Amin Kita Berbeda

Amin Kita Berbeda
Syifa di keroyok Elisabeth?


__ADS_3

Selasa 15 Januari 2015.


Tiba - tiba saja ada pesan masuk dengan nomer tidak dikenal, dengan marah - marah


+62*****


"Woy lo*te! Kamu berani - rani nya merebut Jonathan dari aku, dasar wanita murahan dan pelakor!" Perempuan itu pun bernama Elisabeth


Syifa pun berfikir "dapat nomer aku darimana yah? Ah dahlah"


Syifa pun membalasnya


"What?! Aku yang Lo*te? Bukannya kamu ya mbak yang lo*te? Kamu kan yang suka menggoda cowok aku dan menggoda cowok lainnya, ya kali aku wanita murahan dan pelakor haha."


"Ck! Awas aja yah kamu mbak, aku tunggu di kampus akan aku bully kamu."


"Silahkan saja kalau berani mbak Lo*te haha,"


"Tunggu pembalasanku,"


"Yaa silahkan aku tetap menunggu ko haha, silahkan kalau berani bisa melawan aku haha."


"Aku tunggu nanti sehabis pulang dari kampus."


"Iya iya aku tungguin ko,"


Beberapa menit kemudian, Syifa pun di datangi oleh Jonathan pacarnya.


"Selamat pagi tuan putri, kenapa kamu ko cemberut begitu?"


Syifa pun sontak mengeluarkan hp nya dan menunjukkan chatt dengan Elizabeth, Jonathan pun terkejut dan kaget.


"What?! Anjir lah tuh anak udah mulai nggak masuk akal,"


"Dan dia bakalan bully aku nanti sehabis pulang dari kampus,"


"What the hell? Aku ikutt kamu,"


"Nggak usah, dia mintanya by one get one. Nanti kamu panggil si Ayunda, biar Ayunda bawa pukulan kalau dia sudah menonjok diriku."


"Okee deh siap, udah kamu tenang aja nggak usah khawatir."


Sehabis pulang kampus, Syifa pun mendatangi Elisabeth di halaman belakang kampus. Disana dia sudah menunggu kedatangan Syifa untuk battle satu lawan satu, untung saja Syifa jago bela diri dan taekwondo dan lomba juara 1 jadi yaa wajarlah dia menantang Elisabeth untuk bertarung.


Sesampainya di halaman belakang kampus, Elisabeth langsung meninju wajah Syifa dan Syifa merasakan sakit sedikit.


"Ck! Awas aja ya kamu akan aku balas," ujar Syifa.


"Uluh sakit yah mangkanya jangan sok jagoan, kamu ahli taekwondo mana buktikan." Elisabeth merasa bangga


Beberapa menit kemudian pukulan mendarat tepat di wajahnya Elisabeth dan yah Elisabeth jatuh tersungkur dan Syifa berhasil mengalahkan musuhnya, Elisabeth akan kembali lagi untuk membalas dendamnya.

__ADS_1


"Oke! Kali ini elu menang, tapi aku akan membalas dendam kepadamu dan akan aku rebut Jonathan dari kamu."


"Ck! Oke kalau kamu berani bisa merebut Jonathan dari aku." Syifa pun membalasnya.


Akhirnya Elisabeth pun pergi dan meninggalkan Syifa yang begitu kesakitan, Jonathan dan Ayunda pun datang menghampiri Syifa.


"Masyaallah Syifa, kamu tidak apa - apa?" Ayunda nampak panik.


"Aku tidak apa - apa Ayunda, minta tolong dong ambilkan air minum yang dingin aku haus banget habis berantem sama si Elisabeth."


"Oke dehh, tunggu sebentar yaa tak belikan."


5 menit kemudian, Ayunda pun datang dengan membawakan segelas air putih yang begitu menyegarkan buat Syifa.


"Ini syifa, buat kamu diminum pelan - pelan yaa ada luka di mulutmu soalnya."


"Okee, thank you Ayunda my bestie."


Kemudian mereka pun balik ke rumah, Syifa diantar lagi oleh Jonathan. Sesampainya di rumah pun Abi dan umi pun terkejut


"Assalamualaikum Abi umi Syifa pulang, diantar sama Jonathan."


"Wa'alaikumsalam, apa yang sedang terjadi pada anakku? Kamu apain anak aku?" Abah pun marah marah ke Jonathan.


