Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)

Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)
akhir bahagia


__ADS_3

Tiga jam di depan ruang operasi sudah berlalu, namun belum juga ada tanda tanda tentang keadaan rein. Mama Sherly yang matanya sembab karna menangis tiada henti, Marcel yang menunduk dengan mata yang memerah, akibat tangis tertahan, William yan berjalan mondar mandir karna trauma kejadian masa lalu yang menimpa adik kandungnya. Semua orang yang berada disana dengan pikiran masing masing.


Hingga tiba tiba Lampu merah berubah warna hijau dan dokter keluat diiringi salah satu perawat.


Pak Marcel!


Ya dokter, bagaimana istri dan anak saya? tanya Marcel dengan muka cemas, dan seketika mama Sherly dan William mendekat untuk mendengar jawaban dokter.


Dengan menghela nafas berat dan wajah yang terlihat lelah, syukurlah semua bisa dilewati pak Marcel, tuhan masih berpihak kepada kita, bayi laki laki bapak lagi dibersihkan, dan istri bapak tinggal menunggu dia sadar dari pengaruh biusnya, karna itu saya permisi pak, pamit dokter itu ingin beristirahat sejenak.


Terima kasih banyak dokter, semoga Allah membalas semua kebaikan anda, sama sama pak, jawab dokter tersebut tersenyum dan berlalu dari marcel.


Dan beberapa saat kemudian ada seorang perawat yang membawa bayi tampan didalam incubator, bayi tersebut sudah dibersihkan. Pak Marcel mari ikuti saya pak keruangan bayi ini buat mengazani makhluk tampan ini, istri bapak akan segera di pindahkan keruangannya.


Dengan jantung berdegup kencang Marcel mengikuti perawat tersebut dan tak henti menatap makhluk didalam incubator tersebut, air mata menetes tanpa dia sadari, sekilas teringat perlakuannya terhadap ibu bayi tersebut yang melindungi bayi itu dari kekejamannya, seketika dadanya terasa sesak, dalam hatinya berkata ya Allah izinkan aku menebus semua kesalahanku dimasa lampau dengan melindungi mereka dimasa depan.

__ADS_1


Setelah mengazankan bayi mungilnya, Marcel bergegas menuju ruang rawat rein, dengan pelan dia membuka pintu tersebut, berjalan pelan, tampak disamping tempat tidur rein mama Sherly merapikan perlengkapan rein jikalau menantunya sadar dari pengaruh obat bius.


Menggenggam tangan rein lembut dan mengecup punggung tangan itu.


"Sayang bangunlah, anak kita tampan sekali, ayolah sayang, aku rindu senyummu, bangunlah.! ucap Marcel dengan tersedu tak bisa lagi menahan tangis setelah Berjam jam lamanya.


Mama Sherly seketika memeluk putranya, sabar Marcel semua pasti berlalu, mama selalu berdoa kalian bahagia, mama tinggal ya, mau melihat cucu tampan mama.


Setelah mamanya pergi Marcel kembali menangis menciumin wajah pucat rein dengan kepala yang masih berbalut perban.


Marcel, ucapnya lirih, Marcel yang seolah olah bermimpi mengangkat wajahnya melihat ke arah muka rein yang berada tepat di bawahnya, sayaaaang kamu sudah sadar, ya Allah terima kasih, ucapnya sujud syukur dilantai ruang rumah sakit. Dan langsung memeluk dan menciumi wajah istrinya.


Tak lupa Marcel memberitahukan kepada mama dan William jika rein sudah sadar.


Ruang rawat yang tadi sepi, berubah jadi ramai dimana ada Willy, mama, bibi, supir dan asisten Marcel, tak ketinggalan Aldo yang sudah merelakan rein untuk marcel. Keadaan bertambah ramai dengan datangnya bayi mungil tampan yang dibawa perawat untuk dipertemukan dengan ibunya.

__ADS_1


Ditengah kebahagiaan tersebut William menceritakan siapa yang dengan sengaja membuat rein celaka.


Marcel pelaku tabrak lari rein sudah tertangkap, Marcel yang mendengar langsung menoleh dan mendekati William.


Bagus, aku akan segera memberi perhitungan dengannya atas segala tindakan yang hampir merenggut nyawa anak dan istriku.


Tak perlu, jangan kau kotori tanganmu nak ucap mama Sherly.


Ya benar cell, Sekarang Della sudah meringkuk dipenjara dengan tuduhan percobaan pembunuhan berencana, dan hukuman yang diberikan tidaklah sebentar.


Ayolah sekarang mari kita bergembira dengan kehadiran jagoan tampan ini, ucap Aldo memecah ketegangan yang terjadi,...ya ya itu benar ucap William yang kemudian mendekat ke rein bercanda dan memberikan kecupan di kening adiknya tersebut dan tak lupa memeluk Marcel untuk sekalian berpamitan menetap di Eropa selama beberapa tahun ke depan, sementara perusahaan dia titipkan ke Aldo dan Marcel..


THE END..


Para readers...novel ini salah satu novel author yang tamat, mohon maaf jika ada kesalahan disini dan juga banyak kekurangan, sejujurnya saya masih banyak belajar, karena author merupakan penulis yang sangat baru disela sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga...

__ADS_1


Ada yang mau cerita bang William ga dan ujung cinta nya berlabuh kepada siapa, beri donk dukungan kepada author vote dan like nya poin juga boleh..boleh banget malah..ditunggu ya comment nya bye...bye


__ADS_2