Amin Kita Berbeda

Amin Kita Berbeda
Awal Perkuliahan


__ADS_3

Hari Senin, 14 Januari 2015.


Pukul 03.00 pagi.


Alarm handphone Syifa berbunyi, Syifa yang masih terlelap di dalam mimpinya kini harus terbangun dari tidurnya karena ini hari Senin saatnya untuk pergi ke kampus.


Lantas Syifa berdiri dan membereskan kamar yang masih berantakan.


Syifa pun sholat tahajud, dan selesai sholat diiringi doa - doa, sholawat nabi dan berdzikir.


Hatinya Syifa pun nampak bimbang atas hubungannya dirinya dengan Jonathan.


"Huft! Ya Allah, maafkanlah hamba mu ini yang sudah berpacaran hamba. Hamba tergoda oleh ucapan dari dia, hamba harus bagaimana lagi hamba bingung." Syifa menyesali perbuatannya


Waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi Syifa bergegas untuk wudhu dan sholat subuh.


Setelah sholat subuh, Syifa merenung terus merenung atas perbuatannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 saatnya Syifa berangkat ke kampus, Syifa di antar oleh Jonathan.


Sesampainya di kampus universitas Essa Unggul mereka ambil jurusan D3 Rekam Medis Informasi Kesehatan, mereka masih semester 1 dan sudah memulai pembelajarannya.


"Eh, Nathan kelas kita yang mana sih?" Tanya Syifa


"Aku pun tidak tahu Syifa, kita cari aja yuk sama - sama." Nathan pun mengajak Syifa untuk ke kelas.


Mereka pun mencari cari kelas untuk memulai pembelajarannya.


Sesampainya di kelas, mereka akhirnya duduk berdampingan. Ada teman Syifa yang begitu masyaallah baik banget namanya Ayunda cinta panggilannya ayu.


"Assalamualaikum Syifa, tumben kamu udah datang jam segini?" Ayu pun bertanya kepada Syifa.


"Ouh iya ini siapa namanya?" Tanya ayu lagi.


Jonathan pun bersalaman kepada Ayunda.


"Kenalin, nama aku Jonathan panggilannya Nathan. Pacarnya Syifa Kumala," Nathan pun memperkenalkan dirinya kepada Ayunda.


"Wah! Jadiannya sejak kapan? Ko aku nggak di kasih tahu" Ayunda nampak terkejut


"Hari Minggu kemarin" Syifa pun memberitahukan kepada Ayunda.


"Langgeng yaps, kalau nikah nanti undang - undang yaps xixi." Ayunda mengkode Syifa.


Syifa membisikan ke telinga Ayunda, dan terkejut dengan perkataan dari Ayunda sahabatnya.


"Ayunda, Jonathan itu Katolik tahu. Masa kita berdua menikah gitu yaa tidak mungkin atuh!"


"Ha? Kalau dia mau pindah ke agama kita apakah kamu menolak takdir dari Allah?" Ayunda pun berbisik lagi.


"Aku kasihan sama kedua orangtuanya itu, masa anaknya pindah agama gara gara aku." Syifa memberitahu kepada Ayunda.


"Bener juga yah, kalau itu terserah dia mau pindah agama atau tidak kita tidak bisa memaksa pilihan dia iya bukan?" Sahut Ayunda.


Jonathan memberitahu mereka berdua bahwa dosennya sudah masuk ke dalam kelas.


"Ayunda, syifa! Dosennya udah masuk nih udah ngobrolnya kali." Nathan pun memberitahu bahwa dosennya sudah masuk.

__ADS_1


"Ehh! Iyaa nanti lanjut lagi pada waktu istirahat," Sahut Syifa


Syifa pun mengakhiri obrolan kepada Ayunda.


Pada waktu istirahat pertama, mereka bertiga ketemuan di kantin. Kondisi kantin sangatlah rame banyak mahasiswa yang jajan disana


"Ah ****! Kenapa rame begini dah Hem."


"Yaa sabar, juga namanya kantin nat." Sahut Syifa dan Ayunda


5 menit kemudian, mereka pun kembali ke kelas. Disana banyak orang yang sudah menanti dosen, kali ini mereka pelajarannya PPKn ( pendidikan kewarganegaraan) mengenai undang - undang dasar 45.


"Selamat siang anak - anak, perkenalkan nama bapak Agung. Bapak masih single belum menikah"


"Wahh, Ayunda katanya kamu mau cari Suami? Sana ada pak agung ini hihi"


"Wadidaw, entar dulu deh Syif. Aku mau fokus kuliah dulu."


Beberapa menit kemudian, pak agung pun menjelaskan materi PPKN semua mahasiswa pun tekun dan menyimak penjelasan dari bapak Agung.


Waktu sudah menunjukkan pukul  jam 14.00  pembelajaran pak agung sudah selesai semua  pun berhamburan untuk menuju ke kelas berikutnya, adzan ashar berkumandang Syifa dan Ayunda pun sholat sedangkan Jonathan menunggu di luar.


"Tunggu sebentar yaa Nathan aku sholat dulu,"


"Oke, tak jagain tasmu yaa sama Ayunda  sana buruan sholat." Sahut Jonathan


Beberapa menit kemudian Syifa dan Ayunda sudah selesai sholat ashar, nampak Jonathan masih duduk disitu.


Ada perempuan lain yang seagama sama dia namanya Elisabeth, dia nanya - nanya ke Jonathan otomatis Syifa cemburu melihat perempuan itu kek genit.


Perempuan itu pun menggodanya.


