
Jumat, 12 Januari 2015
Pada waktu sekitar jam 07.00 WIB
Syifa pun nampak terburu - buru untuk masuk ke dalam kelasnya dan dia tidak melihat apa yang ada didepannya, sehingga Syifa menabrak seorang mahasiswa yang sedang berjalan menuju kantin kampus untuk membeli sesuatu.
"BRAK!"
Buku yang dibawa Syifa berjatuhan dan berserakan kemana - mana, Syifa pun meminta maaf atas ketidak sengajaan.
"maafkan saya, saya tidak melihat kalau ada orang disitu." Syifa pun meminta maaf kepada seorang mahasiswa tersebut.
"tidak apa - apa, bolehkah saya membantu kamu untuk membereskan buku kamu?" mahasiswa itu pun menawarkan dirinya kepada Syifa
"S-silahkan, makasih sudah membantu aku," Syifa pun mengizinkan untuk mengambil bukunya yang berserakan.
"Boleh kenalan?" Jonathan pun mengulurkan tangannya ke Syifa
"Aduh, maaf sedang terburu-buru untuk mengikuti perkuliahan ini. Saya sudah terlambat, kalau mau kenalan nanti pada waktu jam istirahat aja yaps," Syifa pun berjalan dengan terburu - buru.
Pada waktu jam istirahat, Syifa ke kantin untuk sarapan dan Jonathan pun juga sama ke kantin.
"Hei! Tadi belum sempat kenalan loh, nama kamu siapa?" Tangan Jonathan mengulurkan ke Syifa untuk diajak kenalan
"Boleh, nama aku Syifa Kumalasari." Tangan Syifa membalas uluran tangan dari Jonathan.
"Kenalin, nama aku Jonathan. Terserah kamu mau panggil aku siapa hehe," Jonathan pun memperkenalkan dirinya ke Syifa.
"Kalau aku panggil kamu Nathan bagaimana?" Syifa pun nampak malu - malu
"Boleh saja silahkan hehe." Jonathan pun memperbolehkan nama dia dipanggil Nathan
Di dalam hati Jonathan bergumam :
"Astaga, Syifa nampak malu - malu jika berkenalan dengan saya."
Syifa yang mengetahui Jonathan itu melamun ia pun mengagetkan Jonathan yang sedang melamun.
"Hayo! Kamu mikirin apa? Kayaknya masalah kamu banyak deh. Coba sini cerita sama saya," Syifa pun menyadarkan Jonathan.
"Eh! A-anu, nggak ada masalah apa - apa." Jonathan pun terkejut.
Jonathan pun mengajak Syifa ke Gramedia pada hari Sabtu besok untuk mencari sebuah buku.
"Syifa, besok hari Sabtu kita kan libur kan yah kalau aku ajak kamu jalan jalan bagaimana?" Jonathan pun bertanya kepada Syifa
"Besok? Boleh aja sih, besok aku free tenang aja hehe." Syifa pun mengiyakan ajakan Nathan.
"Oke besok Sabtu pagi, kita ke Gramedia." Nathan pun sudah memilih tempat untuk pergi
"Wah! Ke Gramedia, sekalian aku mau beli buku novel nih." Syifa pun mengiyakan ajakan Nathan untuk pergi ke Gramedia.
Keesokan harinya, sekitar pukul 09.00 WIB Syifa dan Jonathan pun pergi ke Gramedia untuk sekedar jalan - jalan.
Sebelum masuk ke dalam Gramedia, Jonathan pun meminta untuk foto berdua.
"Eh! Ayo foto berdua yuk." Jonathan pun mengajak Syifa untuk berfoto.
"Ayo! Gas aja lah." Syifa pun mengiyakan ajakan Nathan untuk berfoto.
__ADS_1
Setelah berfoto, mereka pun masuk ke dalam Gramedia. Disana disambut oleh karyawan dan banyak buku yang sangat tertarik untuk di miliki.
Tanpa disadari tangan Jonathan menggenggam erat tangan Syifa, sontak saja membuat Syifa yang ada di samping Jonathan terkejut.
Di dalam hati Syifa bergumam :
"Aduhh kenapa diriku merasakan sebuah dag Dig dug serr, gila ini anak udah mencairkan aku apa gimana yah." .
Jonathan yang melihat Syifa senyam senyum sendiri, dirinya juga ikutan senyam senyum sendiri
Di dalam hati Jonathan bergumam :
"Aaa! Dia sangat lucu kalau sedang malu - malu begini."
Mereka pun masuk ke dalam Gramedia untuk membeli beberapa novel.
Jonathan pun memfoto Syifa secara diam diam tanpa sepengatahuan dia.
Di dalam hati Jonathan bergumam :
"Aduh cantik bangett Syifa, rasanya ingin memilikinya namun tidak bisa Tuhan saja berbeda."
Jonathan pun nampak sedih dan bimbang.
Setelah habis dari Gramedia, mereka pun mampir di restoran yang dekat dengan masjid dan sudah adzan Dzuhur. Syifa pun meminta izin kepada Jonathan untuk sholat Dzuhur terlebih dahulu.
