
Pada waktu itu tahun 2019 Syifa tidak kuat untuk mempertahankan keluarganya dengan mas Hafid, Syifa sudah sangatt kecewa.
Dirinya sering dibohongi oleh sang suami itu sendiri, katanya sih tidak menikah siri namun ia tetap menikah dengan sepupunya.
Sebelumnya, Hafid pernah bilang ingin berpoligami namun tidak diizinkan namun Hafid tetap menikahi Gladis dikarenakan Gladis hamil diluar nikah jadi otomatis ia menikahi Gladis secara diam - diam tanpa sepengatahuan Syifa istri sahnya.
Awalnya sih berjalan dengan lancar namun beberapa minggu kemudiaan Syifa mengetahui atas apa suami perbuat selama ini, dan Syifa sangat marah kepada sang suami
"Mas aku mau tanya sama kamu, kemarin kamu nikah sama dia kan?" Tanya Syifa istrinya
"K - kamu tahu darimana sayang?" Hafid tampak gugup berbicara kepada sang istri.
"Ya dari umi lah, dia di undang sama Gladis. Jujur kamu kenapa melakukan nikah siri begini?" Tanya Syifa untuk memastikannya lagi
"Karena aku nggak tega sama Gladis dek, dia kan hamil gitu yaa nggak ada ayahnya jadi otomatis aku tanggung jawab....." Hafid menjawab pertanyaan dari sang istri dengan santai
"Astaghfirullah mas, kenapa sih dirimu tega bangett menduakan cintaku yang begitu tulus kepadamu mas. Aku udah kecewa berat bangett sama mas Hafid, kita telah membangun dongeng ini agar hidupnya bahagia selalu. Tapi apa sekarang kamu malah, membawa dirinya ke istana kita mas, AKU INGIN KITA CERAI!" Gugat Shireen
"Please lah dek, mas nggak mau kita bercerai dek...." Hafid memohon-mohon kepada sang istri
"MAS AKU SUDAH KEHILANGAN KESABARAN SELAMA INI, APAKAH SELAMA INI AKU KURANG CANTIK DI MATA KAMU MAS SEHINGGA MAS TEGA BANGET SAMA AKU. HIKS," bentak Syifa
Tiba tiba saja tamparan keras di pipi Syifa
"PLAK!"
"Jangan pernah sekali kali membentak suami dek....." Kali ini mas Hafid sudah berubah
"Aku membentak gara gara aku membela yang benar, aku nggak mau kamu di manfaatkan oleh Gladis si wanita genit itu...." Ucap Syifa
"Jaga ucapan kamu dek, meskipun dia genit insyaallah dia tidak manfaatin aku...." ucap Hafid
"Pelakor selalu saja dibela, bodoh amat aku tetap akan gugat cerai kamu titik...." ucap Syifa
"Aku udah KECEWA SAMA KAMU MAS...." Kali ini Syifa benar-benar marah.
"OKE FINE JIKA ITU MAU KAMU, HAK ASUH BUNGA JADI MILIKKU..." Hafid yang ingin merebut bunga anaknya
"Ouh tidak bisaa, dia butuh pendidikan dariku...." Syifa pun mengelak.
Syifa dan Hafid sedang merebutkan hak asuh anak, dan siapa yang akan ikut dengan mereka berdua.
Beberapa minggu kemudian Syifa dan Hafid berada di suatu pengadilan agama, untuk mengurusi perceraian antara Syifa dan Hafid.
Pada waktu itu Syifa datang disusul oleh Hafid, di sana mereka tidak ada kata apapun. Seperti orang cuek dan tidak mengenal satu sama lain.
Beberapa menit kemudian, hakim pun mengetuk palu bahwa Hafid dan Syifa resmi bercerai dan asuh hak anak atas nama Bunga jatuh kepada Syifa
"Alhamdulillah Bunga hak asuhnya ada di tangan aku, aku akan menjagamu dan merawat kamu anak bunda," batin Syifa
Pada waktu habis ke pengadilan, kemudian ia kembali ke rumah untuk menggendong Bunga sang anak satu satunya.
"Halo anakku, kamu apa kabar cantik. Bunda ada disini nak, ayo kita pergi ke rumah nenek yuk...." Syifa pun mengajak bunga
"Mau kemana bunda?" Bunga tampak kebingungan
__ADS_1
"Ke rumah nenek nak, kita akan bernginap di sana....." jawab Syifa
"Ayah kemana?" Tanya Bunga lagi
"Ayah sedang ada acara di kantor nanti ayah menyusul nak...." Sahut Syifa
(Dirinya terpaksa berbohong kepada anaknya karena anaknya nggak mau ikutan sedih karena orangtua angkatnya itu berantem)
Hatii wanita manakah yang sakit melihat suaminya menikah dengan orang lain tanpa diketahui oleh istri sahnya, itulah yang dialami oleh Syifa.
Awalnya mereka hidupnya bahagia dan harmonis namun semenjak ada Gladis sepupunya, suaminya jadii tidak perhatian kepadamu.
"Mas kenapa sih tega bangett terhadapku apa salahku sih mas terhadap mas sehingga mas menduakan cintaku selama ini, akuu benar benar kecewa sama mas ikhsan. Hiks," batin Syifa
Dirinya merasa sudah benar - benar kecewa atas apa yang ia alami selama ini, ia dirasa penuh dengan khawatir dan berfikir karena ia takut kalau anaknya yang bernama Bunga jadi korban ayah dan bundanya bercerai.
