
Hari Sabtu tanggal 19 Januari
Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB, hari ini perkuliahan libur tidak ada jam masuk. Syifa seperti biasa bangun pagi beres rumah yang begitu berantakan.
Satu jam kemudian, setelah Syifa beberes rumah. ada notifikasi WhatsApp dari Ayunda sahabatnya
"Assalamualaikum bestie, gimana keadaan kamu? Sudah enakan belum? aku harap sudah yah, aku mau main ke rumah kamu nih. Pasti kamu butuh cerita kan? Aku otw ke sana yaps."
Syifa pun terkejut, betapa tidak! Secara mengejutkan Ayunda sahabatnya langsung meluncur ke rumahnya.
"Eh? Padahal aku belum bilang kenapa dia udah punya Filing yang begitu hebat sekali, dan langsung otw ke rumah. Sahabat terbaik macam Ayunda harus dipertahankan kek gini nih," Batinnya Syifa.
Beberapa menit kemudian, Ayunda pun datang ke rumah. Abah dan Umi juga ada di rumah, sedangkan Abang dan adeknya pergi ada acara sekolahnya.
Ayunda mengetok pintu masuk.
"Tok!"
"Tok!"
"Tok!"
"Assalamualaikum,"
Umi pun membuka kan pintu disambut dengan kehangatan keluarga Syifa.
"Wa'alaikumsalam, eh nak Ayunda silahkan masuk sini ayo masuk."
Akhirnya Ayunda pun masuk ke rumahnya Syifa.
Umi berjalan menuju ke dapur untuk membuat minuman teh hangat untuk tamunya.
Ayunda pun langsung bertanya perihal Jonathan dan Syifa tersebut.
"Eh, gimana kamu sama Jonathan apakah masih berlanjut?"
"Masih Yun, aku belum sempat untuk putuskan dia."
Ayunda memenangkan Syifa yang sedang galau merana dan memeluknya, sahabat mana yang tidak sedih melihat sahabatnya sedang di runding masalah dan harus tetap sabar happy kiyowo.
Syifa pun sudah mulai tenang dan lanjut untuk berbicara, Ayunda sahabatnya pun mendengarkan semua keluh kesahnya. Bagaikan mbak kandung yang selalu menemani sang adek.
"Sudah tenang kamu Syifa?"
__ADS_1
"Huft! Alhamdulillah sudah tenang bestie."
Beberapa menit kemudian, Syifa dan Ayunda mengobrol lagi. Kali ini serius soal masalah Syifa dengan Jonathan yang belum putus - putus juga, Ayunda menemani Syifa dirinya duduk di sebelah kanannya Syifa.
Hati Syifa seakan - akan ingin WhatsApp Jonathan, tapi kenyataannya sungguh sulit di bayangkan. Ayunda yang berada di sisi kanan Syifa mencoba untuk merangkul bahu Syifa dan mencoba untuk menegaskan dan mengikhlaskan kepergian Jonathan.
Setelah Syifa di tenangin oleh Ayunda, kini Syifa berani untuk WhatsApp Jonathan terlebih dahulu.
"Selamat siang Jonathan, apa kabar kamu? Aku harap kamu baik - baik saja disana. Aku kangen banget sama kamu, aku ingin hidup bersama kamu. Akan tetapi, Tuhanku tidak setuju kalau aku terus hidup bersamamu. Aku tahu kita berdua berat untuk melepaskan satu sama lain, dan aku harap hubungan kita berakhir sampai sini saja. Aku tidak mau menyakiti hati kamu dan menyakiti hatiku, aku WhatsApp kamu dengan cara baik - baik dan minta PUTUS dengan cara baik - baik juga. Aku izin blokir nomer WhatsApp kamu ya Nathan, semoga kamu menemukan wanita pilihanmu yang seiman denganmu. Kalau kamu ingin titip salam buat aku kamu bisa hubungin my bestie aku Ayunda, sekali lagi terimakasih banyak atas semua kenangan indah yang pernah kita lalui bersama. Love you so much Jonathan. Dari Syifa Kumalasari,"
Syifa sebelum blokir WhatsApp Jonathan, Syifa sempat mengirimkan nomer kontak Ayunda untuk sekedar menanyakan kabar.
Anda Telah Memblokir nomer kontak ini
Kini Syifa sudah legah dan senang sekali, dia belum balas bodo amat lah yang terpenting Syifa sudah mengatakan secara baik - baik.
Di sisi lain Jonathan baru saja membuka WhatsApp, tiba - tiba saja Jonathan pun terkejut bukan main. Jonathan melihat pesan dari Syifa pacarnya tersebut, hancur hati Nathan melihat pesan Syifa.
Sebelum Syifa memblokir Jonathan, dirinya sempat mengirimkan nomer WhatsApp Ayunda sahabatnya Syifa. Dan benar saja Nathan langsung menelfon Ayunda sahabatnya Syifa, tetapi Ayunda tidak mau mengangkat telfon mengingat sahabatnya Syifa yang sedang nangis.
Ayunda bilang ke Syifa, kalau dia ada acara keluarga.
"Syifa, aku pamit pulang dulu yah, ada acara keluarga soalnya. Sudah di tungguin sama bundaku soalnya, udah jangan sedih lagi yaa bestie ku sayang. Kapan - kapan aku main ke rumah kamu tenang aja,"
"Ya udah deh, makasih ya sudah mendengarkan keluh kesah ku selama ini."
"Tok!"
"Syifa, bukain Umi dong. Umi ingin masuk ke kamar."
