Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)

Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)
Menjauhimu


__ADS_3

Saat alarm rein berbunyi dengan malas rein duduk bangun dari tidurnya, masih terasa sakit area sensitifnya, apalagi hatinya.


Tanpa memasak rein langsung bersiap siap ke kantornya saja. Saat akan pergi ke kantor rein melewati Marcel yang masih tertidur pulas di sofa. Sampai di lobby apartemen rein menelpon William untuk bareng berangkat ke kantor, tubuhnya begitu lemah.


Halo kak William.


Ya rein ada apa?


Boleh aku nebeng kakak ke kantor?


Ayo..nanti aku jemput kamu di lobby ya, 5 menit lagi aku sampai. Ya mereka hanya beda gedung tapi tetap diapartement yang sama.


Melihat Mobil William, rein langsung cepat masuk kemobil tersebut. Disepanjang jalan rein hanya diam menunduk tak berbicara.


Saat lampu merah, William mengusap kepala rein dengan penuh kasih sayang, ada yang mau kamu bicarakan? Luapkan kepadaku, aku kakak mu.

__ADS_1


Aku belum siap kak, menceritakannya, untuk saat ini aku hanya ingin menjauhinya saja.


Marcel? tanya William


Rein mengangguk mengiyakan.


William paham dan tidak ingin bertanya lagi, langsung melakukan mobilnya ke kantor.


Saat di lift yang diisi cuma mereka berdua, William mengatakan pada rein, kalau kamu tidak enak badan jangan dipaksakan istirahat saja diruanganku ada kamar pribadi, nanti kamu kunci saja kamarnya, aku setengah hari ini meeting di luar sampai jam 2 nanti.


Rein pun kembali mengangguk.


Kalo rein ingin bercerai dari Marcel, William berniat menjodohkan nya dengan Aldo, karena William sudah tau Aldo dan yakin bisa membahagiakan rein.


9.30 wib, Marcel membuka matanya terbangun duduk dengan memegangi kepalanya, masih terasa pusing.

__ADS_1


Sialan kamu Della, awas saja jika kamu masih datang kepadaku.


Marcel tersentak melihat dress yang tergeletak tak jauh dari sofa, diambilnya dress tersebut, sobek? Dan dia teringat semalam memaksa rein untuk melayaninya. Ah biarin saja dia kan istriku sah sah saja aku menidurinya walaupun aku tidak cinta.


Marcel pun melepas selimut yang dipakaikan rein padanya, ya walaupun Marcel berbuat seperti itu pada rein, tetap rein tidak tega membiarkan Marcel kedinginan, karna rein tau Marcel baru sakit.


Segera Marcel mandi untuk berangkat ke kantor, saat membersihkan kejantanan nya Marcel melihat ada bekas darah disana, hmm aku sudah merawaninya ternyata, ah tidak apa dia istriku, harus melayaniku, Marcel masih dengan gengsinya.


Karna lelah, rein beristirahat di ruang pribadi William, masih menetes air matanya mengingat kejadian semalam, saat suami yang tidak mencintainya merenggut paksa kesuciannya. Karana begitu lelah rein tertidur dengan pulas dan tanpa sadar rein terbangun sudah pukul 4 sore dan setengah jam lagi waktunya pulang. Apa kak William sudah bangun ya.? rein ke kamar mandi diruangan itu untuk mencuci muka dan membuka pintu ruangan tersebut, dan benar ternyata William sudah pulang dan duduk di kursi kerjanya.


Sudah bangun rein?


Maaf kak, aku ketiduran nya lama, harusnya aku bekerja.


Sudahlah tak usah difikirkan, lagian aku juga ada diluar , ini hasil meeting aku tadi diluar, besok saja kamu buat rekapan nya.

__ADS_1


Ayo kamu siap siap aku antar pulang aku juga sudah lelah mau langsung istirahat.


Rein menurut apa yang diucapkan William, saat ini rein benar benar merasakan William seorang kakak yang sangat menyayangi nya.


__ADS_2