AMETHYST : Kekasih Drucless

AMETHYST : Kekasih Drucless
AKD - 10


__ADS_3

 


 


Sesampainya di sekolah, teman-teman Vita menghampirinya. Mereka meminta maaf, karena telah membuat Vita marah.


 


 


"Iya, aku maafkan. Lain kali, kalian harus menghargai orang ketika berbicara. Jangan mau didengarkan saja keluh-kesah kalian. Kalian juga harus mendengar curahan hati orang lain."


 


 


Mereka berempat kembali baikan.


 


 


Di kelas, jam pembelajaran dimulai.


 


 


Sejarah Indonesia dan Dunia.


 


 


Vita duduk sebangku dengan Zea. Gadis berambut agak kecoklatan itu menggaruk kepalanya.


 


 


"Seandainya Indonesia tidak dijajah, mungkin buku Sejarah tidak akan setebal ini, ya?" Ucap Zea dengan polosnya.


 


 


Vita hanya terkekeh. "Ada banyak sejarah yang bisa diceritakan, meskipun Indonesia tidak dijajah. Sejarah itu sangat panjang, bukan?"


 


 


Zea cemberut. "Iya, iya, aku hanya bercanda."


 


 


Pulang sekolah, Vita tidak menemukan Rean di mana pun. Gadis itu menghela napas panjang.


 


 


"Jika dia punya ponsel, aku akan lebih mudah menghubunginya." Vita bersandar ke mobilnya.


 


 


Gadis itu melamun. Pernikahan... Ah, gila. Tapi, apa salahnya aku menerima keberadaan Rean? Dia tampan, dewasa, sedikit penurut, dan seksi. Sayang sekali dia bukan manusia.


 


 


Rean berjalan menghampiri Vita dengan semangkuk es krim di tangan. Pria itu memperhatikan Vita yang sedang melamun sambil bersandar ke mobil.


 


 


"Vita," Rean memanggilnya.


 


 


Gadis itu menoleh sambil melihat es krim di tangan Rean. "Kau membeli es krim? Kau punya uang dari mana?"


 


 


"Aku hanya mengambilnya." Berbanding terbalik dengan eskpresi dingin pria itu, jawaban konyolnya membuat Vita menepuk dahinya sendiri.


 


 


Gadis itu menarik mangkuk es krim dari tangan Rean. "Sekarang katakan, di mana penjual es krim yang kau curi?"


 


 


Rean pun membawa Vita ke tempat di mana dia mendapatkan es krim. Seorang pria paruh baya yang menjualnya. Dia sedang duduk di bawah pohon besar yang berjejer di sepanjang jalan perkotaan.


 


 


"Permisi, Pak." Vita menegurnya.


 


 


Pria paruh baya itu segera berdiri. "Iya, Dek. Mau membeli es krim?"


 


 


"Tidak, Pak. Ini tadi teman saya meminta es krim Bapak dan lupa membayarnya," ucap Vita sambil menunjukkan mangkuk es krim di tangannya.


 

__ADS_1


 


Bapak penjual es krim menoleh pada Rean yang berdiri di belakang Vita. "Itu kakaknya, ya? Tidak apa-apa. Tadi kakaknya meminta secara baik-baik, kok."


 


 


Vita memundurkan wajahnya. Dia menoleh pada Rean yang juga menoleh padanya.


 


 


Bapak penjual es krim bisa melihat Rean? Batin Vita.


 


 


"Saya harus membayarnya," kata Vita sambil memberikan selembar uang pada pria paruh baya itu.


 


 


"Tidak apa-apa, saya ikhlas."


 


 


"Terima kasih, Pak. Tapi, saya akan merasa tidak enak." Vita memaksa memberikan uang itu.


 


 


"Saya ambil kembaliannya dulu." Pria paruh baya itu berlalu ke laci dagangan.


 


 


"Tidak perlu, Pak. Kembaliannya untuk Bapak saja."


