Amin Kita Berbeda

Amin Kita Berbeda
Perebutan hak asuh Bunga


__ADS_3

Pada waktu itu tanggal 21 Januari 2019, Syifa dan Hafid sudah berpisah alias sudah bercerai.


Hari ini adalah hari yang dimana bunda dan ayah ke pengadilan untuk pengasuhan hak anak bunga, meskipun bunga adalah bukan anak kandung alias anak adopsi tapi dia perlu mana yang pantas untuk menjadi orangtuanya.


Sesampainya di pengadilan seperti biasa Syifa dan Hafid tidak berbicara sedikitpun, Bunga mencoba untuk membujuk mereka berdua dengan cara berbicara namun tidak berhasil.


"Mohon perhatiannya semuanya, kali ini saya akan membicarakan tentang hak asuh anak yang bernama Bunga," kata hakim


"Kali ini saya akan membagi hak asuh bunga, aku bagi atauu tidak usah dibagi?" Tanya hakim


"Sama saya aja pak jangan sama ayahnya," ucap Syifa


"ENAK SAJA, KAMU TIDAK BECUS TERHADAP ANAKNYA…..” Hafid sudah emosi banget.


"DIAM! Mohon maaf sebelumnya ayah, bunda. Bunga betah sama bunda, meskipun aku tidak dilahirkan dengan rahim bunda namun aku sangat sayang kepada bunda ketimbang ayah. Ayah sudah tega sekali mengkhianati cintanya bunda, bunda tulus terhadap ayah. Ayah memiliki tante Gladis yang begitu menginginkan ayah, ayah sudah tidak seperti dulu lagi yang begitu perhatian terhadap bunda dan juga Bunga. Aku mohon yah, kembalilah kepada bunda sangat tulus mencintai ayah….” Tangis Bunga


"Maaf nak, ayah tidak bisa rujuk lagi kepada bundamu sayang. Ayah sudah bahagia bersama tante Gladis….”


Beberapa menit kemudian hakim pun memutuskan bahwa  hak asuh anak jatuh kepada Syifa Kumalasari.


"Alhamdulillah ya Allah terimakasih banyak, engkau telah mempercayaii akuu untuk mengasuh bunga putrii kecil ini…..” Kali ini Syifa benar – benar bersujud ats kemenangannya


Beberapa menit kemudian mereka pun mereka pun pulang kerumahnya masing masing, sesampainya di rumah dirinya langsung dimarahi oleh Gladis karena tidak jadi mengambil hak asuh Bunga


"Bagaimana sih mas, kamu tidak becus jadi ayah sekaligus suami merebut Bunga dari mama kandungnya….” Kali ini Gladis benar – benar kesal terhadap suaminya.


Tiba tiba saja tamparan keras mendarat di pipinya Gladis


"PLAK!"


"PLAK!"


"Jangan membuat aku tambah emosi tahu, kamu itu cuma sepupu yang tidak ada kaitannya dengan keluargaku. Kamu itu cuma istri kedua hanya menginginkan saya untuk jadi suami kamu……” Kali ini Hafid benar – benar marah kepada Gladis.


"Astaghfirullah, mas ko tega bangett sih sama aku. Apa salahku, aku lagii hamil mas jangan marah marah dan bentak bentak ke aku hiks……” Tangis Gladis


Tiba tiba saja sang suami membanting pintu kamar dan mencoba untuk menenangkan dirinya, sedangkan di ruang tamu Gladis pun terus saja menangis dan intropeksi diri.

__ADS_1


"Ya Allah, apa yang aku bicarakan salah ya karena sudah membuat mas Hafid marah. Harusnya aku makin sayang terhadap dia bukan malah membuat mas Hafid tambah marah, ya Allah ampunilah kesalahan terhadap hambaMu ini ya Allah….”


Beberapa menit kemudian, Gladis meminta maaf kepada suaminya atas kesalahan yang ia perbuat tadii.


"Maafkan aku sayang atas kesalahanku terhadap mas….."


"...."(Dirinya tidak mau menjawabnya karena ia masih kecewa dan benci)


Di dalam hatinya Gladis berkata


"Ya Allah maafkanlah hambaMu ini atas kesalahan hambaMu ini ya Allah, udah marah marah nggak jelas terhadap suami hamba sendiri. Sekarang suamiku cuekin diriku , aku akan membuat dia bikin bahagia ajalah….” Ucap di dalam hatinya


Kita kembali ke Syifa dan Bunga, pada saat itulah bunga dan bunda berbincang bincang dan merencanakan sebuah bisnis.


