
Hari ini pihak WO sedang sibuk untuk mempersiapkan acara ijab kabul untuk rein dan suaminya. Dikamar rein terdiam merenungi akan peristiwa besar besok, dimana nantinya dia akan terikat dengan pernikahan tanpa cintanya, namun janjinya kepada ibunda tercinta untuk patuh kepada Sherly membuatnya tak berdaya.
Menikah dengan seorang yang tidak dia nb cintai dan bahkan calon suaminya ini tidak mencintainya sedikitpun.
Ah.....aku harus bagaimana batin rein berteriak, tanpa sadar rein memukul mukul nakas disebelah tempat tidurnya sehingga menimbulkan suara berisik yang terdengar Sherly yang kebetulan melewati kamarnya.
Tok..tok...
Rein....boleh mama masuk?
Sebentar ma..!
Ceklek...
Iya ma ada apa tanya rein?
Justru mama yang tanya suara ribut apa dari dalam kamarmu?
Hmmm.rein gugup mama ucap rein berbohong, padahal sebenarnya dia tak ingin ada pernikahan.
Tenang sayang ucap Sherly memeluknya, semua akan berjalan lancar, kan ada mama yang selalu bersama dan menjaga termasuk dari anak mama sendiri.
Sekarang kamu istirahat ya biar besok muka kamu fresh, kalo mau makan biar pelayan yang datang mengantarkan, kamu tidak usaha turun ya sayang, ucap Sherly sambil mencium kening rein.
__ADS_1
Makasih ma, peluk rein dengan mata berkaca kaca, setidaknya dia merasakan kasih sayang seorang ibu semenjak ibu kandungnya tiada.
Pukul 00.07 WIB
Ceklek...
Seseorang laki laki masuk ke kamar rein.
Laki laki itu menyentuh lengannya untuk membangunkannya.
Hei...kau...bangun...aku mau bicara katanya sambil menggoyang goyangkan lengan rein dengan tidak sabar.
Mata rein mengerjap kaget..dan terbangun seketika.
Mengapa kau membangunkan ku, mengganggu saja .
Bisa ya tidur tanpa beban untuk pernikahan besok, gimana kalo kita bekerja sama untuk membatalkan pernikahan besok, tawar Marcel pada rein.
Rein menatap Marcel tak percaya, jujur dalam hatinya paling dalam dia menyetujui ide gila ini, namun ia membayangkan bagaimana wajah Sherly jika semua ini terjadi, dia pun menggeleng kan kepalanya.
Mengapa? katanya tidak menyukaiku bahkan tidak mencintaiku tapi ga mau diajak kerjasama membatalkan pernikahan ini.
Kalo kamu mau batalin ya sudah batalkan saja sendiri dan aku akan mengikutinya, karna aku ga akan sanggup bicara langsung sama mama Sherly.
__ADS_1
Soal suka dan cinta, tenang aja ga akan ganggu kamu kok, suka suka kamu aja. Rein mengucapkan tersebut dalam keadaan sadar, walaupun sebenarnya tubuhnya terasa lemas karna baru bisa tidur sebentar dan Marcel membangunkannya dengan kasar.
Baik kalo kamu masih mau akad nikah besok berlanjut, jangan harap kamu bisa tersenyum bahagia sesudah itu, kamu sudah merusak rencana cintaku, dan selamat menikmati mimpi buruknu kedepannya, ujar Marcel berjalan keluar kamar dengan perasaan sangat kesal.
Disepanjang jalan menuju kamarnya berkali kali dia mengumpat, melampiaskan kekesalannya, hingga dia kembali ke kamar dan tertidur disana.
Akhirnya selesai lah acara ijab kabul rein dan marcel, sekarang mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Begitu bahagia wajah Sherly setelah semua acara selesai dan semua tamu sudah pulang.
Rein Marcel sini sayang, panggil Sherly merangkul mereka di kiri dan kanan. Mama bahagia sekali sayang hari ini. Cepat kasih mama cucu ya.?
Rein dan Marcel hanya menarik nafas pelan tanpa mengiyakan nya.
Ma..aku istirahat dulu ya pamit Marcel segera ke kamarnya.
Rein juga ya ma, jawabnya sambil berjalan mengikuti Marcel ke lantai atas, sedangkan kamar Sherly berada dilantai bawah.
Saat melewati Marcel untuk masuk ke kamarnya, Marcel menahan pergelangan tangan rein.
Setidaknya kamu tidur dikamar pengantin bersama ku supaya mama tidak curiga, bukan karna aku menginginkannya, bukan tipeku, sambil mengejek. Besok kita langsung pindah ke apartemen ku disana ada 2 kamar , jadi ga harus bersandiwara didepan mama. Apa kamu mengerti?
Oke! kata rein mengangguk.
__ADS_1