
MOHON DIBACA.
PEMBACA CERDAS AKAN MEMBACA BAGIAN INI SAMPAI SELESAI.
Akan ada part Power of View sebagai sudut pandang orang pertama dari tokoh. Aku tidak akan menuliskan POV.
Petunjuk POV di ceritaku adalah nama si sudut pandang orang pertama dicetak dengan tebal.
Contoh :
-◎◎ Shasha ◎◎-
Namaku Shaquellin Adisilla Gustiar. Aku adalah putri bungsu dari keluarga Gustiar. Seorang gadis yang malang dan sekarang nama belakangku disematkan nama besar suamiku, Hardiswara.
Semua orang mengkhawatirkanku. Mereka mengira aku orang gila.
Aku tidak gila!
Aku tidak gila!
Kalian tidak mengerti. Aku hanya mengalami syok berat. Aku kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidupku. Tidak mungkin aku melupakannya begitu saja. Meskipun 3 tahun sudah berlalu. Tapi, semakin lama waktu berlalu, hati ini rasanya semakin sakit.
__ADS_1
-◎◎◎-
Biasanya jika POV berakhir, akan ada tulisan End POV sebagai petunjuk. Aku sering menemukan ini di cerita kebanyakan.
Di novelku, kalian tidak akan menemukan End POV. Sebagai tanda berakhirnya POV, aku menggunakan tanda ini : -◎◎◎-
Tanda -◎◎◎- di novelku juga berarti pergantian judul. Jadi, biasanya aku memakai POV per-bab.
Q : Kenapa penyampaian POV-nya beda sama penulis lain? 💀
A : Karena aku mau beda aja. 😋😋
-
Q : Ribet banget, sih! 💀
A : Gak usah dibaca. Sana ke lapak lain. Aku menulis cerita untuk para pembaca yang baik hati yang selalu memberikan vote, like, dan komen, serta selalu berkomentar baik. Mereka tidak pernah mengirimkan komentar pedas mengenai karyaku. 😊😊😊
-
Q : Emangnya lo sering baca komenan di Mangatoon? Lo 'kan gak pernah bales komentar kita. 💀💀💀
__ADS_1
A : Sebenarnya aku adalah orang yang teliti dan tidak pernah sedikit pun melewatkan komentar sekecil apa pun. Puluhan atau ratusan komentar kalian selalu aku baca. Aku kadang menjawab komentar kalian juga jika libur kerja. 😄😄😄
Satu lagi, aku orang yang punya ingatan bagus. Aku tidak pernah melupakan nama orang-orang yang sudah berkomentar. Entah itu komentar baik, atau pedas. 🤗🤗🤗
Sebenarnya aku bukan tipe orang yang suka meladeni omongan orang. Tapi, belakang ini, komentarnya mulai melebihi batas kewajaran dan membuatku terpancing dan cukup kesal juga. 😂😂
Akhirnya aku menulis ini. 🤣🤣🤣
-
Note : Bagi yang tidak suka dengan cerita dewasaku, tolonglah menyingkir dengan baik-baik. Aku sudah melabeli 21+, 19+, 17+. Harusnya kalian tahu, itu untuk orang yang usianya sesuai dengan yang tercantum.
Jika kalian masih punya rasa malu, tidak perlu membacanya, tidak perlu melaporkannya. Masih banyak penulis lain yang juga menuliskan cerita yang jauh lebih dewasa daripada ceritaku. Kenapa tidak dilaporkan?
Tolonglah, banyak pembaca yang menginginkan bab ceritaku utuh. Karena kalian yang 'sok' itu, banyak bab ceritaku yang menghilang. Kasihan para pembaca yang serius.
-
Q : Ada yang ingin di sampaikan lagi? 😃😃😃
A : Terima kasih kepada para pembaca yang sudah membaca semua ceritaku sampai tamat😘😘. Terima kasih juga karena sudah menyimpa kontak pribadiku dan menyapaku dengan ramah🤗🤗. Terima kasih sudah memberikan banyak hadiah lewat om om JNE😂😂. Pokoknya terima kasih banyaaak dan aku akan berusaha lebih baik lagi untuk membuat cerita yang bisa menghibur kalian semua ke depannya. Semoga suka. 🙋🙋🙋
__ADS_1
Salam hangat,
Ucu Irna Marhamah