"Sabar om, saya mau jelaskan."


"Jadi gini om, tadi ada anak perempuan yang bernama Elisabeth dia ngajak Syifa berantem di halaman kampus dia di tampar di pukul dan di injak sama Elisabeth untung saja Syifa jago taekwondo. Saya melihatnya sendiri om dan Tante Syifa di pukul kalau tidak percaya ini fotonya,"


"Sama - sama om dan Tante, Nathan permisi dulu yaa


"Hati - hati di jalan ya nak,"


"Iya om dan Tante, assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam,"


Kemudian Jonathan pun pergi dari rumah Syifa, umi pun ke kamar Syifa untuk mengobati luka yang ada di wajah Syifa.


"Aduh nak, ko bisa di keroyok sama Elisabeth?" Umi pun bertanya kepada Syifa


"A-anu mi, masalah biasa. Aku dikira pacarnya Jonathan padahal aku temannya dia eh dia mengamuk dan mengatakan aku lo*te mi,"


"Astaghfirullah nak, padahal kamu anak yang rajin, Sholehah, tapi yaa ko di bilang murahan begitu ish. Umi nggak terima sih nak kalau begitu, kamu pindah kampus aja yah kalau begitu."


"Ha? Pindah sekolah? Syifa nggak mau pindah kampus, Syifa udah betah disana baru aja Syifa belajar. Keluarkan Elisabeth aja mi biar dia nggak kuliah disana hiks," Syifa pun menangis.


"Bentar, Abah punya teman yang punya kampus namanya pak Harto dia rektor kampus kamu. Kamu bisa bilang ke Abah untuk mengeluarkan Elisabeth dari kampus kamu nak,"


Mata Syifa berbulat penuh dan tidak menyangka bahwa uminya setuju dengan ide anaknya.


"Umi setuju? Jika Elisabeth di keluarkan?"

__ADS_1


"Setuju dong nak, masa anak umi di bully habis - habisan sama geng Elisabeth."


Akhirnya Syifa pun memeluk uminya karena sudah berterimakasih telah membantunya untuk menangani kasus tersebut ini.


Tiba - tiba dapat WhatsApp dari Elisabeth.


"Enak?! Gue tendang, gue Jambak, gue pukul? Mangkanya jangan Deket Deket sama Jonathan.


Uminya pun tahu bahwa anaknya di teror sama Elisabeth mama meminta hp Syifa untuk membalas chat.


"Ouhh! Kamu yang sudah membully anak saya?"


"A-anda s-siapa?"


"Saya uminya, kamu yang membully anak saya ngaku aja deh kamu!"


*Mampus uminya ngechat aku, pasti Syifa sudah lapor uminya duh sial!


"I-iya Tante, saya bully anak Tante. Jangan apa - apain saya tante,"


"Kamu akan saya keluarkan dari kampus ini, karena saya adalah pemilik kampus."


"H-ha? Pemilik kampus?"


"Iyaa, besok mbak datang ke ruangan kaprodi untuk bertemu dengan rektor."


"B-baik Tante, besok saya akan datang ke ruangan kaprodi untuk bertemu dengan kepala dekan."


Anda sudah memblokir kontak ini!


Beberapa menit kemudian Syifa pun berhenti mengechat Elisabeth dan sudah memblokir Elisabeth


"Terimakasih umi, sudah membantu Syifa untuk menyelesaikan masalah ini untung ada Nathan yang menolong Syifa mi."


"Hehe iyaa nak, kamu selalu hati - hati. Untung saja kamu sudah bisa taekwondo nakĀ  jadi bisa melindungi kamu sendiri,"


"Kalau ada masalah cerita sama umi yah, biar umi bantuin kamu nak."


"Siap umi, sekali lagi terimakasih banyak sudah membantu Syifa. Sayang banget sama umi, love you so much umiku sayang."


"Sayang juga anak umi, belajar yang rajin ya nak kamu. Biar nanti kelak sukses sebagai penulis handal, itu cita - cita kamu kan?"


"Iya umi, itu cita - citaku ingin jadi seorang penulis handal dan hebat."


"Wah, bagus sekali cita - citamu nak, Umi akan mendukung kamu kapan pun dan dimana pun kamu berada nak."


"Terimakasih Umi sudah mendukungku."


"Dengan senang hati sayangku."


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2