Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)

Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)
Seolah tidak tau


__ADS_3

Rein tiba dikantor 45 menit setelah keluar dari kantor marcel. Dan rein pun mulai melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, dimeja terdapat beberapa berkas yang harus ditandatangani William.


Lampu diruang William masih menyala dan artinya William ada diruangannya.


Tok...tok..


Masuk, ucap William dari dalam.


Hei rein! sudah pulang kamu ya.


Iya pak, dan ini ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani.


Sini, berikan padaku ucap William untuk segera menandatangani berkas tersebut.


Disela sela William memeriksa berkas yang akan ditandatangani nya, William menanyakan tentang Marcel.


Bagaimana tanggapan pak Marcel tentang kontrak kerjasama yang kamu berikan padanya?


Pak Marcel menerimanya, namun ia masih butuh waktu sampai besok mempelajari nya , jadi jika selesai beliau tandatangani, pak Bima yang akan memberikannya ke kita.


Udah jam 12 kurang ucap William, ayo kita makan siang dulu, bukankah sesudah makan siang kita akan ada tamu dari PT. Adiguna?

__ADS_1


Benar pak, anak dari pemilik perusahaan itu ingin berkunjung ke perusahaan bapak ini, katanya silahturahmi saja mempererat hubungan kerjasama yang selama ini berlangsung.


Tanpa canggung William mengajak rein makan siang bersama nya, ke yah William sudah menganggap rein seperti adiknya sendiri, entah mengapa ..apa karna mereka berdua yatim piatu, bisa saja karena itu.


Kita makan di restoran Chinese food mau?


Boleh pak, ucap rein dengan senang.


Kamu suka ya Chinese food, sama seperti mendiang adikku dulu, dan kamu boleh pesan semua makanan yang kamu sukai, tenang saja tak perlu sungkan, mulai sekarang kamu bisa panggil aku Kakak di luar jam kantor, jika kamu segan memanggilnya dilingkungan perusahaan.


Rein merasa bahagia dan terharu mendengar ucapan William, tiba tiba hatinya menghangat , dan bersyukur bahwa bukan hanya mama Sherly yang menyayangi nya tetapi ada seorang kakak laki laki yang siap menjaga dan melindunginya, dan pastinya akan memberikan kasih sayang padanya.


Bagaimana bap..eh kakak tau?


Kaca diruangan ku bisa melihat orang diluar, tapi tidak tembus pandang saat orang luar melihatku didalam, ayolah aku kan kakakmu sebenarnya ada masalah apa? berbagilah denganku, aku akan menjadi pendengarmu yang baik.


Aku bingung kak mau cerita dari mana,..


Ini mengenai rumah tanggaku.


Apa ? Kau sudah menikah? Siapa suamimu? Nanti kau kenalkan padaku ya.

__ADS_1


Kakak sudah kenal orangnya, beberapa hari yang lalu kita bertemu dengannya.


Hah, siapa?


Marcel, jawab rein lemah.


Marcel CEO PT. Artha???


Rein menganggukkan kepalanya.


William yang masih kaget memijat keningnya,tak percaya seorang istri CEO bekerja padanya,menjadi sekretaris nya.


Apa kau mencintainya? tanya Wiliam sambil melihat ke bola mata rein.


Dulu awal kita dijodohkan mamanya Marcel, kami berdua tidak saling mencintai, bahkan sampai sekarangpun Marcel tidak pernah memperlakukan ku sebagai istrinya, tapi kak entah kenapa sepertinya aku mulai mencintai Marcel. Tapi aku sadar bahwa sedikitpun Marcel tidak tertarik padaku, bahkan dia bilang sudah mempunyai kekasih. Dan tadi pagi saat aku ke kantornya aku melihat dia bercumbu dengan kekasihnya diruangan kerja.


Ga benar ini Marcel, harusnya dia menolak dijodohkan denganmu jika ingin mempertahankan kekasihnya, bukan mengabaikan mu seperti ini, jika dia tidak bisa membahagiakan mu setidaknya dia tak perlu membuatmu bersedih, ucap William dengan nada kesal atas perbuatan Marcel.


Ya sudah nanti disaat ada pertemuan dengan PT. Artha , kamu tidak usah ikut, nanti digantikan dengan Rini saja, supaya kamu cuma bertemu dengannya dirumah saja, dan dirumah pun kamu seolah tak tau saja, toh dia tidak menghargaimu, harus nya tadi pagi dia meminta maaf kepadamu, walaupun dia tidak mencintaimu. Jadi tak perlu juga bertemu dengannya dalam pekerjaan, biar aku yang menghandle semua.


Terima kasih kak, ucap rein dengan sungguh-sungguh. Dan dibalas belaian lembut William dikepalanya.

__ADS_1


__ADS_2