
Pada waktu itu setelah akad nikah antara Hafid dan juga Syifa, pada malam hari sekitar pukul 20 : 00 WIB yang semula harunya hidup bahagia dengan adanya resepsi yang diadakan oleh dua mempelai tersebut.
Namun pada saat semuanya pada kumpul di gedung, ada seorang perempuan yang sama ia lihat pada saat pengajian tersebut.
Ia wajahnya seperti benci dan sebal terhadap Syifa dan juga Hafid, ia tidak mau bersalaman dengan Syifa dan Hafid. Berbohong sekali wanita tuh
Gadis tersebut sangatlah tidak suka terhadap Shireen, di dalam hatinya ia berkata
"Aku akan merusak hubungan kamu dengan mas Hafid, aku akan membuat kamu sedih tidak berujung dan mas Hafid akan menjadi milikku selamanya." Gadis tersebut ingin merebut suami orang yang biasa disebut pelakor.
Didalam hati wanita tersebut, terbesit ingin sekali menghancurkan rumah tangganya
"Hahaa, aku akan berusaha agar rumah tangga kalian hancur dan retak dengan adanya aku datang, aku ingin merebut mas Hafid dari dirimu." batin wanita tersebut
Beberapa menit kemudian cewek tersebut pulang dalam keadaan emosi yang tidak stabil.
"IH, AWAS SAJA YAA KA SYIFA AKU AKAN MEREBUT SUAMI KAMU UNTUK DIRIKU, DAN SUAMIMU AKAN JADI MILIKKU SELAMANYA. HAHAHAA," gadis tersebut ketawa jahat
Ia pun terus mencoba untuk menggoda mas Hafid, pada saat itulah mereka berdua sedang berada di sebuah taman sambil menikmati pepohonan yang sejuk.
Beberapa menit kemudian, wanita tersebut menggoda Hafid suaminya Syifa dengan cara meminta nomernya
"Stt, mas Hafid saya sepupunya Shireen boleh minta nomernya nggak?" Tanya gadis tersebut
"...." (tidak ada jawaban dari Hafid)
Dia tahu berasal dari pondok susah untuk di godain karena dia telah menemukan dambaan hatinya.
"AWAS SAJA YA, AKU AKAN TERUS BERJUANG AGAR KAMU MENJADI MILIKKU SELAMANYA. TOLONG JADIKANLAH AKU ISTRI KEDUA AKU LEBIH BAIK DARIPADA SYIFA ISTRI SAHMU ITU!" Batin gadis tersebut
Pada waktu itu mereka pun kembali ke rumah, Syifa mencurigai kepada saudara sepupunya itu
"Hey, aku mau tanya sama kamu. Kamu ada hubungan apa dengan suami saya?" Tanya Syifa
"Memangnya masalah ya buat lo?" Ketus gadis tersebut
"Huft, aku tanya baik baik mbak. Kamu ada hubungan apa dengan suami saya?" Tanya Syifa
"Maaf ya mbak, dianya aja yang menggoda saya minta nomer WhatsApp saya," bohong gadis tersebut
__ADS_1
Tiba tiba saja mas Ikhsan langsung saja mengklarifikasi kepada Syifa.
"Astaghfirullah sejak kapan saya genit dan saya goda terhadap kamu mbak," balas Hafid
"Beneran mas kamu nggak goda ataupun genit terhadap dia?" Tanya Syifa
"Astaghfirullah dek, mas nggak pernah lakuin hal itu. Mbak ini yang genit dan godain saya pada saat dek Syifa main di rerumputan, saya punya buktinya saya sudah meng video hal tersebut," Hafid membela dirinya
Beberapa menit kemudian Hafid pun menunjukkan video tersebut kepada Syifa dan tiba tiba saja Syifa menampar pipi gadis tersebut
"PLAK!"
