
Marcel tak bisa tidur dari tadi bolak balik ga karuan diranjang besarnya, huh perutku berasa lapar, kira kira si Tarzan sudah tidur belum ya batin nya, soalnya Marcel ingin turun ke dapur dan memakan masakan rein, perutnya sudah tak bisa diajak kompromi.
Segera dia membuka tudung saji yang ada di meja makan, disana terdapat sup ayam, perkedel kentang dan sambal goreng.
Menunya menggoda selera walaupun sangat sederhana. Marcel pun menyendok nasi di magic com dan mengambil lauk yang tersedia, satu suapan berhasil masuk ke mulutnya, hemmm ini enak sekali, si Tarzan ternya pintar masak. Ini sudah piring ke 3 Marcel makan masakan rein tiba tiba rein datang dengan membawa gelas kosong, dia berniat mengambil air putih untuk dibawa ke kamar.
Setelah mengisi nya rein langsung pergi menuju kamarnya tanpa memperdulika Marcel yang menatapnya tidak enak, saat menaiki anak tangga ke dua, Marcel memanggilnya.
Rein...makasih masakannya. Dan rein hanya mengangguk mengiyakan tanpa berkomentar apa pun, Marcel hanya menaikkan kedua bahunya dan melanjutkan makan nya yang tertunda.
Dikamar rein merebahkan dirinya untuk beristirahat, syukurlah dia mau makan masakan ku, setidaknya aku bisa berbakti padanya sampai dia bosan kepadaku dan meminang kekasih tercintanya, karna lelah rein pun tertidur tak lama kemudian.
Marcel yang sudah kenyang, berjalan menaiki tangga dengan perlahan, dia pun melewati kamar rein, lampunya masih nyala, apa belum tidur, pikir Marcel. Diapun memberanikan diri membuka pintu kamar rein, dia melihat rein tertidur dengan selimut yang hanya menutupi betisnya saja hingga sebagian pahanya terekspos. Dia ceroboh sekali, pintu kamar tidak dikunci, selimut tidak dipakai sempurna, ucap Marcel sambil menaikkan selimut rein sampai ke dada. Marcel memandang lama wajah rein, sebenarnya kamu cantik, maaf cintaku sudah kuberikan pada della. Marcel pun berjalan keluar kamar rein , menutup pintu dengan pelan.
Pukul empat pagi rein terbangun dengan bunyi alarm handphone yang sengaja dia stel
__ADS_1
Wah sudah jam 4, aku harus siap siap masak sarapan buat Marcel juga buat bekal ku. dikantor.
Jam 05.30 WIB rein sudah menyelesaikan ritual masaknya dan bergegas ke kamar untuk mandi dan bersiap siap berangkat ke kantor. Rein tak ingin terlambat, mengingat dia masih karyawan baru.
Rein terlihat lebih dewasa dan feminim dengan blazer pink dan rok putihnya, dengan santai rein melangkah ke meja makan untuk sarapan, tak lama Marcel pun datang untuk membuat kopi.
Sekedar basa basi, rein menyapa Marcel, ayo sarapan, aku buatkan sekalian buat kamu, semoga kamu suka ya. Rein menyendok kan nasi goreng seafood buatannya ditambah telur mata sapi diatas piring nasi goreng Marcel.
Silahkan ..ucap rein menyodorkan sarapan untuk Marcel.
Rein yang dengan cepat menyelesaikan sarapan, segera menenteng bekalnya untuk berangkat ke kantor. Wajahnya nampak ceria sekali.
Aku duluan ya.. pamitnya ke Marcel sambil berjalan ke pintu.
Marcel hanya diam , dan menyelesaikan sarapannya dengan lahap, ternyata perutnya sangat menerima setiap masakan yang dibuat rein.
__ADS_1
Entah sampai kapan sikap Marcel seperti itu, tak sedikitpun hatinya tersentuh untuk melihat kepada rein.
Masih dengan menaiki ojek online rein tiba dikantornya tepat waktu dan langsung mendudukan dirinya dikursi kerjanya. Tak lama bosnya William datang.
Selamat Pagi pak ucap rein dengan sedikit membungkuk.
Pagi rein, ayo keruangan saya, ajak dengan mendahului rein.
Setelah menutup pintu ruangan rein mendekati William yang duduk disofa ruangannya.
Maaf pak William ada yang perlu saya kerjakan?
Kamu nanti jam 10 ikut saya meeting diluar , nanti bahannya, kamu minta ke jenny bagian pemasaran ya, ingat jangan sampai ketinggalan, dan kalo ada waktu senggang kamu bisa mempelajari berkas nya jadi bisa membantu saya sewaktu waktu saat bertemu dengan client.
Baik pak kalo begitu saya mau balik ke ruangan dan mengerjakan bahan untuk meeting bapak 2 jam mendatang.
__ADS_1