
Hampa, sedih, kesepian itu yang dirasakan rein saat merebahkan tubuhnya dikamarnya. Ingin mendatangi mama Sherly, ia takut mama akan curiga dengan kondisi tubuhnya sekarang.
Tiba tiba dibawah sudah terjadi kegaduhan, siapa lagi kalo bukan ulah Marcel.
Rein, buatkan aku kopi!
Dengan langkah berat karna badannya lemas rein turun ke dapur membuatkan Marcel secangkir kopi.
Saat Marcel menyeruput kopinya, tiba tiba Marcel menyemprotkan minuman itu tiba tiba,
Kau mau membunuhku ini kopi terlalu manis, teriak Marcel menyiramkan kopi itu dan mengenai tangan kiri rein.
Awww panas Cell, kira kira dong, sakit refleks rein karna air kopi yang masih panas menyiram bagian tangannya.
Kamu berteriak padaku, mau kualat sama suami kamu?
Suami? sejak kapan?? teriak rein yang menahan emosinya dari dulu.
Ohh tambah ngelunjak kamu ya , berani melawan ucapan ku, apa ini akibat kamu bergaul dikantor??
Kalian wanita tak lebih dari mencari harta, kalian semua murahan!
__ADS_1
Aku tidaklah sama dengan wanita murahan mu itu, teriak rein semakin kencang tidak terima dibilang murahan.
Siapa yang kamu maksud?
Siapa lagi wanita yang 2 kali kepergok berciuman denganmu ucap rein sambil membersihkan tumpahan kopi Marcel.
Merasa semakin dilawan Marcel menarik rein dan menamparnya serta mendorong tubuh rein hingga tubuh rein terjatuh ke lantai, tak sampai disitu Marcel menggunakan kakinya untuk menendang rein, karna melindungi perutnya rein membalikkan tubuhnya sehingga yang tertendang Marcel hanya punggungnya.
Setelah menyiksa rein, Marcel meninggalkan rein keluar apartment tak tau pergi ke mana.
Setelah Marcel benar benar pergi rein melangkah tertatih ke arah kamarnya, dibenaknya sekarang dia harus pergi meninggalkan Marcel, ya rein harus melindunginya , melindungi anak yang dikandungnya sekarang, rein tak ingin terjadi apa apa jika Marcel kelak menyiksa nya lagi.
Dibereskan nya baju yang akan digunakan nya saja tanpa membawa apapun dari pemberian keluarga Marcel termasuk kartu debit yang diberikan Marcel padanya, rein bertekad untuk pergi menjauh dari Marcel. Dirinya sudah tidak kuat hidup bersama Marcel.
Aldo yang sedang mengendarai mobil menuju apartemen William tak sengaja melihat rein, segera memutar balik arah mobilnya dan menuju ke tempat rein duduk.
Hai rein, ngapain disini, kebetulan aku liat kamu jadi aku samperin, ucap nya dengan cengiran khas Aldo.
Lagi istirahat kak.
Namun Aldo tidak begitu saja bisa dibohongi, ia masih melihat bekas air mata rein yang mengering, tanpa sepengetahuan rein Aldo mengirim pesan ke William mengabarkan rein ada ditaman dalam keadaan yang tidak baik.
__ADS_1
10 menit kemudian William datang langsung mengelus rambut rein, kenapa sayang? hemmm.
Kak Willy tau darimana aku ada disini.
William hanya menunjuk ke arah Aldo.
Maaf rein, aku tau kamu tidak dalam keadaan baik, makanya aku kasih tau William.
Kak Willy, kak Aldo aku mau pergi saja dari kota ini.
Kemana? tanya Aldo dan William bersamaan.
Rein menggeleng kan kepalanya.
Aldo hanya menghela nafasnya, tak disangka seorang gadis pintar , ceria bisa rapih seperti ini.
Aku hamil kak Willy, anaknya Marcel. Tapi aku takut dengan tingkahnya yang semakin menjadi, aku tak ingin anak ini menjadi korban kebrutalan nya saat mabuk, aku...aku harus melindungi ya ucap rein terisak , membuat bahunya bergetar melepaskan tangis yang dia tahan sedari tadi.
Hamil..ucap Aldo yang tidak tahu bahwa rein sudah menikah.
Berbeda dengan William, seketika dia memeluk rein, membawa kepala rein menyandar didadanya.
__ADS_1
Tidak kamu tidak boleh sendiri, kamu adikku, jika suamimu tidak mau menjagamu, biar aku yang merawat dan menjaga kamalu serta calon keponakan ku, tinggal lah bersamaku, aku akan mengangkat ku sebagai adikku melalui jalur hukum, hingga Marcel tidak bisa dengan gampang mengganggu mu. Ayo kita pulang, ajak Marcel sambil menggandeng tangan rein.
Sedangkan Aldo mengikuti sambil menenteng tas milik rein, yang dalam hatinya banyak pertanyaan yang ingin dia kemukakan pada William sahabatnya.