
Pada bulan Juni 2018 pada saat keluarga Syifa dan juga Hafid dalam melakukan makan malam bersama, Ikhsan sedang makan bersama Syifa.
Pada waktu sehabis makan malam di luar kemudian mereka pun pulang ke rumah untuk mengistirahatkan badan, pada waktu di dalam kamar Syifa dan Hafid.
"Dek, aku mau tanya boleh?" tanya Hafid
"Tanya apa mas?" Tanya Syifa
"Anu, kamu sudah ada gejala kehamilan belum dek?" Tanya Hafid
"Hiks, belum itu mas aku harus bagaimana. Aku tidak tahu bagaimana caranya ya Allah," tangis Syifa
"Hem, mari kita coba untuk konsultasi kehamilannya lewat dokter kandungan," saran Hafid
"Aku takut mas, terjadi apa apa denganku aku harus bagaimana ini mas hiks," tangis Syifa
"Udah dek, bismillah ya semoga nggak terjadi apa apa pada kita," ucap Hafid
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah sakit kramat jati untuk melakukan konsultasi kepada dokter kandungan. Dokter pun mengatakan hasilnya
"Gini hasil pemeriksaan terdapat tumor di bagian rahim ibu kemungkinan memiliki anak hanya sedikit sih," ucap dokter
"Ha? Apa dok? Istri saya ada tumornya?" Tanya Hafid
"Iya pak, ada tumornya….” jawab dokter
"Terus bagaimana caranya supaya mencegah untuk menghilangkan tumornya istri saya?" Tanya mas Hafid
"Ada sih, dengan cara kemoterapi pak…” jawab dokter
"Apa? Kemoterapi?" Tanya mas Hafid
"Iya pak, istri bapak akan melakukan kemoterapi secara berturut turut, " jawab dokter
Setelah melakukan perbincangan dengan dokter, Hafid dan Syifa kembali ke rumah untuk melakukan istirahat.
"Mas, tolong rahasiakan ini dari umi ya aku nggak mau umi kepikiran….” Syifa memohon kepada mas Hafid agar merahasiakan penyakitnya.
"Baik dek, mas akan janji," Hafid berjanji kepada sang istri agar tetap rahasia jenis penyakitnya tersebut
"Tadi kalian habis darimana?" Tanya bunda
"T – tadi habis jalan jalan ke mall Umi, beli makanan disana cuman lihat lihat doing….” Syifa sengaja berbohong kepada Umi tersebut.
Beberapa menit kemudian, Syifa dan Hafid masuk ke dalam kamar. Mas Hafid bertanya kepada Syifa
"Dek, kamu kenapa berbohong kepada umi kamu?" Tanya mas Hafid
__ADS_1
"Maaf mas, aku terpaksa berbohong karena umi nggak mau kepikiran soal hal ini hiks," tangis Syifa
"Ya Allah dek, ya udah tidak apa – apa ini demi kebaikan kamu juga soalnya umi kamu nggak jadi kepikiran kan….” ucap Hafid
"Iya mas, aku takutnya umi tambah kepikiran jadinya seperti ini," kata Syifa
Pada waktu malam telah tiba waktu menunjukkan pukul jam 3 pagi, Syifa berdoa kepada Allah dengan sangat Khusyuk
"Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang, hamba mohon ya Allah, berikanlah hamba janin di dalam rahimku ini ya Allah. Aamiin," doa Syifa
Pada waktu hari minggu, Syifa kedapatan mas Hafid sedang berduaan dan mengobrol bersama saudara sepupunya dengan sangat mesra. Setelah selesai mengobrol kemudian mas Hafid masuk ke dalam kamar dengan tujuan untuk meminta doa restu untuk menikah lagi dengan sepupunya Syifa
"Dek, mas minta izin dari kamu mas ingin berpoligami dengan sepupu kamu," ucap mas Hafid. .
Seketika Syifa merasakan hancur sehancurnya.
"Ada apa mas? Kenapa masnya ingin berpoligami dengan sepupuku sendiri, apa kurangnya aku sih mas dimata mas Hafid sehingga berani raninya mas tega menduakan cintaku ini. Aku tulus kepadamu mas, apa gara gara aku tidak mempunyai keturunan sehingga mas berani berpoligami. Ya Allah mas tega banget kamu mas denganku hiks," tangis Syifa.
"..."(tidak ada jawaban dari mas Hafid)
Semua orang pada terkejut dengan amarahnya Syifa, seketika itulah mas Hafid memeluk Syifa dan mengatakan kepada Syifa.
"Udah sayang tenanglah, aku akan bersikap adil kepadamu," ucap mas Hafid..
