
Marcel duduk dikamarnya tetap dengan diam, terekam jelas terakhir saat rein bersamanya, kakinya tak segan menendang nya, dia Iihat dengan pasti rein langsung membalikan badannya, yang artinya melindungi janin di perutnya.
Mengapa aku tega tuhan....
Mengapa aku bisa sekejam ini dengan darah dagingku.
Mengapa aku kejam dengan anak yatim piatu itu...dan...
Dia itu istriku. Dia begitu mencintai darah daging, dan rela berkorban tubuhnya yang sakit dari pada anak kami.
Manusia seperti apa aku ini!
Suami seperti apa aku ini!
Aku benar benar ********.
Ya Tuhan maafkan aku, ampuni aku, telah menyiksa perempuan tak bersalah itu.
Kemarahanku terhadap Della kulampiaskan kepada rein.
Jika janin itu berumur 4 Minggu berarti itu benar anakku, kejadian itu sebulan yang lalu.
__ADS_1
Kemana kamu rein, dimana kamu sekarang? apa yang harus aku katakan pada mama?
Aku harus mencarinya.
Marcel mencari disupermarket berharap rein sedang berbelanja tapi tidak ada rein.
Menyelusuri jalan melihat orang orang yang berlalu lalang mencari keberadaan tubuh mungil rein, tapi matanya tetap tidak menemukan perempuan itu.
Marcel pun menghubungi sekretaris nya menanyakan nomor ponsel William.
Tut...Tut...
Marcel, bisik William ditengah tidurnya...
Ya selamat malam..ucap William serak
Malam bapak William, maaf mengganggu istirahat Anda, apakah rein masih lembur?? karna Marcel mengira rein masih bekerja.
Rein tidak bekerja hari ini jawab William ada apa marcel.?
Rein belum pulang sampai sekarang pak William, ucap Marcel dengan nada khawatir.
__ADS_1
Mengapa Marcel seperti khawatir, batin William.
Oo..mungkin dirumah kerabatnya, coba cari disana saja ucap William berbohong.
Baiklah terima kasih, maaf mengganggu tidur ada. telepon pun terputus.
Marcel memukul setir mobilnya, aku harus ke mama, dan biarlah aku menerima amarah nya.
Dengan kecepatan tinggi Marcel membelah malam menuju kediaman sang mama dengan wajah penyesalan, tanpa dia sadari air matanya menetes mengingat semua perlakuannya kepada rein, dan juga mengingat pengkhianatan Della.
Pikirnya benar ucapan mama, mengapa aku menyia nyiakannya, tak seharusnya dia mendapat siksaan dari ku, aku berharap kamu dan anak kita dalam keadaan baik rein, aku akan lakukan apapun untuk meminta mu kembali, bila perlu aku akan mencium kaki mu meminta maaf atas perbuatan kejamku, maafkan aku istriku.
Karna tidak juga menemukan rein Marcel pulang ke apartemen nya dengan wajah yang tak bisa digambarkan, kecewa, sedih dengan penyesalan yang begitu dalam, hampir setiap saat teringat kekejamannya pada rein.
Mengingat semua itu Marcel menarik frustasi rambutnya, ya tuhaaan seperti inikah rasanya kehilangan orang yang benar benar tulus untukku. Aku menyesal, ampunilah hamba mu ini.
Tak kunjung juga mendapatkan solusinya, Marcel pun memilih untuk ke rumah mamanya, dengan resiko akan menerima kebencian dari Sherly. Aku harus menerima amarah mama. Rein didepan Allah aku berjanji akan menunggumu kembali berkumpul bersama anak kita. Tak ada satupun wanita yang akan menggantikan mu, itulah janjiku padamu.
Akhirnya marcel mengambil kunci mobilnya pergi menuju rumah Sherly untuk menceritakan semua yang telah terjadi.
Pelayan membukakan pintu rumah, hari masih terlalu pagi, hingga Marcel langsung menuju kamarnya beristirahat, hingga matahari telah menampakkan sinarnya barulah dia akan berbicara dengan mamanya.
__ADS_1
Dan ia pun berpesan kepada pelayan untuk membangunkannya saat sarapan tiba.