"Namaku Jonathan, panggilannya Nathan." Sahut Jonathan


"Ouhh! Btw kamu sudah punya pacar belum? Kalau belum jadian hayu sama aku," perempuan itu pun semakin menjadi - jadi dan memegang  pipi Jonathan sontak Syifa pun menghampiri dan yah marah ke perempuan itu


"Apa maksud kamu ha! Kamu menggoda pacar saya?" Syifa yang sudah tidak tahan lagi emosinya.


"Idih, kamu pacarnya Jonathan? Mana mungkin kamu kan tidak cantik jelita tidak seperti aku hahaha." Perempuan itu pun semakin menjadi jadi.


Tiba - tiba sebuah tangan mendarat di pipi Elisabeth, yaps yang menampar adalah Syifa itu sendiri.


"PLAK! PLAK!"


Cewek genit mengadu kepada Jonathan kalau Syifa sudah menamparnya, Jonathan yang sudah tidak sabaran lagi akhirnya menampar juga pipi Elisabeth untuk kedua kalinya.


"PLAK! PLAK!" Tamparan keras dari Jonathan pun juga mendarat tepat di pipi Elisabeth.


"JAGA OMONGANMU ITU YAH! SYIFA ITU BERBAKAT NGGAK KAYAK KAMU SUKANYA MENGGODA COWOK."


"Mbak yang cantik, kami ini pacaran yah dan aku mempunyai bakat. Mau aku tunjukin bakatku?"


"Mana coba aku mau lihat bakatmu kek gimana?!"


Syifa pun menunjukan semua bakatnya yang telah ia miliki dan betapa terkejutnya Elizabeth benar - benar terdiam


"Jadi gimana mbak Elisabeth, apakah kamu bisa menyingkirkan saya dari Jonathan?"

__ADS_1


"(....)"


Elisabeth pun pergi begitu saja, dengan rasa malu dan Insecure terhadap Syifa.


"Hahaa, mangkanya jangan jadi cantik mbak. Saingan ko wajah saingan prestasi dong mbak,"


Tiba - tiba saja Ayunda mengingatkan kepada Syifa, jangan terlalu sombong.


"Astaghfirullah Syifa jangan sombong atuh, nggak baik dosa tahu." Ayunda pun mengingatkan


Syifa pun tersadar atas apa yang sedang ia perbuat, sombong dan suka marah - marah kepada orang lain.


"Eh! Astaghfirullah maafkan aku ya Allah udah sombong,"


Di satu sisi, Jonathan pun memuji kemampuan Syifa di depan sahabatnya Syifa Ayunda.


"Tapi aku kagum loh Syif sama kamu bisa segala hal. Kamu belajar atau gimana?" Jonathan pun terkejut


"Alhamdulillah, aku belajar sama Abah dan umi ku jadi aku bisa punya penghasilan sendiri deh."


Syifa diantar oleh Jonathan lagi sampai di depan pintu rumahnya Syifa.


"Assalamualaikum Abi umi, Syifa pulang."


"Wa'alaikumsalam eh anak umi Abi silahkan masuk, eh ada nak Nathan silahkan masuk dulu aja."


Abah menyuruh Jonathan untuk masuk ke rumah, akan tetapi Jonathan menolak dan langsung untuk segera pulang. Yang dimana hari sudah gelap


"Nggak usah om dan Tante, saya buru - buru soalnya. Ada acara keluarga di rumah, Nathan pamit dulu ya om dan Tante assalamualaikum." Pamit Jonathan.


"Wa'alaikumsalam,"


Lagi - lagi Syifa di interogasi oleh Abahnya dan bertanya soal tadi malam yang tiba - tiba saja langsung masuk ke kamar.


"Nak, setelah kamu mandi Abah, umi, Abang kamu dan adek kamu ingin mengobrol soal tadi malam."


"B-baik Abah, Syifa akan ke sini setelah mandi."


Beberapa menit kemudian, Syifa pun selesai mandi dan menuju ke ruangan tengah.


"Ada apa Abah?"


"Begini, Abah mau bertanya kemarin kamu kenapa tiba - tiba masuk ke kamar ada apa anak Abah?"


"Begini Abah, Syifa kemarin keingat ada tugas banyak sekali biasanya Syifa nggak ada tugas dari dosen sekarang ada tugas dari dosen yang begitu banyak sekali. Jadi Syifa ke kamar setelah makan malam, maaf Abah Syifa tidak memberitahu Abah sebelumnya dan meninggalkan piring kotor di meja."


Syifa meminta maaf ke pada Abahnya dengan raut wajah yang sedih dan merasa bersalah.


"Tidak apa - apa nak, tadi malam Abah, Umi, Abang Aiden dan adek kamu pun juga bingung atas sikapmu tadi malam. Untung saja kamu berbicara jujur nak kepada Abah, udah tidak apa - apa ya anakku sekarang kamu makan malam, sholat isya habis itu tidur. Sudah selesai kan tugasnya?"


"Alhamdulillah sudah selesai Abah, tadi malam Syifa tidur jam setengah 1 dini hari karena efek begadang."


"Besok ada kuliah tidak?"


"Ada Abah, pulang jam 5 sore Abah sampai rumah pada waktu jam setengah 6 lagi."


"Okee, belajar yang rajin di kampusnya."

__ADS_1


Beberapa menit kemudian setelah sholat isya secara berjamaah Syifa langsung menuju ke kamar untuk merebahkan tubuhnya yang dari pagi belum istirahat, akhirnya Syifa pun tertidur pulas sampai pagi menjelang subuh.


TO BE CONTINUED


__ADS_2