
Rein langsung masuk ke kamar yang ditunjukkan William untuknya. Aldo yang sudah menunggu kejelasan dari William akhirnya mendapatkan jawaban setelah sobatnya menyelesaikan cerita nya.
Willy, jika kamu setuju, aku akan menikahi rein jika Marcel tidak mau mengakui anak yang dikandung rein saat ini, aku akan menerima mereka berdua dengan segenap hatiku.
Sebenarnya aku juga berfikiran seperti itu Al, hanya saja semua tergantung di rein, aku tidak bisa memaksa nya.
Karna hari mulai menjelang malam William memesan makanan dari G-Food, ia pun memilih makanan yang bagus untuk rein, Aldo yang tak ingin ketinggalan membelikan susu ibu hamil untuk rein di minimarket di dekat lobby apartemen.
William mengetuk pintu kamar rein.
Rein,ayo kita makan malam, kasian anak yang diperutmu pasti butuh makan, kakak sudah membelikan makanan enak dan bergizi untukmu, panggil William dengan membujuk.
Rein membuka pintu kamarnya, matanya masih terlihat sembab,
Aku belum lapar kak, ucapnya lemah.
Kamu memang tidak lapar tapi calon anakmu pasti lapar, ayolah katamu ingin melindunginya, ucap William merangkul bahu rein mengajaknya berjalan ke meja makan. Dan disana sudah ada Aldo yang menunggu sambil membuatkan susu panas untuk rein.
Ayo calon ibu kita makan, harus sehat yuk, Aldo menarik kursi untuk duduk rein. Rein hanya menangis terharu melihat perlakuan 2 lelaki tampan ini, sedangkan selama ini belum pernah sekalipun rein diperlakukan baik oleh Marcel seperti ini.
Makasih kak Willy , kak Aldo, aku merasakan rasanya kasih sayang dari kalian selain mama Sherly, setelah ayah dan ibu tiada.
__ADS_1
Jangan sungkan aku kakakmu, besok aku akan menyuruh pengacara ku mengurus surat surat untuk dirimu sebagai adikku tersayang, makasih kak ucap rein memeluk William dengan air mata berlinang.
Ya sudah ayo sekarang kita makan, anakmu tidak kenyang dengan hanya menangis.
Ayo rein kita makan , kata Aldo sambil meletakkan lauk pauk di piring makan rein.
Ini kebanyakan kak Aldo, aku calon ibu bayi manusia, bukan ibu bayi gorila, ucapnya dengan cemberut.
Hahahaha bisa saja kamu kata Aldo mengacak rambut rein.
Merekapun makan sambil sesekali bercanda untuk menghilangkan rasa sedih dihari rein.
Harus dihabiskan kak?
Harus! ucap William dan Aldo bersamaan.
Kompak banget, ucap rein menggelengkan kepalanya.
Nah sekarang makan buah pelan pelan biar kamu tidak mual rein ucap William menyodorkan beberapa potong apel ke arah rein.
Makasih kak, aku pasti jadi wanita montok disini berkat kalian.
__ADS_1
Kamu dan calon keponakan ku harus sehat adikku, dan selama dalam pengawasan ku aku jamin hidupnya akan terjaga tanpa kurang suatu apapun.
Rein yang sudah mulai mengantuk karena kekenyangan pamit untuk pergi ke kamarnya.
Aku juga Will, mau pulang, sampai ketemu lusa untuk membicarakan pekerjaan kita.
Oke, aku tunggu ya Al, hati hati dijalan.
William merasa lega dengan rein ada di apartemen nya, setidak dia bisa langsung menjaga kesehatannya bahkan menjaganya dari siksaan Marcel.
William merasakan kembali hadirnya seorang adik yang begitu dia sayangi. Semoga kamu kuat rein melewati semua ini batin William hingga matanya tertutup menuju ke alam tidurnya.
Dikamar rein ternyata tidak langsung tidur, dirinya masih teringat saat Marcel menendangnya, memang tidak terlalu sakit, tapir hatinya yang begitu sakit, padahal ibu ayahnya sendiri PUN tidak pernah memukulnya. Rein lelah dengan segala kekerasan yang dilakukan Marcel pada mental dan fisiknya.
Sementara Marcel yang sudah kembali ke apartemen, mencari keberadaan rein, ya dia ingin dibuatkan Kopi , entah kenapa setiap dia pulang selalu ingin melihat wajah perempuan bodoh itu, entah untuk menyuruhnya bahkan menyiksanya.
Berkali kali Marcel meneriakkan nama rein hingga akhirnya diapun melangkah kah kaki ke kamar rein, membuka pintunya dan berniat menyeretnya turun. Namun yang didapati hanya tempat tidur saja , ia pun mengecek ke kamar mandi, tidak ada juga.
Kemana dia, ucap Marcel sambil duduk dipinggir ranjang. Disudut matanya Marcel melihat kantong plastik dinakas sebelah ranjang, diraihnya kantong tersebut. Rumah sakit? batinnya. Apa perempuan itu sakit?. Penasaran Marcel membukanya, ada vitamin, obat mengurangi mual dan.......foto USG dengan tulisan janin berusia 4 Minggu. Marcel terdiam, dan matanya melihat ada 2 kartu debit yang pernah dia kasih ke rein dulu.
Tak ada sedikitpun umpatan yang keluar dari mulutnya. Marcel hanya diam dan keluar menuju kamarnya.
__ADS_1