Amin Kita Berbeda

Amin Kita Berbeda
Elisabeth dikeluarkan dari kampus?


__ADS_3

Hari Rabu 16 Januari 2015


Pada pukul 06.30 wib, bergegas Syifa untuk berangkat ke kampus dengan tergesa - gesa. Syifa hari ini masuk jam 7 untuk perkuliahan pak Agung.


Beberapa menit kemudian, akhirnya sampai juga dan memarkirkan kendaraan diluar. Ada genk Elisabeth yang tiba - tiba saja menghadang.


"Woy an*ing! Maksudmu apaan? Mau keluarin bos gue heh?!" Tina pun membentak Syifa


"Yaa terserah gue dong, aku anak pemilik kampus ini!"


"H-ha? Pemilik kampus ini? Emangnya bisa? Kamu kan miskin! Haha."


Tiba - tiba saja Jonathan dan Ayunda pun datang menghampiri dan merekam kejadian yang tadi baru saja, mereka pun terkejut atas apa yang mereka lihat selama ini.


"Ha? Jonathan dan Ayunda kalian daritadi menguping pembicaraan saya dengan Syifa yah?"


"Kalau iya kenapa? Masalah yah? Emangnya gue nggak boleh apa bantuin teman gue gitu untuk hal ini?" Ujar Jonathan


"I-iya masalah sih, karena ini hanya kami ber empat saja masalah soal Elisabeth dan dia mengaku pemilik kampus ini padahal dia miskin."


Ayunda langsung menyauri perkataan Tina temannya si Elisabeth.


"Ha? Apa kamu bilang? Syifa itu miskin? Haha nggak mungkin atuh, kemarin aku ke rumahnya rumahnya besar banget. Kalau nggak percaya coba deh datang ke rumahnya Syifa deh ya tin,"


"Oke gue akan ke rumahnya Syifa lihat aja nanti hahaa,"


"Iyaa nanti aku akan lihatin ko, dan aku bakalan tunggu kalian ko haha."


"Ck!"


Pada saat di kelas, semua orang pun berbincang - bincang mengenai hal tersebut.


Syifa pun menatap balik seolah - olah ada yang menantang dia untuk mengajak berantem.


Pada saat jam pelajaran, dosen menerangkan tiba - tiba Elisabeth yang belum di keluarkan dari kampus tiba - tiba di panggil oleh dekan.


"Atas nama Elisabeth, mari ikut ke ruangan bapak sebentar."


Pada waktu di ruang dekan, pak rektor kampus menanyakan sesuatu hal kepada Elisabeth.


"Nak, bapak mau tanya kamu bully Syifa yah?" Tanya pak rektor


"I-iya pak saya bully Syifa karena dia sudah merebut Jonathan dari saya pak." Ujar Elisabeth membela dirinya.


"Astaga nak, kamu itu masih semester 1 masih Maba kamu tidak boleh begituan. Kamu panggil Syifa sama Jonathan biar jelas dia katakan," sahut pak rektor


Kemudian Elisabeth pun memanggil Jonathan dan Syifa.


Syifa dan Jonathan masuk ke ruangannya kepala dekan


"Tok!"


"Tok!"


"Tok!"


"Silahkan masuk aja Syifa dan Jonathan,"


"Ada apa yaa pak memanggil kami berdua?"

__ADS_1


"Apakah benar, Elisabeth memukul kamu Syif?" Tanya pak rektor


"Iya pak, ini buktinya sampai babak belur gara - gara hal sepele." Ujar Syifa


"Oke bapak percaya sama kamu nak," sahut pak rektor."


Elisabeth pikmik di hadapan Jonathan.


"Sayang, kamu percaya kan sama aku masa aku di tuduh begitu." Elisabeth menggoda Jonathan


Mengetahui hal tersebut pak rektor jijik dan yah mau tidak mau harus di keluarkan dari kampus sini.


"Idih! Siapa elo? Pacar gue aja Syifa bukan elu paham!"


"Mampus Luh Elisabeth, ngaku - ngaku dia pacar kamu sekarang pikmik lagi lawak Lu yah."


"Ck! Apaan si anjg, dia aja pacar aku Bener kan sayang?"


"Idih! Sejak kapan aku jadian sama kamu Elisabeth?"


"Sudah! Sudah! Elisabeth kamu sudah keterlaluan yah bapak jijik lihat kamu, pokoknya bapak akan tetap keluarkan kamu dari sini." Pak rektor sudah tidak tahan lagi melihat Elisabeth.


Di dalam hati Elisabeth bergumam


"Ck! Awas aja ya kalian berdua aku bakalan merusak hubungan kalian berdua, aku akan merebut Jonathan dari kamu."


"I-iya pak, saya akan keluar dari kampus ini." Ujar Elisabeth.


"Bagus, akan saya urus surat keluar kamu dari kampus ini."


Kemudian teman - teman Elisabeth pun datang ke ruangan pak rektor.


"Kenapa bapak keluarkan Elisabeth, seharusnya yang di keluarkan itu Syifa. Saya tidak terima!"


"Membela orang yang tidak baik yah ternyata kalian, kalian mau aku keluarkan dari kampus ini? Saya pemilik kampus ini loh. Membela maka siap - siap aja kalian bakalan dikeluarkan dari kampus ini,"


"I- iya pak, saya nggak mau di keluarkan dari sini pak. Mohon maafkan saya pak,"


1 jam lebih di ruangan pak rektor akhirnya mereka semua masuk ke dalam kelas, untuk mengikuti jam berikutnya.


