
Sesuai permintaan nya kepada William dan sudah mendapatkan izin tadi pagi, rein pulang untuk merawat Marcel di apartemen. Setelah meletakkan sepatu rein segera membuat bubur untuk makan siang Marcel, tepat jam setengah 1 siang bubur itu matang, rein naik keatas mengetuk kamar Marcel, namun tidak ada sautan dari dalam sana, reinpun memberanikan diri membukanya, diatas Ranjang yang luas itu Marcel meringkuk dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya.
Setengah berlari rein menghampiri Marcel ditempat tidurnya. Rein memeriksa dahi suaminya bertambah panas, rein pun berlari ke dapur, membawa baki kecil dengan handuk kecil untuk mengompres Marcell, kemudian turun lagi membawa nampan berisi bubur dan air minum untuk makannya beserta obat demam.
Cel, Marcel bangun bentar ya, ayo kita makan siang terus minum obat.
Aku tidak bisa turun dari sini rein badanku lemah banget ga mungkin tubuhmu yang kecil ini mengangkatku. Aku sudah memasak kan kamu bubur cel, dan sudah membawanya kesini, ayo aku bantu duduk, ucap rein sambil membantu Marcel duduk bersandar disandaran tempat tidurnya.
Dengan telaten rein menyuapi Marcel untuk makan. Marcel hanya diam menerima suapan demi suapan bubur tersebut.
Makasih ya rein sudah peduli padaku.
Tidak mengapa, kita kan tinggal satu atap, masa aku tega biarin kamu lagi sakit begini.
Ini obatnya, rein memberikan kepada Marcel, dan segera Marcel minum.
Rein kamu pulang cepat untuk masak bubur ini buat aku, bagaimana dengan atasanmu apa tidak marah?
Aku sudah izin kok, bilang ada urusan keluarga. Dan dizinkan, makanya aku berani pulang, ya sudah kamu istirahat lagi, nanti sore aku bantu wash lap badan kamu ya, biar ga lengket, nanti malam kamu bisa tidur nyenyak.
Aku tinggal dulu ke kamar ya, ucap rein setelah sebelumnya meletakkan kompres didahi Marcel.
Tak lama ponsel Marcel berbunyi,
Halo sayang, suara manja dari seberang sana, yang tak lain Della. Sayang kamu sakit apa ? aku kangen pengen ketemu.
Tapi aku ga bisa keluar yang, lagi sakit kamu saja yang kesini ya!
Tapi aku mau kamu anterin belanja gimana donk kalo kamu ga bisa, jadi kacau deh rencananya, jawab Della merajuk.
Memang rencana kamu apa sih yang?
Aku mau beli tas branded yang baru keluar cuma ada 5 didunia, aku takut diduluin orang lain.
__ADS_1
Ya sudah kamu ke apartemen aku aja, ambil kartunya.
Yeayy...makasih ya sayang, aku ke apartemen kamu sekarang. Della pun segera pergi menuju apartemennya Marcell.
Dengan menekan password yang sudah dihapal Della langsung menuju kamar Marcel dilantai atas.
Ceklek.
Hai sayang ...suara Della terdengar manja langsung mencium pipi Marcel.
Baru datang, ucap Marcel sambil duduk dari tempat tidur.
Mana kartunya, rengek Della dengan manja, sambil menciumi wajah Marcel.
Secara bersamaan rein masuk dengan membawa secangkir jahe panas.
Rein sempat kaget begitu melihat Della yang lagi berciuman dengan Marcel.
Kenapa kamu ga ketuk pintu dulu , ucap Della yang meneriaki rein yang berjalan ke arah pintu.
Harusnya kamu yang mengetuk jika bertamu, jawab rein sambil nutup pintu kamar Marcel dengan keras.
Sayang siapa sih dia, kok berani menjawab aku, ucap Della cemberut.
Bukan siapa siapa, hanya orang suruhan mama untuk merawat aku sakit, yang masih terdengar oleh rein yang berada di depan pintu kamar.