"Izin dulu yaa Nathan, aku mau beribadah dulu ke masjid tolong jagain tempat dan makananku selama saya sholat yaps."
"Silahkan sholat dulu kamu."
Syifa melihat di lehernya Jonathan ada sebuah kalung salib dan dia sedang memakai Rosario, melihat akan hal itu hati Syifa pun sedih. Dirinya tidak tahu jika Jonathan berbeda keimanan dengan dirinya.
"Waduh! Ternyata dia non Islam yah? Terlanjur aku jatuh cinta kepada dirinya. Sungguh aku bimbang dan bingung harus bagaimana," dengan ekspresi wajah yang begitu sedih.
Kemudian, Syifa pun diantarkan ke rumahnya oleh Jonathan. Syifa sudah di sambut sama kedua orangtuanya, kaka kandung dan adeknya. Syifa anak ke dua dari ketiga bersaudara, ia memiliki kaka pertama yang bernama Muhammad Aiden dan adek yang bernama Putri Salsabila.
Syifa pun masuk ke dalam rumah dan sudah di sambut oleh Abah.
"Assalamualaikum, Abah umi Syifa pulang nih." Syifa memberikan salam
"Wa'alaikumsalam, kamu habis darimana saja nak?" Abah tanya ke Syifa.
"Habis dari Gramedia Abah, cari buku." Syifa pun menjawab pertanyaan dari Abah.
"Tadi diantar siapa?" Abah tanya lagi
"Sama Jonathan, teman kuliah Syifa bah." Syifa pun menjawab pertanyaan lagi.
Abah nampak melihat sang putri yang bernama Syifa itu sedang gugup dan ketakutan, maka Abah pun bertanya kepada Syifa kembali soal agama Jonathan.
"Agama dia apa?" Tanya Abah kembali
"Agama dia Katolik Abah, tenang aja aku tidak bakalan pindah ke agama dia."
"Ya udah, sana kamu mandi dan ganti baju kamu habis keluar soalnya."
"Baik Abah, Syifa ke kamar dulu yaps."
Kemudian Syifa pun masuk ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian, sesudah ganti pakaian lanjut Syifa rebahan sebentar sebelum makan malam tiba.
__ADS_1
Tiba - tiba saja ada pesan WhatsApp dari Jonathan.
"Syifa, ini Jonathan di save nomerku yaps."
"Oke deh, sudah saya save Nathan."
Syifa pun menanyakan ke Jonathan besok pergi ke CFD bersama - sama.
"Ouh iya, besok aku ajak ke CFD mau tidak?"
Syifa pun menanyakannya lagi untuk perihal jam berapa mau ke CFD
"Boleh, jam berapa?"
"Jam 07.00 pagi aja, bagaimana syif?"
Syifa pun menyetujuinya bahwa jam 7 pagi pergi ke CFD
Syifa menolak duluan untuk besok di jemput Jonathan, karena orangtuanya terutama Abahnya akan menanyakan beberapa banyak hal.
"Kalau aku sih mau mau aja Nathan, besok kita ketemuan di lapangan aja yaps."
"Lah kenapa nggak aku jemput Syif?"
" Kalau Kamu jemput aku, nanti aku di interogasi sama Abahku."
"Ya udah besok janjian aja di lapangan."
"Oke deh siap Nathan, sampai berjumpa besok."
Nampak sekali di hati Syifa berbunga - bunga, ternyata Syifa sedang jatuh cinta kepada Nathan teman satu kampusnya itu. Lantas langsung berucap istighfar agar terhindar dari godaan syaithon, terus beristighfar setiap kali berpapasan dengan Nathan atau diajak jalan bareng.
"Astaghfirullah hal adzim, Astaghfirullah hal adzim, Astaghfirullah hal adzim."
Tiada hentinya Syifa beristighfar.
Malam pun telah tiba, waktu sudah menunjukkan waktu pukul 18.00 WIB adzan Maghrib sudah berkumandang dan bergegaslah Syifa untuk mengambil air wudhu untuk sholat
10 menit kemudian, Syifa sudah menunaikan ibadah sholat Maghrib secara berjamaah. Umi Syifa pun memanggil Syifa dengan suara kencang umi pun memanggil nama Syifa.
"SYIFA! Ayo ke dapur bantuin Umi masak nak."
Syifa pun membalas sahutan suara dari uminya.
"IYA UMI! Syifa otw ke dapur nih."
Beberapa menit kemudian, Syifa pun ke dapur untuk membantu uminya untuk masak buat makan malam nanti.
"Mau dibantuin apa ini Umi? Masak apa hari ini?"
"Ada nasi goreng, gorengan tahu sama es teh."
"Wah, kelihatannya enak nih hihi. Ayoo buat Umi, aku bantuin bagian apa nih?"
"Kamu bantuin masak nasi goreng, bisa kan kamu?"
"Insyaallah bisa Umi, bahannya mudah kan Umi?"
"Mudah banget, Umi udah beli bumbu nasi goreng."
__ADS_1
Satu jam kemudian, masakan pun sudah siap untuk disajikan. Semuanya pun pada berkumpul di meja makan, ada Abah, Umi, Abang dan adeknya.
TO BE CONTINUED