Semua orang nyinyir kepada Syifa dan juga Jonathan, semua pun tertuju kepada Syifa dan juga Jonathan.


"Eh, lihat tuh Syifa dan Jonathan katanya sudah berhasil mengeluarkan Elisabeth dari kampus ini. Lega aku sudah tidak ada yang di bully lagi," ujar Niki


"Woyalah, beneran? Kamu tahu darimana?" Sahut temannya


"Aku di kasih tahu sama bestie nya  si Syifa, Ayunda yang memberitahu dan Syifa pemilik kampus ini dong." Sahut Niki lagi.


"Anjir! Yang benar kamu Niki? Masa Syifa pemilik kampus ternama ini?" Sahut temannya lagi.


"Beneran, sumpah aku tidak berbohong. Aku juga kaget cuy kalau Syifa pemilik kampus ini. Kalau kita bully Syifa otomatis dikeluarkan dari kampus ini dong, nggak mau bully orang deh gue." Ujar Niki


"Sudah, kita jangan bully Syifa kita berteman saja sama mereka. Mereka baik - baik semua jadi jangan ragukan mereka lagi," sahut temannya


"Bener juga sih, mereka baik - baik. Ayolah kita berteman sama mereka bertiga," ucap Niki


Beberapa menit kemudian setelah jam pelajaran berakhir, Niki and the geng pun menghampiri Syifa, Jonathan dan juga Ayunda.


"Syifa, ini Niki kami semua mau berteman dengan kamu. Apakah kamu menerima pertemanan kami bertiga ini?" Ucap Niki

__ADS_1


"Oh Hay Niki, boleh atuh bagaimana Jonathan dan juga Ayunda mau nggak jadi temannya mereka?" Syifa bertanya Kepada Jonathan dan juga Ayunda


"Boleh aja sih kami berdua menerima kalian, asalkan yang baik - baik sama kita kita oke?" Ucap Ayunda.


Mereka berenam akhirnya bersahabat, semoga saja Niki and the geng baik sama Syifa dan juga Jonathan.


Syifa pun diantar pulang sama Jonathan, sesampainya di rumah. Di depan rumah sudah di sambut Abah dengan raut wajah yang sedikit berbeda dari biasanya.


Syifa pun memberi salam.


"Assalamualaikum Abah, Syifa pulang." Syifa pun mencium tangan Abah.


"Wa'alaikumsalam! Sana masuk, anak perempuan nggak boleh pulang malam!" Abah membentak Syifa.


Sontak Syifa terkejut dan menahan air mata, di sisi lain Jonathan mau berpamitan pulang bersalaman dengan Abahnya Syifa.


"Om, Jonathan pulang dulu ya malam."


Jonathan mau mencium tangan Abah, tapi Abah menolaknya untuk di cium.


"Duh! Apa jangan - jangan Abah Syifa tahu kalau aku ini non Islam yah."


Akhirnya Jonathan pun pergi dari rumahnya Syifa, sesampainya di dalam Abah marah - marah dan bentak - bentak Syifa.


"Syifa! Abah mau tanya sehabis makan malam!" Dengan nada emosi dan nahan amarah.


"I-iya Abah," Syifa menjawab dengan gugup


5 menit kemudian setelah makan, Abah pun langsung interogasi Syifa.


"Nak! Apakah bener sekarang kamu berpacaran dengan Jonathan itu?"


"....."


"KALAU DI TANYA ORANG TUA JAWAB ATUH!" Abah sudah menahan emosi sedari tadi.


"I-iya Abah, aku pacaran sama Jonathan." Jawab Syifa dengan gugup.


"Astaghfirullah nak! Kamu tahu agama dia apa ha?"


"T- tau  Abah, agama dia Katolik." Sahut Syifa.


Kini Syifa menahan air mata dan menahan rasa takut kepada Abah nya.


"Kita itu berbeda nak! Agama dia berbeda apalagi Tuhan dia, kamu mau apaa merebut dia dari TuhanNya?"


"Tidak mau Abah, t- tapi dia ingin pindah ke agama Islam itu."


"Astaghfirullah hal azim, ingat nak Abah sudah mendidik kamu agar kamu tidak pacaran eh malah kamu pacaran sama dia yang jelas - jelas berbeda keyakinan dan keimanan nak."


"Maafkan aku Abah, aku harus bagaimana?"


"Kamu lebih baik putus kan saja  dia dan  Abah akan jodohkan kamu dengan seseorang yang begitu sholeh dan bisa menjaga kamu,"


"Ha? Di jodohkan? Sama siapa Abah?" Syifa pun terkejut.


"Ada deh, hari Ahad dia datang ke rumah kita. Siap - siap ya nak,"


Syifa pun mengomel dirinya sendiri dikarenakan masih shock tiba - tiba saja di jodohkan begitu saja.

__ADS_1


"Masyaallah sekali aku mau dijodohkan sama anak laki - laki dari teman Abahku, hidup jaman modern begini harus yah jodohin anaknya? Abang aja belum menikah masa aku udah menikah duluan alias melangkahi Abangku. Ya sudahlah aku menurut saja perjodohan ini daripada nanti aku di cap sebagai anak durhaka terhadap orangtua, maafkan aku Jonathan aku harus dijodohkan sama kedua orangtuaku."


TO BE CONTINUED


__ADS_2