
Pada waktu itu, sekitar pukul 09 : 00 WIB, Syifa sudah pulang kerumah dengan kondisi yang amat membaik, kini Syifa dibolehkan oleh dokter untuk pulang.
Pada waktu itu sebelum Syifa pulang ke rumah, pada saat itu Gladis dan keluarganya datang ke rumahnya Hafid, dan dia bilang kalau dia hamil anak mas Hafid
Sebelumnya, pada saat itu Gladis bersama seorang cowok yang tampan nah si cowok mengambil kehormatan si Gladis tersebut tapi si cowok sudah pergii. Padaa saat itu Gladis bercerita kepada Hafid.
"Mas, aku hamil diluar nikah hiks," tangis Gladis
"Ko bisa sih? Astaghfirullah," kaget Hafid
"Iyaa mas, aku hamil anak kamu...." Gladis menangis di hadapan Hafid
Hafid sangat terkejut atas apa yang dia lakukan kepada Gladis, padahal sebelumnya Ikhsan dan Gladis tidak melakukan hal tersebut.
"Ah...**** pasti kamu bohong kan?" Hafid tidak percaya kepada Gladis
"Beneran ya mas aku tidak bohong, kamu tidak ingat apa kamu telah melakukan hal itu kepadaku...."ucap Gladis
"Aku harus bagaimana mas?" Tanya Gladis
"Gini, aku akan coba bilang ke Syifa meminta izin untuk bertanggung jawab terhadap kamu," kata Hafid
Di dalam hati Gladis berkata
"Yes...akhirnya mas Hafid jadi milik aku selamanya, mbak Syifa dan mas Hafid akan bercerai. Dan mas Hafid akan jadi milik aku xixixi...." batin Gladis
Pada waktu itu setelah mengobrol dengan Gladis, tiba tiba saja Hafid meminta Izin untuk berpoligami kepada Gladis sepupunya tersebut.
"Sayang, aku mohon minta izin kepada dirimu aku ingin berpoligami lagi dengan Gladis saudara sepupumu...." Hafid meminta izin kepada Syifa
Tiba tiba saja Syifa marah dan mengacak acak barang yang ada
"APA? KAMU YAKIN UNTUK POLIGAMI DENGAN SEPUPU AKU YANG SUPER GENIT DAN TIDAK SUKA KEPADAKU SEJAK AKU NIKAH SAMA MAS...." bentak Syifa
"Astaghfirullah dek dengerin aku dulu," balas Hafidz
"Dia hamil anak aku dek, padahal sebelumnya aku tidak berbuat apa - apa kepada Gladis...."Hafid mencoba untuk menjelaskan kepada Syifa.
"Astaghfirullah mas, kamu tidak tahu rasanya sakit hati gimana? Beneran aku sudah tidak tahan lagi mas. Aku kira kamu tidak akan berbuat apa apa kepada wanita lain, namun kenyataannya kamu malah menghamili sepupu aku sendiri. Tega bangett kamu mas tega banget sumpah...." Syifa yang mengetahui bahwa suaminya telah menghamili Gladis sangat terkejut.
Akhirnya sang suami pun menceritakan dan menjelaskan.
Pada saat itulah Gladis masuk ke dalam kamar mereka dan Syifa marah marah
"WOY, KAMU JANGAN PERNAH MENGINJAK RUMAH INI DAN KAMU JANGAN PERNAH REBUT SUAMI ORANG APALAGI JADI ISTRI KEDUANYA OGAH BANGETT," bentak Syifa
"Astaga ada apa sih, orang ini kamar kami berdua ko ya kan mas," genit Gladis
"Memangnya kamu pernah hubungan suami istri mas?" Tanya Syifa
"Iyalah," jawab Gladis
"AKU BUKAN TANYA KAMU AKU TANYA SAMA SUAMIKU DASAR PELAKOR," bentak Syifa
Tiba tiba saja Hafid menampar Gladis tersebut
__ADS_1
"PLAK!"
"PLAK!"
"PLAK!"
"Heh...sejak kapan kamu dan aku nikah siri, orang aja yang ada di perutmu itu bukan anak saya tapi anak laki orang lain. Dasar suka memfitnah orang...." bentak Hafid
Tiba tiba saja Syifa datang menghampiri Gladis dan menampar Gladis lagi
"PLAK!"
"PLAK!"
"Bisa nggak sih, jangan coba untuk merusak rumah tangga kami. Aku tidak mengizinkan kalian berdua nikah apapun alasannya....." Kali ini Syifa sangat penuh amarah
"Oh iya satu hal lagi, kamu telah menghancurkan dongeng saya. UNTUK MENGHIDUPKAN DONGENG KAMU...." dorong Syifa kepada Gladis
"...."(Gladis tersebut terdiam seribu bahasa)
Beberapa menit kemudian Gladis tersebut pulang ke rumah dengan rasa kecewa.
"Kamu kenapa sih dek, tega banget membentak sepupu kamu sendiri?" Tanya Ikhsan
"Please lah mas, mas nggak tahu kalau sepupuku itu menyebalkan dan DIA INGIN MEREBUT KAMU DARIKU MAS. TOLONGLAH JANGAN TERGODA OLEHNYA," marah Shireen
"Tapi... aku ingin menikahi dirinya. Dia lagi hamil diluar nikah sama aku...." Sang suami pun menjelaskan
"TERUS, KAMU YANG AKAN TANGGUNG JAWAB GITU," bentak Syifa
"Tanggung jawab dengan cara menikahinya begitu? Sungguh tega kamu mas poligami, apakah mas tidak cinta lagi terhadapku dan juga anak kita bunga?" Syifa menangis sejadi jadinya
"B-bukan gitu maksud aku, aku bisa berlaku adil terhadapmu....." Hafid merasa gugup di hadapan sang istri.