Beberapa menit kemudian, Syifa pun membuka pintu kamarnya. Dan memeluk Umi, seketika air matanya jatuh. Menangis sejadi - jadinya di hadapan umi, semua apa - apa di ceritakan.
Umi mencoba untuk menenangkan Syifa yang sedang bersedih, hanya Umi yang dapat mengerti keadaan Syifa dan mau mendengarkan curahan dirinya.
Umi sambil memeluk Syifa, Umi mengatakan sesuatu ke Syifa.
"Sudah ya nak, kamu udah benar ko putus dengan Jonathan. Kamu tidak salah nak, Allah sudah menyiapkan seseorang yang terbaik untukmu. Allah tidak mau suatu hambaNya ke dalam neraka perihal pacaran, sebenarnya kamu ingin punya pasangan yang bisa mengerti kamu kan? Jadi kamu memilih Jonathan sebagai dambaan hatimu meskipun berbeda keyakinan denganmu. Berbeda keyakinan tidak akan pernah bersatu dengan agama kita nak, Sudah ya nak jangan bersedih lagi tersenyum lah.
Syifa mendengar hal ini, langsung mengusap air matanya yang sedang mengalir deras. Syifa mencoba untuk tersenyum meskipun hati masih terasa sakit, kini Syifa kembali seperti sedia kala.
Akhirnya Umi pun keluar dari kamarnya Syifa, di luar sudah ada Abah yang ingin bertanya kepada Syifa. Namun di halangi oleh Umi.
"Abah, sudah jangan tanya lagi. Syifa butuh istirahat dan menenangkan, dia lagi sedih soalnya habis putus sama Jonathan."
__ADS_1
"Ha! Putus? Yang bener aja Umi?"
"Iya Abah, tadi Syifa sempat menunjukkan chatan sama Jonathan sebelum dia blokir nomernya."
"Alhamdulillah, ya udah Abah nggak jadi tanya deh kalau begitu. Takut dia nangis lagi,"
Abah pun berputar balik dan tidak ingin menanyakan lagi, takutnya anaknya tambah nangis lagi.
Pada waktu siang hari, pukul 11.45 sudah menunjukkan untuk sholat Dzuhur berjamaah. Akhirnya Syifa pun keluar dari kamarnya dengan ekspresi yang sudah biasa saja tidak nangis kembali, Umi mulai membuka pembicaraannya.
"Eh nak sudah lega kamu?"
"Huft! Alhamdulillah Umi, Syifa sudah baikan ko hehe. Maaf ya Umi udah bikin bajunya basah kena air mata Syifa,"
"Tidak apaa - apa nak, ya udah san wudhu dulu. Umi sama Abah nunggu di mushola ya,"
Syifa hanya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa iya, Syifa pun ke kamar mandi untuk berwudhu.
10 menit kemudian, akhirnya sudah sholat Dzuhur secara berjamaah. Syifa pun mencium tangan Abah dan Umi, Abah memulai pembicaraan.
"Nak, besok pagi keluarga temannya Abah mau datang silaturahmi sekalian nembung kamu dan hafidz. Bagaimana nak? Apakah kamu mau?"
"Insyaallah Abah, Syifa bersedia. Apakah dia baik dan sayang sama Syifa?"
Abah pun hanya menganggukkan kepala saja dan Syifa berkata Alhamdulillah.
Syifa sekarang saat ini cukup tenang dan tidak memperdulikan tentang masa lalunya bersama Jonathan, sebenarnya Syifa sakit hati. Akan tetapi, Syifa mencoba untuk mengikhlaskan hanya Allah saja.
Dirinya hanya bisa pasrah apa yang telah terjadi, ini demi masa depan Syifa juga harus cari yang seagama dan paham tentang agama.
Di satu sisi, Jonathan sangat khawatir dan mencoba untuk mengikhlaskan Syifa bersama yang lain.
Jonathan juga menangis sejadi - jadinya, Mami Nathan masuk ke dalam kamar.
"Tok!"
Pada akhirnya, Jonathan membuka kan pintu kamarnya itu. Mulai di peluklah Mami, Maminya mencoba untuk menenangkan Jonathan.
"Sudah sayang, kamu ikhlaskan saja ya. Mami tidak mau kamu hatinya terluka, Mami paham apa yang kamu katakan nak, kamu tidak ingin berpisah kan dari Syifa? Namun Tuhan Syifa lebih sayang sama Syifa sehingga dia jauhkan dari kamu. Dia berbeda keimana kepada kita, apakah kamu mau dia rela pindah agama ikut kamu?"
Jonathan hanya menggelengkan kepalanya, bahwa dia tidak mau Syifa ikut ke dalam agamanya.
"Tidak kan? Ikhlaskan saja ya nak, kamu masih dianggap sama sahabatnya. Kalau dia blokir kamu berarti dia butuh ketenangan sayang, jangan di ganggu yah. Sekarang kamu tenangin diri kamu aja nak, Tuhan bersama kamu. Tuhan ingin melihat kamu tersenyum lagi, nanti akan Mami kenalkan sama anak perempuan dari Mami. Yang baiknya luar biasa dan lama - kelamaan kamu bakalan luluh sama dia seiringnya waktu, sudah sekarang kamu istirahat aja ya. Pasti kamu kelelahan akibat masalah ini,"
__ADS_1
Mami pun mencium kening Jonathan mencoba untuk menenangkannya, alhasil akhirnya Jonathan tertidur lelap.
TO BE CONTINUED