Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)

Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)
Seperti biasa


__ADS_3

Alarm diponsel rein berbunyi artinya sudah pukul 04.30 wib, rein segera bangun ke kamar mandi mencuci mukanya dan seperti biasa menuju dapur membuat sarapan dan bekal di kantor, hari ini rein berjanji kepada William untuk membawakannya sarapan beef Korean barbeque, harus saus barbeque dengan paduan bumbu yang rein tumis menyeruak ke hidung Marcel, membuat nya terbangun, begitu wangi bayi sapi panggang tersebut, membuat perut Marcel seketika merasa kan lapar.


Marcel melihat rein sedang meletakan makanan ke 2 tempat kotak makan, dengan hati hati sekali rein meletakan bekal itu ketempatnya agar terlihat rapi.


Kau makan 2 porsi kah? tanya Marcel saat sudah di dapur.


Oh ini, aku berniat memberi pak William sarapan sebagai ucapan terimakasih ku karena semalam sudah mengantarkan ku pulang, jadi aku tidak kemalaman dan terjebak macet. Kalo kamu mau makan masih ada kok, aku buat cukup untuk 5 orang. Setelah selesai merapikan bekalnya ke dalam paper bag, rein pun menuju ke kamar nya untuk mandi dan bersiap siap berangkat kerja.


Marcel menarik nafas kecewa, biasanya rein sudah menyiapkan secangkir kopi panas pukul 6 pagi, kebiasaan Marcel bangun. Dan biasanya sudah ada piring dan segelas air putih untuk dirinya sarapan, namun sekarang rein hanya memasak saja tidak menyiapkan, bahkan yang membuat nya lebih kecewa rein menyiapkan sarapan buat bosnya, apakah rein jatuh cinta pada William?


Pukul setengah tujuh pagi rein sudah turun kembali bersiap siap untuk berangkat ke kantornya, tak butuh waktu banyak bagi rein untuk berdandan, cukup dengan bedak muka dan lipstick tipis sudah membuat rein begitu cantik alami, ditambah dress warna biru muda selutut untuk dalaman dan blazer warna navi, membuat dirinya 3 tahun lebih muda dari usianya.

__ADS_1


Rein kaget ternyata didapur masih ada marcel sedang sarapan seperti tidak berselera.


Kamu sakit ucap rein tanpa sadar menyentuh dahi Marcel dengan punggung tangannya. Terasa agak hangat gumamnya, kamu istirahat saja tidak usah ke kantor, kan bisa suruh asistenku menghandle nya kata rein menatap Marcel. Wajah tampan itu sedikit terlihat pucat.


Marcel hanya diam menatap wajah rein yang terlihat begitu cantik Dimatanya ditambah dengan pakaian kerjanya yang nampak begitu pas ditubuh mungilnya. Apa aku tidak usah kerja saja, aku akan menelpon pak William, sambil mengambil ponsel didalam tasnya. Namun tangan Marcel menahannya,


Ga usah cukup tidur sebentar aku akan pulih, ia merasa malu pada rein, selama ini dia selalu tak peduli padanya, namun rein peduli dengan dirinya yang sedang sakit, bahkan tadi dia sempat menghubungi Della malah kekasihnya itu bilang masih mengantuk dan melanjutkan tidurnya.


Rein sudah tiba dikantor bertepatan William sampai , hei rein pagi sekali?


Aku takut terjebak macet, jadi ya harus lebih pagi atau aku akan sampai disini jam 9 lebih dan pastinya terlambat.

__ADS_1


Saat mereka masuk di lift dan kebetulan berdua rein memberitahu kan William,


Kak, aku membawakan mu sarapan, apa kakak sudah sarapan?


Wah kebetulan sekali, aku memang belum sempat sarapan dan biasanya sarapanku dibawakan office boy.


Ayo kita langsung ke ruangan ku saja. Sambil mereka makan dan bercerita tentang kehidupan mereka dulu rein meminta izin jika nanti siang dia ingin pulang merawat Marcel yang sedang sakit.


Apa aku boleh kak izin pulang maaf, aku sebenarnya sangat tidak enak dengan kakak, cuma aku tidak enak jika mama mertuaku tahu jika aku tidak mengurus suamiku yang sedang sakit, aku ga mau melihat mama Sherly sedih.


Hatimu baik sekali rein, walaupun dia tidak pernah melihatmu namun kamu selalu menghormatinya, pergilah pulang rawat suamimu, sebagai kakak aku tidak boleh mencontohkan yang tidak baik untuk adiknya.

__ADS_1


Makasih ya kak ucap rein sambil memegang tangan William, dan William tersenyum senang melihat adiknya tampak gembira.


__ADS_2