
Tak seperti biasanya pagi ini Marcel malas untuk bangun dan bekerja seperti biasanya, dia ingin dirumah dan bermalas-malasan dengan istrinya bermanja-manja.
Mas....ayo bangun sudah jam 6 pagi, kamu kan harus ngantor sayang, aku juga mau pamitan dikantor, hari ini terakhir kerja dan besok aku sudah cuti lahiran.
Aku malas sayang...kamu hari ini langsung cuti aja ya, nanti aku telpon Willy.
Ga mas, aku mau pamitan sama temen temen dikantor, sekalian minta doa mereka biar selamat saat melahirkan anak kita ini.
Hemm baiklah..Marcel bangun dengan malas, padahal iya sangat ingin bermanja manja dengan istrinya.
Nanti pulang bilang ya sayang, ingat jangan pulang sendirian, kalo perlu minta tolong Willy mengantar, jika kamu pulang lebih cepat.
Iya, ucap rein sambil mencium pipi suaminya dan beranjak menyiapkan sarapan mereka. Sedangkan Marcel bangun dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi, bersiap siap pergi ke kantor.
Sementara di apartemen nya Della berjalan bolak balik dengan perasaan kesal dan marah. Dia tidak terima diperlakukan Marcel seperti itu. Aku akan balas kamu Marcel, aku ingin melihat kamu hancur menangisi kepergian perempuan itu dan calon anakmu, hingga kau kembali mengemis cintaku.
__ADS_1
Reink sudah tiba didepan kantornya dan bergegas turun dari mobil. Namun lengannya ditahan oleh Marcel, sayang lupa ya..
Sambil tersenyum rein mencium semua wajah suaminya dengan mesra tanpa terkecuali. Entah mengapa pagi ini suaminya begitu manja dan selalu menempel padanya.
Setelah rein turun Marcel pun melanjutkan perjalanannya menuju kantor. Rein yang melihat mobil suami sudah menghilang membalikan badan untuk masuk ke gerbang kantor, namun naas tiba tiba dari belakang ada mobil yang melaju kencang menuju ke arahnya, rein yang terlambat menghindar jatuh terserempet mobil tersebut.
Dan kebetulan William yang baru tiba langsung melihat kecelakaan tersebut langsung turun dari mobil dan berlari kearah dimana rein. tergeletak dengan kepala yang terus mengeluarkan darah akibat terbentur trotoar. Dengan sigap William menggendong rein ke mobilnya dan melaju dengan kencang ke rumah sakit terdekat, berkali kali William melihat kebelakang dimana rein dia letakkan di kursi penumpang di belakang.
Bertahan rein, aku ga ingin kehilangan adik untuk kedua kalinya. Bertahan rein demi calon keponakanku. Setibanya di rumah sakit, Willy berlari dengan membopong tubuh rein, dan berteriak kepada petugas untuk segera membantunya.
Hallo, ucap Marcel diseberang sana,
Cel, dimana kamu, segera ke rumah sakit xxxx, rein kecelakaan. Mendengar kabar dari William Marcel segera berlari menuju parkiran mobilnya, pikirannya tidak tenang, istrinya sedang hamil besar dan mengalami kecelakaan, bagaimana keadaan istri dan calon anaknya, semua berputar putar di pikiran Marcel.
Dengan berlari kencang Marcel menuju ruangan UGD rumah sakit tersebut dan dia mendapati William yang berjalan mondar mandir di depan ruangan sana.
__ADS_1
Will,... teriak Marcel.
Bagaimana rein dan calon anakku, ucapnya bergetar.
Dokter sedang menangani nya cel, kita tunggu kabar dari dokter.
Tak lama dokter keluar dari ruangan tersebut, keluarga ibu rein,??
Saya suaminya dokter, bagaimana istri saya. Dokter yang menangani rein terkejut bahwa wanita tersebut istri pemilik saham rumah sakit ini.
Maaf pak Marcel, kami harus segera melakukan operasi Caesar dan juga mengoperasi kepala nyonya rein, ada pendarahan disana.
Lakukan yang terbaik dokter, ucap Marcell tegang.
Suster antar pak Marcel untuk menandatangani dokumen sebagai formalitas untuk prosedur operasi nyonya rein.
__ADS_1
Mari pak, ajak suster dan diikuti oleh Marcel. Meninggalkan ruangan UGD rein yang sudah ada William yang menungguinya diluar ruangan tersebut.