
Rein pun memakan mie yang dia masak bersama sebutir telur, baginya ini lebih dari cukup untuk mengganjal perut saat ini.
Sambil menghabiskan mie nya rein bermonolog
" mungkin aku pinjam laptopnya Marcell malam ini untuk melamar kerjaan, sebaiknya aku izin dulu ke Marcel.
"tok tok...
Cel...Marcell boleh aku masuk..
Ya...sahut Marcel dari dalam..
Ada apa, tanya Marcel tanpa basa basi.
Hmmm. ..boleh aku pinjam laptop di ruang kerjamu??
Untuk apa? tanya Marcel tanpa menoleh , masih sibuk membalas chat pacarnya.
Aku mau melamar kerjaan via online melalu lowong kan kerja online siapa tau ada yang nyangkut, dan aku bisa bekerja biar tidak merepotkanmu.
Ya sudah pakai saja, memang ada yang mau menerimamu kerja, ucap Marcel meremehkan rein.
Baiklah, terima kasih.
Rein pun meninggalkan kamar Marcel menuju ruang kerjanya Marcel.
Pelan rein menscroll lowongan pekerjaan yang dia minati, dan untungnya CV yang dulu pernah dia buat tersimpan rapi di email-nya, jadi tak perlu repot-repot membuat CV baru.
Merasa sudah cukup banyak lamaran yang dia kirim via online, rein pun mematikan laptop dan keluar dari ruangan tersebut menuju kamar tidurnya.
__ADS_1
Keberuntungan berpihak pada rein baru saja merebahkan tubuhnya, tiba tiba ada telpon masuk ke ponselnya.
Selamat malam bisa berbicara dengan ibu rein, tanya suara dari sebrang sana.
Ya saya sendiri disini, maaf dengan bapak siapa?
Saya dengan William Wilson, besok bisa datang ke kantor di Menara Millenium pantai 9 untuk interview, bilang ke receptions bahwa saya langsung yang menelpon.
Baiklah pak dengan senang hati saya akan datang ke kantor bapak, terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya.
Baiklah besok saya tunggu, selamat malam ucap William menutup telponnya.
Alhamdulillah, Allah benar benar baik padaku, terima kasih ya Allah hamba benar benar bersyukur atas kesempatan yang Engkau berikan padaku.
Ada baiknya aku menyiapkan keperluan untuk besok, supaya tidak terlambat memenuhi panggilan interview.
Keesokan paginya rein bersiap siap untuk datang panggilan interview, karna tidak ada lagi yang bisa dimasak, rein membuat secangkir teh manis panas untuk mengisi perutnya yang kosong. Saat akan menuju ke dapur rein berpapasan dengan Marcel yang habis minum. Tanpa menyapa rein Marcel langsung naik ke kamarnya.
Rein pun tiba ke alamat yang ditujunya dengan menggunakan ojek online, jika saja orang orang tau s dirinya istri seorang CEO yang mempunyai perusahaan yang besar dikota itu, pasti akan bertanya tanya kenapa bisa naik ojek online.
Rein pun bergegas menekan tombol lift menuju lantai 9, didepan sana ada resepsionis yang tersenyum ramah padanya,
Permisi mbak, saya mau bertemu dengan bapak William Wilson memenuhi panggilan interview semalam.
Oh..dengan Ibu rein?
Benar mbak.
Baiklah, ibu sudah ditunggu bapak William diruangannya, mari saya antar kesana, dan rein pun mengikutinya.
__ADS_1
Tok tok...
Ya masuk, teriak seseorang dari dalam ruangan,
Selamat pagi pak, saya mengantarkan ibu rein yang katanya da janji interview dengan bapak.
Oh iya suruh masuk.
Selamat pagi pak ucap rein kepada William.
Pagi, jawab William dengan senyum ramah.
Saya panggil rein aja ya, melihat CV kamu , umurmu dibawah saya.
Baik pak, jika bapak tidak keberatan.
Langsung saja ya rein, tujuan kamu ke sini apa dan mengapa.
Saya kesini memenuhi panggilan interview dari bapak karna saya membutuhkan pekerjaan yang bapak tawarkan di lowongan kerja online.
Kamu yakin dan mau bekerja di perusahaan ini.
Saya yakin dan dan berusaha untuk cepat belajar pak, ucap rein dengan sungguh-sungguh.
Baiklah, melihat CV kamu saya ga perlu pertanyakan kemampuan kamu, mulai hari ini kamu saya terima bekerja sebagai sekretaris saya, dan ruanganmu ada di depan ruangan saya.
Secepat itu pak? tanya rein tak percaya.
Ya, karna saya butuh cepat sekretaris yang bisa membantu saya mengatur jadwal saya, dan tunjukkan kemampuan kamu untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Silahkan kamu ke ruangan kamu, meletakkan barang barang yang kamu bawa, nanti saya panggil orang HRD untuk mengurus semua kebutuhan kerjamu disini.
__ADS_1
Baik pak terima kasih atas kesempatannya, saya keruangan saya dulu, ucap rein dengan perasaan yang begitu senang, berasa berkurang sedikit beban yang dia rasakan.
Aku yakin gadis itu mampu menjadi sekretaris ku yang handal, yang tidak hanya bersolek dan menggoda saja ucap William dalam hati dan langsung melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.