Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)

Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)
Kumohon


__ADS_3

Rein....panggil William yang baru sampai di kantornya.


Kak Willy...lirih rein sambil memandang sekilas wajah Marcel yang masih memohon kepadanya.


Ayo keruanganku saja ngobrolnya jangan disini.


Ayo pak Marcel..ajak William dengan ramah.


Panggil Marcel saja..


Ehmm baiklah, panggil aku juga Willy.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam ruang kerja William.


Itu ada ruangan pribadiku, kalian pakai saja untuk berbicara dari hati ke hati, ucap Willy menunjuk ke arah ruang pribadinya.


Rein, ayo ajak suamimu, titah Willy.


Ayo Marcel..ucap rein sambil mengambil tangan Marcel mengajaknya ke ruangan yang ditunjuk Willy.


10 menit mereka berdua terdiam disana.


Rein pun mulai merasakan bosan, dan menghembuskan nafasnya.


Marcel yang menyadari itu, segera memulai percakapan.


Seperti sebelumnya, maafkan aku rein, aku bodoh, aku buta tidak dapat melihat ketulusanku, aku bahkan tega menyakitimu yang telah mengandung darah dagingku baik secara mental maupun fisik.

__ADS_1


Aku..aa..ak..Marcel sudah tak dapat melanjutkan ucapannya kerongkongannya tersekat, menahan tangis mengingat semua perbuatannya. Bagaimana dia begitu tega memperlakukan seorang gadis yatim piatu dengan kejam yang nota Ben nya adalah istrinya sendiri.


Kumohon rein berikan aku kesempatan sekali lagi untuk menebus dosaku terhadapmu dan anak kita, maafkan aku ....aku mencintaimu rein, aku menyayangimu, ucap Marcel yang sudah tidak dapat menahan tangisnya lagi.


Rein yang terkejut melihat seorang Marcel menangis sesenggukan seperti itu tak percaya sekaligus tidak tega.


Aku juga mencintaimu Marcel, ucap rein lirih, aku merindukanmu, terutama diawal awal aku mengandung anak kita.


Marcel yang mendengar ucapan rein menengadah kan mukanya menatap rein dan seketika menarik rein kedalam pelukannya dan menciumi wajah mungil itu bertubi tubi, membuat yang empunya kewalahan.


Udah Marcel ..udah .teriak rein geli sambil tertawa. Makasih ya sayang sudah memaafkan aku , suamiku yang jahat ini.


Sudah Marcel anggap saja ini ujian rumah tangga kita, semoga kedepannya kita menjadi lebih baik dan bertambah dewasa dalam menghadapi masalah, terutama dalam menjaga dan merawat anak kita nantinya.


Akhirnya merekapun berpelukan erat melepas rindu yang selama berbulan bulan tertahankan, hingga tak menyadari William sudah masuk ke dalam ruangan tersebut.


Rein pun melerai pelukan nya dari Marcel. Mereka berdua tersenyum malu.


Willy ..terima kasih ya sudah menjaga rein selama ini, aku sangat berterima kasih padamu.


Ga masalah bro...rein sudah menjadi adikku sendiri.


Benarkah rein? tanya Marcel.


Iya Marcel, kak Willy mengangkat ku menjadi adiknya.


Oleh karena itu Marcel, jika kamu menyakiti adikku lagi, aku tidak segan segan membawanya jauh darimu, ucap Willy menaikan satu alisnya, dan ingat aku sekarang adalah kakak iparmu, jadi kamu harus hormat kepadaku ,,,harus sopan ucap Wiliam terkekeh.

__ADS_1


Iya kakak ipar, ucap Mario membungkukkan sedikit badannya, menanggapi ledekan William.


Akhirnya merekapun berpelukan bertiga, merasakan kebahagian yang tak terkira.


Willy, bolehkan rein pulang cepat hari ini? tanya Marcel setelah mereka berdiskusi mengenai proyek yang mereka jalani.


Akh kau sudah tidak sabar ya...ledek William sambil meninju pelan lengan Marcel.


Baiklah aku ijinkan, tapi biarkan dia bekerja disini, buat mengusir kebosanan nya sampai dia memutuskan untuk berhenti kerja dengan sendirinya.


Baiklah kalo begitu, aku percayakan rein padamu Willy.


Aku pamit mau menjemput istriku dituangkan ucap Marcel sambil terkekeh.


Sesampainya di ruangan rein...


Ayo sayang siap siap pulang, aku mau mengajakmu menemui mama, beliau sangat kangen sama kamu rein.


Tapi ini belum jam pulang kantor Marcel.


Aku sudah minta ijin kepada William.


Pulanglah rein ucap William yang sudah memasuki ruangannya.


Tapi kak?


Pulanglah, selesai kan semuanya, dan besok jangan lupa datang dan jangan telat, aku membutuhkanmu.

__ADS_1


Baiklah kalo begitu aku pamit ya kak, ucap rein sambil berjalan bergandengan dengan Marcel, dimana sepanjang mereka berjalan tak jarang menyita perhatian karyawan yang melintas, ada yang memuji mereka sebagai pasangan yang serasi cantik dan tampan, ada yang biasa dan sebagian kaum hawa merasa iri dengan rein karena bisa mendapat Marcel CEO muda yang terkenal di kota ini.


__ADS_2