"Nak, kita nanti mau jualan apa? Mau bisnis apa nih?" Tanya bunda


"Hem, anu aja bund, kita bikin kek minuman jus gitu atauu es coklat cincau gitu," saran Bunga


"Wahh, mantap sekalii itu nak mari kita coba deh yuk….” Syifa mengajak bunga untuk berbisnis


Beberapa menit kemudian, mereka pun membuat es coklat cincau dan dijual di kantin sekolah tempat ia belajar. Dengan seharga 2 ribu rupiah saja.


"Permisi bu, saya mau menitipkan minuman ini saya jual dengan harga 2 ribu saja. Nanti kalau sudah habis uangnya kasihkan ke aku ya buk hehe," ucap Bunga


"Baik Bunga, sana belajar duluu yang rajin dan semangatt ya….” ucap ibu kantin


"Terimakasih banyak ibu," balas Bunga


Bunga pun langsung menuju ke kelas, pada saat di kelas ada sekelompok orang yang begitu sombong dan suka menghina orang yang lemah menghina Bunga karena jualan es coklat cincau


"Hahaha, dasar gadis kampungan sukanya jualan es memangnya nggak malu apa…..” ejek wirda


"...."(Bunga pun tidak membalas apa yang dikatakan oleh Wirda)


Wirda itu anak orang kaya yang suka menghina dan merendahkan kaum miskin dan suka memilah memilih dalam hal pertemanan dan lain lain. Banyak orang yang tidak suka padanya apalagi guru gurunya tidak suka kepadanya.


Hingga beberapa minggu kemudian Bunga memberanikan dirinya untuk berbicara kepada Wirda, awalnya Wirda menolaknya. Namun pada waktu itu tubuh Wirda mengalami lebam  sehingga Wirda merasakan kesakitan.

__ADS_1


"Hey Wirda, maaf bukannya aku untuk menganggu kamu aku cuman mau tanya badan dan tangan kamu lebam dan membiru ada masalah apa wir, silahkan cerita ke aku….” Bunga pun bertanya kepada wirda temannya.


"A-anu bunga, aku habis di kasarin dan ditendangi oleh orangtuaku. Aku tidak ada teman, teman teman yang selalu ada untukku kini mereka telah menemukan teman yang baru. Aku tidak tahu lagi harus bercerita sama siapa dan aku sekarang nggak punya teman….”


Tampak dari raut wajah Wirda, dirinya tidak mempunyai teman


"Astaghfirullah ko bisa?" Tanya Bunga


"I-iya bunga, aku korban broken home. Setiap hari aku mendengar ayah dan bundaku  bertengkar dan ayah sering kasarin aku dan kasarin bundaku, aku ingin kabur dari rumah dan nggak mau jadi korban dari anak broken home…..” Kini Wirda mengeluarkan air mata karena sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya ini.


"Ya Allah, siapa orangtua kamu wir?" Tanya Bunga


"Orangtuaku bernama Gladis dan Hafid," jawab Wirda


Seketika Bunga pun kaget ternyata teman yang pernah nakali dan jahilin aku, orangtuanya ternyata tante Gladis dan ayahnya sendiri.


"H-halo kamu kenapa Bunga, kenapa ko bengong gitu bunga?" Tanya Wirda


"E-eh anu, gpp wir. Aku ikut suasana dalam hal ceritamu…..” Sahut Bunga


Beberapa menit kemudian mereka pun masuk ke dalam kelas, teman teman baiknya pun tanya kepada bunga.


"Kamu habis ngapain? Kamu nggak diapa apain kan sama dia?" Tanya Nisa


"Nggak nis, aku nggak diapa apain ko. Dia lagi ada masalah tubuh dan tangan dia lebam soalnya dia anak broken home nis...." jawab Bunga


"Astaghfirullah aku telah berburuk sangka kepada dia...." kata Nisa


"Kasihan tuh si Wirda kamu suruh duduk disini aja....." ajak nisa


Beberapa menit kemudian Wirda pun datang ke mejanya Bunga


"Bunga apakah aku boleh duduk disini?" Tanya Wirda


"Boleh aja silahkan....." balas Bunga


Akhirnya mereka pun duduk dan jadi sahabatan berempat sekarang, antara Nisa, Bunga, melati dan juga Wirda.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.


__ADS_2