
Tepat pukul 10, rein dan William tiba ditempat yang telah ditentukan, sebuah restoran mewah yang bernuansa Eropa. Merekapun segera menuju tempat yang telah dipesan client nya, sebuah ruangan kaca yang full AC, namun private sehingga orang hanya bisa melihat dari luar tapi tidak bisa mendengar apapun yang dibicarakan orang didalam sana.
Dan disana mereka berdua disambut ramah oleh asisten client mereka.
Selamat datang pak Wiliam, senang kita bisa berjumpa kembali, mohon maaf CEO kami sedang dalam perjalanan menuju ke sini, mohon bapak bersabar menunggu.
Oh...tidak masalah ucap William tersenyum ramah.
Ngomong ngomong siapa gadis cantik yang datang bersama bapak ini?
Perkenalkan ini Rein, sekretaris saya yang baru,menggantikan guna yang sudah resign.
Pak William pintar sekali ya mencari yang cantik biar fresh ya kerjanya.hahahaha, asisten tersebut tertawa.
Bisa saja kamu ucap William menepuk pundak Bima asisten PT. Artha.
Selang 10 menit terdengar suara dari belakang William dan rein
Selamat Pagi semuanya, maaf saya datang ter....
Marcel berhenti berkata saat melihat 2 orang yang membalikan badan ke arah nya.
lambat.... ucap nya nyaris tak terdengar, kaget melihat sang istri bersama CEO rekan kerjanya sekarang yang tak lain William.
__ADS_1
Wah pak Marcel tidak masalah , kami juga belum lama sampai jawab William sambil menjabat erat tangan Marcel.
Pak marcel perkenalkan gadis cantik ini sekretariat saya namanya rein.
Rein pun kaku menyodorkan tangannya menjabat tangan suaminya sendiri.
Marcel masih melamun tak percaya bahwa istrinya seorang sekretaris dari sebuah perusaha ternama di kota ini.
Pak...pak Marcel ,panggil Bima asistennya, apa bisa kita mulai pak??
oooo..iya iya baiklah.
Oke rein bisa kita langsung saja.
Rein pun menjelaskan dari awal program kerja yang mereka susun dengan lugas sehingga gampang di mengerti disambung dengan William dan kemudian disambung lagi oleh rein hingga program kerja tersebut selesai disampaikan.
Marcel tak berkedip menatap rein, merasa tak percaya, gadis yang dia nikahi begitu cerdas saat bekerja, mengapa selama ini dia tidak tau, jika saja rein bekerja dikantornya mungkin akan membuat perusahaannya berkembang lebih pesat.
Pak...pak Marcel..ada yang perlu ditanya kan panggil William kepadanya.
Eh iya...baik saya mengerti ..nanti biar Bima yang mengurusnya,.
Bima apa sudah disiapkan makan siang untuk rekan kerja kita ini?
__ADS_1
Sudah siap pak, nanti saya panggil pelayannya.
Pak William dan nona rein, kita makan siang disini ya, saya harap kalian tidak menolak.
Tentu saja kami tidak akan menolak niat baik dari client kami, betulkan kan rein??
Be..betul pak, angguk rein dengan ragu ragu gak berani melihat ke arah Marcel yang terus menatapnya.
Datanglah pelayan yang mulai menghidangkan makanan yang dipesan Bima untuk jamuan makannya. Entah kenapa tiba tiba salah satu dari pelayan tersandung dan menumpahkan minuman ke tubuh rein dan membuat blazer pink-nya basah dan kotor, membuat rein tanpa sadar membuka blazer ya sehingga memperlihatkan dalaman blazer yang begitu melekat ditubuhnya yang mengekspose lengan putih bersihnya. Seketika Marcel membuka jasnya dan memberikan kepada rein untuk memakainya segera.
Ini pakainya jas ku katanya sambil memakai kan jas nya ketubuh mungil rein.
Rein yang melihat perlakuan Marcel terlonjak kaget tak percaya.
Te ...terima kasih pak ucapnya menatap sekilas marcel kemudian menunduk kembali.
Wah anda benar benar lelaki sejati pak Marcel, begitu melindungi wanita yang butuh pertolongan, ucap Wiliam sambil bertepuk tangan.
Padahal saya baru ingin meminjamkan jas saya untuk rein pakai, tapi sudah keduluan dengan bapak..hehehe...tak masalah yang penting makhluk yang paling cantik diantara kita ini sudah terlindungi pakaiannya.
Ini semua saya lakukan pada semua , jika terjadi seperti ini pak William tanpa terkecuali ucap Marcel menyembunyikan perasaan yang sebenernya.
Dan mereka pun melangsungkan makan siang yang akhirnya mereka berpisah untuk kembali ke kantor masing masing.
__ADS_1