Ya sudah sepertinya aku sudah sehat, ayo aku temani kamu jalan sekalian kita makan malam diluar, aku juga bosan disini.
Della dan Marcel yang melangkah keluar melewati rein yang sedang menonton telivisi, Marcel tanpa menoleh pergi dengan memeluk pinggang Della dengan mesra nya.
Setelah mereka pergi rein hanya memegang dadanya yang terasa sesak sambil mengusap air matanya yang jatuh ke pipi. Karena lelah reinpun tertidur disofa depan tv.
Saat ini Marcel dan Della sudah berada di restoran mewah untuk makan malam, tiba tiba ada laki laki yang mendekati mereka dan menyapa Della dengan ramah.
__ADS_1
Hey kita ketemu disini,
eh iya ucap Della dengan gugup seperti orang ketahuan selingkuh.
Laki laki tersebut memberikan kode kepada Della untuk mengikutinya.
Cell, aku ke toilet dulu ya ijin della. Baiklah ucap Marcel sambil melanjutkan makannya.
Hampir setengah jam Della belum juga kembali, karna ingin ke toilet juga Marcel pun berjalan menuju ke toilet di restoran tersebut.
Namun saat dirinya melewati tangga diantara lorong toilet Marcel mendengar desahan sepasang kekasih, penasaran Marcel pun melihat kesana, betapa terkejutnya Marcel melihat Della dan lelaki tadi yang menyapanya.
Sayang kamu nakal sekali ucap Della tersengal dengar diantara ciuman panas mereka.
Tapi kamu selalu membuat ku cemburu saat bersamanya.
Sayang aku cuma ingin uangnya, setelah puas aku pasti meninggalkannya ucap Della meneruskan ciuman panas mereka.
Marcel yang mendengar pembicaraan tersebut mengepalkan tangannya dan mengurungkan niatnya ke toilet.
Marcel pun pergi meninggalkan restoran dan pergi menuju bar untuk minum menghilangkan kecewanya pada della.
Sudah 2 botol Marcel menenggak winenya membuat dirinya sudah mabuk, namun masih tetap ingin minum. Manager bar yang sudah kenal Marcel menghentikannya dan membujuk Marcel untuk pulang takut tidak bisa mengendari mobilnya.
Dan akhirnya marcel pulang dengan terpaksa. Saat masuk ke apartemennya Marcel melihat rein yang tertidur pulas di sofa depan tv. Melihat paha rein yang tersingkap Marcel yang dalam keadaan mabuk, meningkat gairah birahinya dan langsung menindih tubuh mungil rein.
Rein tersentak dari tidurnya dan kaget melihat Marcel sudah diatasnya dengan mencium bibirnya dengan ganas.
Rein berontak mencoba mendorong dada Marcel, namun Marcel tetap tak bergeming, Marcel terus merobek dress tidurnya , dan membuka baju nya sendiri..rein yang memberontak lama lama kehabisan tenaga dan hanya bisa pasrah dengan perbuatannya Marcel yang tak lain suaminya sendiri, namun bukan ini yang diinginkan rein, dia ingin Marcel menyentuhnya karna perasaan cinta.
Dengan kasar Marcel menyatukan tubuhnya dengan rein, membuat rein merasakan kesakitan dibagian bawah perutnya. Sudah cel hentikan badanku sakit semua pinta rein dengan memohon, namun Marcel tetap tak berhenti,hingga erangan panjang barulah Marcel berhenti dan tertidur pulas diatas tubuh rein.
Selang setengah jam rein yang sudah mendapat sedikit tenaga bergerak menjauhkan tubuh Marcel dari tubuhnya, pelan pelan rein naik ke kamarnya untuk membersihkan diri dan Menganti pakaiannya yang sudah dirobek Marcel. Sambil meringis menahan sakit bagian sensitifnya rein masuk ke kamar mandiri sambil menangis dibawah guyuran shower, hatinya begitu hancur melihat perlakuan Marcel terhadapnya, brengsek kamu Marcel, jerit rein dalam hatinya.
__ADS_1