"Anda telah berbohong, saya tidak percaya terhadap anda. Saya laporkan kepada orangtua anda karena mencoba untuk merusak hubungan suami orang," tegas Syifa
"PERGI DARI RUMAH INI DAN JANGAN DATANG KEMBALI DAN JANGAN PERNAH MERUSAK HUBUNGAN SUAMI ORANG, ANAK GADIS SUDAH MENJADI PELAKOR. DASAR KAMU PELACUR DIMANA LETAK RASA MALU KAMU HEHH!" Marah Syifa
"Astaghfirullah, sudah dek jangan emosi," Hafid mencoba untuk tenangin Syifa yang emosi
"TENANG BAGAIMANA COBA!! DIA MENCOBA UNTUK MERUSAK HUBUNGAN KITA LOH MAS DIAA MENCOBA UNTUK JADI PELAKOR," marah Syifa
"Astaghfirullah, mbak kamu itu masih muda umurnya masih belasan tahun. Anda masih bersekolah, fokuslah berpendidikan mu dulu dek jangan sampai kamu jadi begini mauu dianggap pelacur gituu heh sama semua orang," nasehat Hafid
"Belajarlah yang rajin, jangan sampai hanya gara gara cowok satu doang kamu bakalan kek gini," ucap Hafid
"Mbak, aku udah kenal keluarga mbak. Jadi mohon maaf sebesar besarnya jika mbak tau kalau mbak ingin merebut suami saya, nama mbak akan malu di hadapan semua keluarga. Jadi jangan berbuat aneh aneh terhadap keluarga saya mbak paham kan kamu!"
"...." (sekali kali tidak ada jawaban dari gadis tersebut)
"Baik mbak, saya sekarang paham terimakasih banyak mbak, maaf sudah mencoba untuk merebut suami mbak ," permintaan maafkan dari gadis tersebut.
Beberapa menit kemudian gadis pun pulang ke rumah, sesampainya di rumah ia menangis sejadi jadinya. Merasa bersalah terhadap Syifa dan Hafid
"Hiks, maafkan aku ya Allah mencoba untuk melakukan kesalahan yang begitu besar. Ya Allah tolong maafkanlah hambaMu ini," tangis gadis tersebut
Keesokan harinya, pada hari minggu setelah resepsi pernikahannya Syifa dan Hafid. Syifa keluar dari kamar, pada saat turun ke bawah ada sebungkus kresek warna hitam dan baunya masyaallah menyengat dan bau amis seperti bau bangkai manusia.
Syifa pun terkejut atas apa yang ia lihat di bawah tadii
"Aaaaa, astaghfirullah siapa yang menaruh bangkai disini," teriak Syifa
__ADS_1
Tiba tiba saja Hafid turun ke bawah nyusul istrinya, dan bertanya kepada Syifa istrinya
"Ada apa sayang?" Tanya Hafid
"Ini mas, ada kirim paket yang berisikan bangkai gitu ih coba dibuka atuh," tangis Syifa
"Astaghfirullah, siapa orang yang berani beraninya menganggu rumah tangga kita," kesal Hafid
"Mana aku tahu mas, siapa dalang tersebut," kata Syifa
Beberapa menit kemudian, Syifa menemukan secarik kertas yang sudah kusam yang bertuliskan
"Haii Syifa, masih ingat aku kan? Aku mantan pacar kamu yang bernama Jonathan aku akan membalaskan dendamku kepadamu," ancam Jonathan
"Astaghfirullah mantan kamu ko sungguh amat kejam sekali to," kesal Hafid
"Aku tidak tahu yaa mas aku kira dia bakalan berubah ternyata dia makin ngejar ngejar aku aku harus bagaimana mas," cemas Syifa
"Buanglah bangkai tersebut segera!" Perintah Hafid
Beberapa menit kemudian barang barang pun dibuang dan dikubur dalam tanak, Syifa makin hari pusing dan stress dikarenakan ia diberikan cobaan.
Pada saat suaminya tidur, Syifa menuliskan di dalam buku hariannya
Dear diary...
Kenapa sih ya Allah, engkau memberikan aku cobaan berat begini. Hamba nggak kuat ya Allah atas ujian dariMu ya Allah.
Tuhan...
Jika takdir atau nasib bisa berubah maka aku akan bertukar takdirku dengan orang lain, sayang seribu sayang aku tidak bisa bertukar nasib dengan orang lain.
Jakarta, 14 Januari 2018
Seketika air mata Syifa menetes dengan sendirinya, syifa mencoba supaya tetap tegar segala kondisi.
"Aku harus strong dan kuat ren, demi keluarga kamu. Aku harus bisa bertahan hidup kasihan suamiku yang setiap hari mencari nafkah untuk menafkahi aku dan anak anakku kelak jika sudah isi di dalam perut aku," batin Syifa
...****************...
__ADS_1
TO BE CONTINUED