
Masih saling bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta Marcel dan rein sampai diparkiran, dengan mesra Marcel membimbing tangan rein menuju pintu penumpang depan serta membukakannya pintu, menahan kepala rein biar tidak terhantuk mobil, sambil senyum menatap rein sambil memakaikan save belt.
Kita berangkat...ucap Marcel setelah dibelakang kemudi.
Rein hanya menganggukkan kepala tersenyum sambi menata jantungnya yang berdegup kencang.
Sepanjang jalan terukir senyum diwajah Marcel, dan sekali kali jika dilampu merah mengecup punggung tangan rein sambil mengatakan aku mencintaimu dan anak kita.
Membuat rein malu serta senang, seolah mimpi bisa bersama Marcel dengan perasaan cinta yang mendalam.
Kita sudah sampai rein, tapi kamu tunggu sebentar. Marcel pun turun memutari mobil dan membukakan pintu mobil menggenggam tangan rein dan menggandengnya masuk ke rumah mama Sherly, sesampainya didepan kamar mamanya dengan tangan yang masih menggenggam tangan rein, Marcel mengetuk pintu kamar , tidak ada jawaban dari dalam. Marcel memberanikan membuka pintu dan benar sang mama sedang duduk bersandar diboard tempat tidurnya. Dengan sinis mamanya berkata tanpa melihat ke Marcel, untuk apa kamu kesini?!.
__ADS_1
Aku punya kejutan untuk mama, lihatlah. Betapa senangnya Sherly saat melihat rein, dengan cepat dia turun dari tempat tidurnya dan memeluk tubuh rein dengan erat. Anakku jangan pergi lagi, jangan tinggalkan mama lagi nak, mama kangen sekali sama kamu ucap mertuanya dengan terisak.
Maafkan rein ma, tak tahan dengan keharuan ini rein pun menangis tersedu sambil berpelukan, Marcel yang menyaksikan merasa lega dan begitu bahagia melihat dua wanita yang sangat dicintainya tersebut sekarang berada dalam dekapannya.
Sudah sudah , jangan banjir air mata terus, aku tak tahan melihatnya, ucap Marcel seraya merangkul kedua wanita tersebut.
Sherly yang belum pernah melihat perut rein, kaget melihat perutnya yang sudah membuncit, ahh..calon cucuku, sehatkah, ucapnya memegang bahu rein, ? Iya mah, pergerakannya mulai aktif sudah memasuki bulan ke 6.
Hmm aku akan mengantarmu ke sana, ucap Marcel dengan pasti, membuat rein yang mendengarnya sangat senang.
Baiklah sekarang kalian berdua mandi dan istirahat nanti saat makan malam baru mama panggil.
__ADS_1
Baiklah ma, ayo sayang, ucap Marcel sambil merangkul rein mengajak nya ke kamar mereka.
Sesampainya dikamar, rein masih sedikit kaku. Marcel yang mengetahui itu membawanya duduk di tepian tempat tidur, kamu harus membiasakan diri rein, sekarang kita sudah bersama kembali. Aku suamimu, kamu berhak atas semua yang ada padaku, dan sekali lagi maafkan aku sayang, masih dengan bahu bergetar yang menahan sesak didada, Marcel berucap izinkan aku dan berikan kesempatan untuk menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian berdua.
Rein yang tidak tega melihat Marcel mengingat kembali masa suram pernikahan mereka, merangkup muka suaminya dan mencium kilas bibir Marcel, jangan bersedih bukankah sekarang kita seharusnya bahagia, dan kau tau anak kita juga merasakan nya sekarang dia sedang menendang nendang merayakan berkumpulnya ayah dan Omanya.
Benarkan ucap Marcel kaget tak percaya .
Tanpa diminta Marcel menempelkan pipinya dan tidak lama mendapatkan tendangan kecil dari perut rein, dia menendang teriak Marcel dengan haru, halo boy, kamu tau ini papa sayang, jangan tendang yang terlalu kencang kasian mamamu nanti kesakitan, ucap Marcel menciumi perut rein dengan kasih sayang.
Terima kasih sayang, sembari mencium kening rein dalam. Sedangkan rein....dia menikmati rasa ciuman dikeningnya, sambil memejamkan mata dengan perasaan yang begitu bahagia.
__ADS_1
I love you istriku...bisik Marcel.