"HA? ADIL KAMU BILANG? APAKAH KAMU BISA MEMBAGI CINTAKU KEPADA SEPUPUKU YANG TERGILA - GILA TERHADAP KAMU, ITU YANG NAMANYA ADIL? AKU MOHON JANGAN POLIGAMI DARIKU MAS HIKS," tangis Syifa.
Syifa sudah marah bercampur tangis sumpah dia tidak rela mas Hafid berpoligami, Syifa tidak bisa menahan air matanya. "ya Allah, kenapa sih mas Hafid begini kepadaku. Apa salahku ya Allah, tolong cegah Hafid biar tidak poligami," doa Syifa.
Beberapa bulan kemudian, wajah Syifa penuh dengan pucat lemah, letih dan lesu untuk berjalan aja susah. Pada saat mau berdiri dan menuju ke dapur tiba tiba saja hidung Syifa mengeluarkan banyak darah dan ia pun jatuh pingsan di hadapannya mas Hafid.
"Gubrakk!"
Mas Hafid langsung terkejut dan kagett karena Syifa pingsan dan mengeluarkan banyak darah.
"Astaghfirullah dek, kenapa sih ya Allah," khawatir Hafid.
Kemudian Syifa langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih serius lagi.
Sesampainya di rumah sakit Syifa langsung dibawa ke dalam ruangan, disana sudah ada Hafid, abah dan umi, mereka sangat khawatir atas kesehatannya Syifa. Mereka terus berdoa dan khawatir terhadap anaknya dan juga khawatir terhadap istrinya.
"Ya Allah, sembuhkanlah anakku dan juga istrinya Hafid ya Allah. Aamiin," doa umi
Beberapa jam kemudian, Dokter pun keluar dari ruangan tempat dirawatnya Syifa. Dokter pun mengatakan kepada keluarga Syifa, bahwa Syifa mengalami tumor yang berada di ovarium, Syifa juga mengalami gangguan cairan darah di otaknya membuat Syifa jatuh dan mengeluarkan banyak sekali darah.
"Hasil pemeriksaan, Syifa mengalami tumor ovarium dan ada gangguan cairan darah di otaknya," ucap Dokter.
"Apa dok? Nggak mungkin kan anak saya mempunyai penyakit tersebut?" Tanya umi.
__ADS_1
"Tidak nyonya, Syifa sudah mengalami penyakit itu beberapa bulan yang lalu," ucap dokter.
"Bagaimana caranya dok supaya anak saya bisa sembuh?" Tanya umi.
"Dengan cara kemoterapi dan operasi pengangkatan tumor di otak nyonya," jawab dokter.
"What? Kemoterapi dan pengangkatan tumor? Apakah bisa sembuh anak saya?" Tanya umi
"Insyaallah bisa sembuh asalkan rajin kemoterapinya dan lancar operasi pengangkatan tumor," ucap dokter
Keesokan paginya, Syifa terbangun dari pingsannya dan bertanya kepada suaminya.
"Mas, aku ada dimana ini? Ko tanganku di infus mas?" Tanya Syifa.
"Kamu berada di rumah sakit, kemarin kamu pingsan baru ini kamu udah siuman…”Mas Hafid pun menjawabnya
Beberapa menit kemudian ada sepupu Syifa yang masih saja dendam dan ingin merebut Hafid dari Syifa, gladis tersebut bicara dengan suara manja kepada Hafid.
"Mas, ayo aku ingin berduaan dengan dirimu," rayu Gladis.
"..."(tidak ada jawaban dari Hafid) Gladis tersebut terus saja rayu, sehingga membuat Hafid marah.
"Kamu bisa diam tidak sih? Istriku lagi sakit kamu malah seenaknya begitu!" Bentak Hafid.
"Memangnya gue peduli, sekalian ka Syifa meninggal aja sana," sebel Gladis
Tamparan keras mendarat di pipinya Gladis sehingga Gladis merasa kesakitan
"PLAK!"
"Aww, masnya kenapa tampar aku bukan tampar istrimu yang sakit sakitan itu," sebel Gladis
Tamparan keras yang kedua kalinya untuk Gladis
"PLAK!"
"Asal kamu tahu yaa, dia itu istriku. Meskipun dia sakit sakitan aku tetap sayang sama dia PAHAM NGGAK!" bentak Hafid.
"Jaga omongan kamu yah, dia itu istri aku kamu tidak berhak untuk melarang istri saya apalagi mendoakan istri saya cepat meninggal PAHAM!" bentak Hafid.
Kali ini Hafid sudah tidak bisa menahan kemarahannya.
"...."(gladis tersebut terdiam seribu bahasa)
"Hahaha, aku akan merebut mas Hafiddari kamu ka Syifa. Awas aja pokoknya aku akan terus merebut suami mbak dari kamu HAHAHAA," batin Gladis
TO BE CONTINUED
__ADS_1