AMETHYST : Kekasih Drucless

AMETHYST : Kekasih Drucless
AKD - 38


__ADS_3

 


 


Malam ini, Vita pulang dari kantor. Dia tampak begitu lelah. Sesampainya di rumah, gadis itu memarkirkan mobilnya dengan sembarang.


 


 


"Tolong parkirkan mobilku." Vita memberikan kunci mobilnya pada salah satu bodyguard-nya. Dengan segera, pria berbadan besar itu menerimanya dan memarkirkan mobil Vita ke dalam garasi.


 


 


Vita membuka jasnya sambil menaiki tangga menuju kamarnya. Ketika membuka pintu kamar, Vita terkejut melihat keberadaan Gafriel di kamarnya. Apalagi pria itu sedang memegang kamera miliknya.


 


 


"Sedang apa kau di sini?" Tanya Vita.


 


 


"Siapa pria ini?" Tanya Gafriel sambil menunjukkan foto Rean dan Vita di kamera tersebut.


 


 


Vita tampak sedih melihat senyuman kebahagiaan Rean dan dirinya di foto itu.


 


 


Pria itu adalah kau di masa lalu, Gafriel, batin Vita.


 


 


"Dia... dia pacarku di masa lalu," jawab Vita sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


 


 


"Apa kau menyukaiku karena aku mirip dengannya?" Tanya Gafriel penuh kecurigaan.


 


 


Vita tidak menjawab.


 


 


"Mungkin aku sedikit mirip dengan pria itu, tapi aku bukan dia. Jika kau menyukaiku karena aku mirip dengannya, aku akan mengecat lagi rambutku menjadi hitam seperti semula."


 

__ADS_1


 


Vita membelakangi Gafriel untuk menyembunyikan air matanya. Apa aku tidak pantas mencintaimu? Apa cintamu hanya untuk gadis itu?


 


 


"Kenapa kau selalu memalingkan wajahmu, saat aku berbicara padamu?" Gerutu Gafriel.


 


 


Vita berbalik dan kembali menatap Gafriel. Manik aquamarine dan amethyst bertemu di satu titik.


 


 


Gafriel memegang kedua lengan Vita. "Sekarang aku tahu alasannya, kenapa kau mencintaiku. Kau mengira, kalau aku adalah dia. Kau salah, aku bukan dia. Kau bisa membatalkan jadwal pernikahan kita sebelum kita benar-benar terikat."


 


 


Vita menghela napas berat. Sudah aku duga. Ini akan sulit Rean. Kau yang sekarang tidak mengingatku, sementara aku masih terus mengejarmu. Jika kau tidak memiliki pacar, mungkin aku tidak terlalu sulit untuk mendapatkanmu. Masalahnya kau memiliki pacar dan kau sangat mencintai pacarmu itu.


 


 


Karena tidak kunjung mendapatkan jawaban dari Vita, Gafriel kembali bersuara, "Vita, kau tidak bisa seperti ini. Katakan sesuatu."


 


 


 


 


Gafriel berhenti bicara. Dia menatap Vita dengan penuh makna.


 


 


"Kau boleh pergi dari rumah ini," kata Vita.


 


 


Setelah Gafriel pergi, Vita terduduk lemas ke lantai sambil menangis tersedu-sedu.


 


 


-


 


 


Gafriel merenung di apartemennya. Ada sesuatu yang salah. Setelah melihat foto itu, dia merasa jika dirinya adalah pria dalam foto itu.

__ADS_1


 


 


Kebahagiaan pria itu dan Vita di foto tersebut tampak begitu nyata. Gafriel merasa bahagia juga saat melihat foto-foto itu.


 


 


Dia tidak mencintai Vita, tapi dia merasakan penyesalan saat menyuruh gadis itu membatalkan pernikahan mereka.


 


 


Ada sesuatu dalam diri gadis itu yang membuat Gafriel merasa lupa akan sesuatu.


 


 


"Apa aku melupakan sesuatu di masa lalu? Aku rasa, tidak. Aku tidak pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya."


 


 


Gafriel berjalan menuju ke cermin. Dia melihat pantulan dirinya lewat cermin tersebut. Pria itu menyentuh rambut putihnya.


 


 


"Seharusnya aku tidak mengecat rambutku dengan warna putih."


 


 


-


 


 


Vita bicara pada ayahnya. Dia ingin membatalkan pernikahannya. Ayahnya cukup terkejut mendengar keputusan Vita. Dia pun membicarakan hal tersebut secara baik-baik dengan Josh.


 


 


Dengan berat hati, Josh menghargai keputusan Vita.


 


 


-


 


 


16.05 : 19 Oktober 2019


Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2