Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)

Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)
Tinggal di apartemen


__ADS_3

Rein, Marcel dan mama Sherly, seperti biasa melakukan aktivitas sarapan nya di pagi hari bersama sama diruang makan.


Ma...habis sarapan kami berdua akan langsung pergi ke apartemen ya,?


Loh, kenapa kalian tidak tinggal disini saja tanya mamanya?


Disini jauh dari kantor ma, dan pasti terjebak macet, belum lagi nanti pulang kerja aku kecapekan kalo harus menyetir mobil kesini.


Hmmm baiklah kalo itu alasannya kata mama sherly.


Tapi kalian disana harus akur ya??ujar mama Sherly sedikit kwatir mengingat sifat keras dari Marcel, karna dia tidak ingin rein terluka dan sakit hati.


Kami sudah besar ma, ucap Marcel dengan sedikit kesal.


Baiklah ma, aku mau ke kamar untuk bersiap siap.


Permisi ma, rein sudah selesai dan mau menyusul Marcel untuk bersiap siap.


Ya sudah hati hati dijalan ya, habis ini mama mau pergi ketempat teman mama yang melaksanakan opening butiknya yang baru.


Saat rein masuk ke kamar, Marcel seketika menarik tangannya dengan kasar.


Segera bereskan barang yang akan kamu bawa ke apartemen, secukupnya saja, yang benar benar kamu perlukan. Disana kamu bisa menatanya dikamarmu. Dan jangan pernah laporkan ke mama apapun yang terjadi di apartemen.

__ADS_1


Aku bukan burung yang berkicau terus, kau harus ingat itu, jawab rein sengit.


Tak habis pikir dia dengan ucapan Marcel yang tidak pernah terdengar halus ditelinga nya. Apa begitu jelek aku di matanya, tanya rein dalam hati. Aku pun juga tidak ingin menikah dengannya kalau tidak karna permintaan mama Sherly.


Akhirnya mereka sudah sampai di basemen apartemen, rein masih melamun memikirkan bagaimana kehidupan nya nanti, apakah dia harus bercerai dikemudian hari, rein benar benar bingung.


Masih mau disini atau ikut ke apartemen bentak Marcel membuyarkan lamunan rein.


Ck...bisa ga sih ngomongnya pelan, seperti singa saja mengaum terus gerutu rein mengikuti Marcel.


Aku masih bisa mendengar ucapan mu, sebaiknya berhenti menggerutu, terima saja nasibmu seperti kamu menerima pernikahan ini.


Saat pintu apartemen terbuka, rein lumayan terkejut melihat apartemen Marcel mewah dan luas untuk mereka berdua. Disebelah kanan dekat tangga itu kamarmu dan disebelahnya persis kamarku, kalo kamu mau beres beres barangmu silahkan saja, dan diujung sekali itu ruang kerjaku dan ruang baca, ucap Marcel memperkenalkan ruangan di apartemen miliknya.


Marcel yang ingin ke kantor, melewati kamar rein yang terbuka pintunya, ia melihat rein dalam posisi tertidur.


Dasar pemalas, baru saja beres beres mengurusi barangnya sendiri sudah capek gimana bisa mengurusi keperluan ku nanti.


Ah, ngapain juga aku pikirkan seperti ini, aku ga butuh dia urusin.


Marcel pun langsung keluar menuju parkiran mobil bergegas ke kantor, karna kata sekretaris nya, ada client penting yang datang mendadak ingin bertemu.


Hari sudah siang, rein pun terbangun karna perutnya yang keroncongan lapar. Rein keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju dapur, dia melihat sekeliling tampaknya Marcel tidak ada, mungkin dia keluar bersama pacar nya gumam rein.

__ADS_1


Rein memeriksa lemari dan kulkas, yang ada hanya beberapa bungkus mie instan dan beberapa butir telur, karna lapar rein langsung memasak mie tersebut dan memasukkan sebutir telur untuk menambah rasa dan selera makannya. Ah kenyangnya ucap rein setelah menghabiskan mie tersebut, kemudian rein


mencuci semua peralatan yang habis dia gunakan.


Selesainya rein memutuskan untuk bersantai, dia berkeliling ruangan apartemen itu dan menemukan balkon yang berada di sebelah ruang santai, disana terdapat sofa panjang, dengan nyaman dia merebahkan badannya dan tertidur hingga hari memasuki malam.


Pukul setengah sembilan malam Marcel masuk ke apartemennya setelah dari sore bersama kekasihnya, menghabiskan waktu bersama wanita yang dia cintai.


Kemana dia, Marcel mengedarkan pandangannya setelah melihat tidak ada rein dikamarnya, dan lampu yang belum dinyalakan. Ketika menyalakan lampu, Marcel melihat pintu balkon terbuka, segera dia kesana dan menemukan rein yang tertidur disofa.


Hei bangun, aku mau menutup pintunya, jika kau tidak mau bangun tidurlah bersama nyamuk disini, kata Marcel menggoyang kan bahu rein, membangunkan nya.


Rein pun bangun, ooh sudah malam ya katanya sambil duduk menyandarkan badannya disandaran sofa.


Pengangguran sih makanya tidur melulu,ucap Marcel menyakitkan telinga rein.


Baiklah mulai besok aku akan mencari kerja, maaf jika sementara waktu aku menumpang ditempatmu ini, ucap rein sambil pergi meninggalkan Marcel menuju kamar untuk mandi karna merasa badannya sedikit lengket.


Didalam kamar mandi dibawah guyuran shower, rein menangis air matanya terus jatuh kebawah bersamaan dengan semburan air shower, ayah ibu, aku ingin terus bersama kalian, mengapa aku ditinggal ucapnya terisak pilu.


Selesai mandi rein memakai baju tidurnya mini dress yang dibelikan mertuanya sebulan yang lalu, begitu banyak baju yang diberikan mertuanya hingga rein merasa tidak keenakan.


Ah, perutku terasa lapar lagi, aku masak mie lagi saja, mungkin besok aku akan berbelanja telur dan sedikit sayuran sesuai dengan uang yang kupegang saat ini.

__ADS_1


Aku ga mungkin minta ke Marcel, setelah mendengarkan ucapannya barusan, aku ga ingin jadi benalu dihidupnya, setidaknya aku terbiasa mandiri jika dia sudah menendang ku dari hidupnya.


__ADS_2