Beberapa jam kemudian Syifa dan bunga sudah berada di rumah nenek yang terletak di daerah bogor, sesampainya di rumah nenek. Uminya Syifa bertanya
"Nak, ngapain kamu disini?" Tanya umi
Shireen menceritakan apa yang ia alami bersama mantan suaminya itu, dan uminya pun terkejut.
"Astaghfirullah, kenapa dia tega bangett sama kamu menikah tanpa sepengatuhan dirimu. Umi nggak diundang sama Gladis nak," ucap umi
"Dan sekarang aku udah cerai mi, aku tidak tahu harus bagaimana lagi...." Tangis Syifa
"Udahh tidak apa apa kamu jadi single parent aja nak, tenang aja umi bakalan bantuin kamu ko sayang," kata Umi
"Makasih banyak umi, aku tidak tahu lagi harus bagaimana...." Syifa pun memeluk Uminya
"Aaaa..." teriak Bunga
"Ada apa nak?" Tanya Syifa
"Ini bund, ada bangkai tikus di kamarnya Bunga...." Ujar bunga
Tiba tiba saja ia terkejut ternyata pengirimnya Nathan mantan pacarnya tersebut.
Dia pun WhattsApp Jonathan
"Nathan, apa maksud kamu?"
"Ouh itu aku ingin berpisah dengan suamimu...." Nathan membalas dengan muka datar.
"Aku udah bercerai dengan suamiku, kenapa kamu?" Tanya Syifa kembali
"Astaga, aku mau tanya aja Syifa. Di rebut sama siapa suami kamu Syif?"
"Sama Gladis sepupu aku...."
"Bentar gladis itu kan pacar aku, kenapa dia nikahnya sama suami kamu....."
"Jadi selama ini, dia hamil di luar nikah sama kamu bukan sama suamiku?"
"Iya Syifa, aku kabur setelah dia hamill Syif....."
__ADS_1
"Ya Allah kamu tanggung jawablah atas apa yang kamu berbuat kepada dia...."
"Bagaimana caranya Syifa?"
"Tunggu aja mereka bercerai Nat....."
Beberapa menit kemudian setelah WhattsApp Nathan, Syifa pun ke dapur untuk membantu uminya masak. Umi pun bertanya kepada Syifa.
"Bagaimana nak, operasi kamu? Berjalan dengan lancar kan?" Tanya umi
"Alhamdulillah lancar mi, minggu depan melakukan kemoterapi mi…..”
"Wahh alhamdulillah deh…..”
Beberapa menit kemudian, Syifa ke kamar mengobrol dengan Bunga dan ia bertanya kepada bunda.
"Bunda, ayah kemana? Katanya mau nyusul kesini," tanya Bunga
(Aduh aku harus bagaimana ini ya Allah, aku harus ngomong apa ke anakku bahwa aku sama mas Hafid sudah bercerai)
"A-anu, ayah sedang sibuk bekerja nak jadinya nggak sempat untuk menyusul kesini…..” Terpaksa yifa berbohong kepada sang anak.
(Maafkan aku nak, bunda sudah berbuat bohong kepadamu. Ini semua demi kebaikan kamu nak biar kamu tidak sedih terus menerus)
Tiba tiba saja umi mengetok pintu kamarnya Syifa
"Assalamu'alaikum nak….”
"Wa'alaikumsalam umi……”
"Umi ingin bermain bersama bunga nak, adakah bunga?"
"Ada nih……”
Beberapa menit kemudian Bunga bermain bersama nenek, tiba tiba saja Abah datang
"Assalamu'alaikum…..”
"Wa'alaikumsalam Abah…..” Ucap keduanya
"Loh nak ngapain kamu disini?" Abah pun bertanya – Tanya kepada sang anak Syifa mengapa dirinya ada di rumah sini bukannya ikut bersama suaminya mas Hafid
Akhirnya dirinya menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada Abah seketika Abah shock dan marah
"Apa? Jadi dia lebih memilih dan lebih kasihan si Gladis anaknya pak Ahmad itu daripada istri SAHnya?" Kali ini Abah benar – benar sudah marah tidak bisa menahan emosinya.
Bunga sang anak dari Syifa melihat sang kakeknya kenapa marah – marah tidak jelas. Syifa yang berada di samping Bunga tahu kalau kakeknya sedang marah besar, langsung menenangkan sang anak sambil menjawab pertanyaan dari abah.
"I-iya Abah, sekarang aku sudah menceraikan dia. . Soalnya aku sudah tidak kuat menghadapi cobaan ini hiks….” Dirinya menjawab sambil menundukkan kepalanya.
"Sudah nak, tidak apa apa sekarang kamu lebih fokus ngurusin bunga ya nak….” Akhirnya Abah sudah tenang dan kini memeluk Syifa.
Kemudian pada waktu malam hari sekitar pukul 03 : 00 Dirinya pun sholat tahajud dan berdoa kepada Allah, sedangkan Bunga dirinya tertidur sangat pulas sekali.
"Ya Allah yang maha membolak balikan hati manusia, jika mas Hafid kembali ke dalam pelukanku maka bersihkanlah dan sucikan lah hati dirinya. Jika mas Hafid tidak kembali kepadaku maka tolonglah hapus ingatanku tentang mas Hafid ya Allah, hamba sayang sama anak hamba yang bernama Bunga. Semoga bunga menjadi anak yang sholehah berbakti kepada bundanya dan juga sayang terhadap nenek dan kakeknya ya Allah. Aamiin"
__ADS_1