 


 


"Terima kasih, Dek."


 


 


Vita mengangguk santun lalu menggandeng lengan Rean agar segera pergi bersamanya.


 


 


Rean mengambil mangkuk es krim miliknya dari tangan Vita dan melanjutkan memakannya.


 


 


 


 


Vita membuang napas kasar mendengar perkataan Rean. "Lain kali, kau harus bilang dulu padaku jika menginginkan sesuatu. Jangan mencuri seperti tadi, Pangeran Rean."


 


 


Langkah Rean terhenti saat mendengar Vita menyebut dirinya pangeran. Pria itu tampak serius.


 


 


Melihat adanya perubahan ekspresi di wajah Rean, Vita merasa telah salah bicara.


 


 


"Re-Rean... maaf." Vita jadi gugup.


 


 


"Tidak apa-apa, dulu kau sering memanggilku seperti itu." Rean menarik tangan Vita agar menggandengnya lagi seperti tadi.


 


 


Vita tersenyum geli.


 


 


Mereka memasuki mobil. Vita melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Rean masih mencintai es krimnya.


 


 


"Bapak penjual es krim tadi bisa melihatmu juga, ya?" Tanya Vita.


 


 


"Iya, aku bisa mengendalikan agar aku bisa dilihat oleh siapa saja. Semua drucless seperti itu."


 


 


Vita tampak kembali bertanya, "Usiamu berapa tahun?"

__ADS_1


 


 


"Coba tebak," ujar Rean.


 


 


"Mungkin 26 atau 27 tahun?" Vita menjawab dengan nada bertanya.


 


 


"Usiaku 248 tahun."


 


 


Vita terkejut. Dia menoleh sebentar pada Rean. "Jangan bercanda. Kau bahkan lebih tua dari ommaku, mungkin lebih tua lagi dari neneknya ommaku, atau ibunya neneknya ommaku."


 


 


"Drucless bisa berusia sampai ribuan tahun. Itu karena waktu di dunia drucless sangat cepat. Jika aku lahir di dunia manusia, mungkin usiaku 28 tahun."


 


 


Vita tidak menanggapinya. Menakutkan sekali. Secara tidak langsung, aku berpacaran dengan kakek tua. Tapi, mana ada kakek tua setampan dia.


 


 


Rean menyodorkan sendok berisikan es krim kepada Vita. Gadis itu membuka mulutnya dan memakan es krim tersebut.


 


 


Vita berkata, "Kita akan pergi ke mall. Aku akan membeli baju untukmu. Kau terlihat seperti Superman ketika memakan pakaianmu yang sekarang ini."


 


 


Rean melihat pakaiannya sendiri.


 


 


Tak kunjung mendapatkan jawaban, Vita bertanya, "Tidak apa-apa 'kan kalau jubah hitammu tidak dipakai lagi?"


 


 


"Tidak apa-apa. Jubah ini hanya simbolis kegagahan pria drucless. Aku sedang di dunia manusia, jadi aku akan memakai pakaian manusia."


 


 


Vita tersenyum kecil.


 


 


Vita memarkirkan mobilnya dengan mulus di tempat parkir. Rean melihat ada sisa es krim di sudut bibir gadis itu.


 


 


"Vita, ada es krim di bibirmu."


 


 


Gadis itu menjilat bibirnya, tapi dia tidak merasakan ada es krim yang tertinggal.


 


 


"Sebelah kiri," kata Rean.


 


 


"Bisakah kau membersihkannya?" Tanya Vita.


 


 


Gadis itu mengira, jika Rean akan mengelapnya dengan romantis seperti di film-film. Namun tanpa diduga, pria itu mendekatkan wajahnya dan menjilat es krim tersebut membuat Vita membelalak.


 


 


"Jangan membuang makanan."


 


 


-◎◎◎-


 


 


7.36 : 2 Oktober 2019


Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2