Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)

Aku Selalu Cinta , Kamu Tidak (Jatuh Cinta 3)
berbelanja


__ADS_3

Setelah makan siang rein dan bosnya William kembali ke kantor melanjutkan pekerjaan mereka masing masing, tak terasa sudah petang dan sudah waktunya pulang, rein mengetuk pintu bosnya.


Masuk , terdengar suara William dari dalam,


Maaf pak, saya berencana mau pulang, apa masih ada yang bapak perlukan?


Tidak untuk saat ini sudah cukup, kamu pulang saja istirahat, biar bisa kerja dengan fresh besok.


Baik pak, terima kasih saya pamit dulu ucap rein sambil membungkukkan badannya.


Di perjalanan pulang rein mampir ke supermarket diseberang apartemennya, dia berencana untuk mengisi kulkas dengan berbagai macam, sayuran dan bahan lauk pauk. Rein bermaksud untuk memasak bekal yang akan dibawa ke kantor, biar irit pikir nya, tak lupa rein membeli sampo dan sabun yang biasa dipakainya, karena di apartemen semuanya berbau maskulin, miliknya Marcel.


Entah angin apa, tiba tiba Marcel juga berada di supermarket tersebut, karna tubuhnya yang menjulang dengan mudah Marcel melihat tubuh mungil rein. Ngapain lagi Tarzan cewek itu, pikirnya. Oh dia berbelanja, tapi kan aku belum memberi uang belanja untuknya, apa dia pakai uang miliknya?


Tanpa sadar Marcel mengikuti rein yang sudah mengantri di kasir. Rein yang tidak tau ada Marcel di belakangnya, untuk mengusir kebosanan dalam antrian mengambil gadgetnya dan membalas chat yang barusan dikirim bos barunya usai mereka bertukar no handphone tadi siang.


Udah ketemu duriannya, isi pesan dari si bos.


Belum pak, baru musim rambutan jawab rein asal.

__ADS_1


Ya kali rambutnya berubah duri.


Seperti lagunya Broery pisolima, yang salah berbuah, candaan si bos.


Ah udah di belah semua buahnya pak, istrinya marah soalnya Piso lima limanya dibawa pergi keluar rumah.


William yang membaca isi pesan dari sekretaris barunya ketawa geli tiada henti. Tidak disangka pikirnya , seorang gadis lulusan cumlaude begitu konyolnya bisa membalas setiap candaan nya, yang membuat dia teringat akan adik perempuannya yang telah tiada.


Rein pun tak hentinya senyum setiap membaca isi pesan dari bosnya tersebut.


Marcel hanya memperhatikan wajah rein yang tersenyum terus itu,


Chat dengan siapa Tarzan ini, apa dia punya pacar? memang ada yang mau? selalu saja Marcel merendahkan istri yang dijodohkan mamanya.


Eh...tapi, rein kaget ternyata itu marcel.


Gue ga mau dinilai kejam tidak memberimu uang belanja.


Terima kasih ucap rein setelah semua belanjaan tersebut dibayar dan dimasukkan kedalam kantong belanjaan.

__ADS_1


Rein pun bergegas menuju pintu keluar supermarket untuk langsung ke apartemen, namun Marcel menahannya, bareng saja!


Rein pun hanya menunduk, mengikuti langkah Marcel ke mobilnya. Entahlah semenjak menikah sikap Tarzan ya hilang seketika, karna rein ingat pesan almarhum sang ibu, jangan melawan orang tua dan suami jika kelak dia menikah.


Sesampai di apartemen rein segera merapikan barang belanjaan nya dan kemudian naik ke atas menuju kamarnya untuk mandi. Saat akan menaiki tangga Marcel memanggilnya, seketika rein menghentikan langkahnya menoleh ke Marcel.


Ada apa?


Ini kartu untuk belanja kebutuhan kamu dan kebutuhan rumah, aku tidak ingin nanti mama sampai tau kalo kamu tidak diberi uang belanja sama aku, dan no pin nya ada dibelakang kartu itu.


Baiklah rein menerima kartu tersebut, walaupun rein tidak membutuhkan nya, karna menurut rein dia sudah kerja, untuk menghargai Marcel diapun menerima kartu tersebut.


Setelah mandi rein berniat memasak sup ayam, dan diapun dengan cekatan memasak sup tersebut hingga harumnya sampai ke Indra penciuman Marcel.


Wangi sekali masakan ini, si Tarzan ternyata bisa masak, coba Della yang menikah denganku, bahagia sekali kalau dia memasak untukku.


Saat Marcel masih dengan lamunannya,


Tok...tok...

__ADS_1


Marcel, makanan sudah matang, ayo makan sekarang?


Duluan aja nanti kalo lapar aku makan, ucap Marcel, yang sebenarnya sudah lapar akibat mencium aroma masakan rein, tapi dia tidak mau makan bersama rein, karna menurutnya sama saja dia memperlakukan rein seperti istrinya. Dan hatinya menolak untuk itu karena dia tidak mencintai rein.


__ADS_2