tertidur, teringat ingat hantu perempuan yang menggangu nya semalam.
Ma...sepertinya rumah ini harus diruqiyah deh, soalnya semalam Marcel merasa gak enak, kayak ada aura jahatnya, ucapnya yang spontan saja membuat rein tersedak.
huk hukkk, minum rein, Tante Sherly menuangkan air putih dan memberikan ke rein.
Setelah minum, makasih Tante ucap rein.
__ADS_1
Kenapa harus diruqiyah Cell.
Pokoknya harus diruqiyah, kalo ga Marcel ga mau tinggal dirumah ini lagi, Marcel merasa ada aural gak enak nih semenjak ada Tarzan cewek nongol disini menyindir rein..
Awas kamu ya, nanti aku kasih yang lebih menakutkan lagi, ucap rein dalam hati, sambil melihat ke arah Marcel.
Apa kamu lihat lihat kata Marcel melototi rein.
Ga cuma liat aja mata kamu sama dengan panda dicina, ga papa sih beruang berubah jadi panda lebih menggemaskan jadi pengen gendong lempar lempar ke atas terus ga usaha ditangkap biar nyungsep sekalian. Awas kamu Tarzan ya, aku balas kamu nanti.
Siapa takut? tantang rein melotot.
Sherly hanya menggelengkan kepala bingung mereka seperti Tom dan Jerry.
Marcel pun segera pamit untuk bersiap siap ke kantornya, tinggallah rein dan Sherly di meja makan.
Rein Tante mau ngomong sama kamu.
Ya Tante ada apa?
Tante berniat menjodohkan kamu dengan Marcel, mengingat amanat dari ibu kamu untuk menjagamu.
Jujur Tante sudah tua, jadi Tante berharap kesini ya Marcel menjagamu dengan sepenuh hati, menikah lah dengan Marcel nak, Tante ga mau ibumu bersedih disana jika Tante juga sudah tiada.
Tante Sherly jangan berbicara seperti itu, ibu baru saja tiada, Tante jangan begitu, kata rein semakin terisak.
Maka dari itu, kamu setuju ya nikah sama Marcel, berikan Tante cucu yang banyak, biar Tante panjang umur, dan mulai sekarang panggil Tante mama sama seperti Marcel.
Baiklah Tan...eh ma, rein akan menuruti maunya mama ucapnya pasrah. Karna rein teringat pesan ibunya untuk menurut pada sherly.
__ADS_1