"Halah, kamu ngomong gitu berapa kali? Aku tidak akan mengizinkan kamu untuk poligami titik," kata Syifa
"...."(Ikhsan pun tidak bisa berkata apa apa lagi)
Pada waktu malam sudah menunjukkan pukul 03 : 00 sang suami melakukan sholat tahajud dan sholat istikharah untuk mendapatkan sebuah petunjuk dari Allah, dan ia juga berdoa kepada Alah dengan setulus hati.
"Ya Allah, aku harus bagaimana ini. Apakah aku akan berpoligami atau menuruti kata istriku, hamba mohon ya Allah berikanlah hamba petunjuk. Aamiin...." Sang suami sudah sangat pasrah.
Pada keesokan paginya Syifa dan Hafid masih diam dan tidak saling mengobrol satu sama lain, sehingga umi pun bertanya kepada Syifa menantunya
"Nak, kamu kenapa? Kamu marahan sama Hafid ?" Tanya umi
"Huftt, iya mi aku marahan sama mas Hafid...." Syifa membuka menjawab pertanyaan dari uminya
"Loh kenapa? Apa gara gara ingin berpoligami lagi?" Tanya umi
"Iya mi, dia minta izin untuk poligami alasannya gladis hamil di luar nikah...." Tangis Syifa
"Ya Allah, astaghfirullah ko dia begitu tega sih. Kamu harus belajar ikhlas dan sabar jangan emosi nak," kata umi
"Baik umi, aku akan mencoba untuk belajar ikhlas dam sabar mi," kata Syifa
__ADS_1
Dirinya terus saja termenung dan berfikir bagaimana caranya supaya Ikhsan tidakk poligami, Syifa berdoa kepada Allah.
"Ya Allah, aku harus bagaimana ini. Aku ingin hidup harmonis, jika suamiku minta berpoligami aku ikhlas, namun jangan sama Gladis sepupuku. Tolonglah aku ya Allah...." Syifa sudah berpasrah semuanya kepada Allah
"Hiks, aku harus bagaimana umi..." Tangis Syifa
"Tenang nak, kamu harus bisa sabar dan ikhlas menjalankan semua takdir nak," ucap umi
Beberapa menit kemudian Syifa pun mencoba untuk tegar menghadapi semua masalah yang ia lakukan bersama sang suami.
Dirinya pun mengatakan hal tersebut kepada sang suami.
"Mas boleh poligami jika aku sudah meninggal dunia, aku akan ikhlas dan sabar mas," ucap Syifa
"Dek, kenapa kamu bicaranya seperti ituu. Mas akan setia kepadamu, sampaii mas ingin menikah lagi...." Kata mas Hafid
Kemudian Syifa pun ke dapur untuk membantu uminya yang sedang memasak makanan.
"Umi, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Syifa
"Tolong siapkan susu untuk bunga yaa, diaa ingin minum susu," jawab umi
"Baik umi, saya akan membuatkan susu buat bunga," kata Syifa
Syifa pun akhirnya membuat minuman susu buat Bunga, uminya yang mengetahui bahwa dia kebanyakan susu harusnya seperempat susu bubuk bayi.
"Astaghfirullah nak, kebanyakan itu sayang. Segini loh nak, jangan boros boros susu bubuknya ya nak. Soalnya susu bubuk yang ini lumayan mahal nak," ucap umi
"Berapa itu mi kalau segini tuh?" Tanya Syifa
"Harganya sih 20 ribu ke atas sih nak," jawab umi
"Masyaallah, aku harus berhemat kalau kayak gini terus mi," ucap Syifa
Di dalam hati Syifa berkata
"Ya Allah, aku harus bagaimana ini ya Allah. Akankah aku harus mengikhlaskan mas Hafid itu poligami dengan sepupuku, tapi aku tidak ikhlas dia nikah dengan sepupuku sendiri. Bimbang bangett ya Allah, semoga saja ada jalan keluarnya untuk keluargaku. Aamiin...."
Dirinya segera pergi tanpa pamit tanpa membawa Bunga dan ia hanya menuliskan surat yang berisikan
Dear umi, abi, mas Hafid
Aku pergi dulu yaa untuk menenangkan diriku, aku titipkan Bunga kepadamu mas. Tolong rawat dan jaga Bunga ya, pasti aku akan kembali lagi ke rumah jika aku sudah tenang pikiran aku mas.
Aku akan merindukan kalian bertiga terimakasih banyak, nanti aku akan kembali ke rumah lagi.
Love
Syifa Kumalasari
"Aduh ya Allah, Syifa keluar mi. Apakah kita harus tetap mencarinya kah atau menunggu Shireen untuk pulang...." Di dalam benaknya Hafid merasa khawatir terhadap sang istri
"Gini aja, kita tetap mencari Syifa di manapun dia berada tolonglah. Ini istri tercinta kamu Hafid, carilah sampai bertemu nanti....." Umi memberikan saran kepada Hafid.
TO BE CONTINUED.
__ADS_1