
Hari dimana Jonathan sehabis di putusin sama Syifa, awalnya Nathan masih tidak mau makan istilahnya lagi mogok makan. Orangtuanya Jonathan sampai capek melihat sang anak tidak mau makan.
"Ayo nak...Makan dulu atuh nanti kamu sakit loh kalau tidak makan begini...." Maminya membujuk Nathan agar mau makan.
"Nanti mami...Aku akan turun kebawah nanti..." Nathan teriak dari kamarnya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Nathan turun kebawah pergi ke dapur untuk makan, Nathan mengambil nasi dan lauk pauk yang sudah dimasakin oleh sang mami.
Mami pun bertanya kepada Nathan sang anak, kenapa dia mogok makan begini.
"Nak...Mami boleh tanya sesuatu tidak?"
"Hemm...Tanya apa Mami?"
"Kenapa kamu mogok makan nak?"
"Karena aku sedang sakit hati Mami di tinggal pacar aku menikah..."
"Syifa Kumalasari itu kan?"
"Iya Mami..."
"Coba kamu ikhlaskan dia nak..."
"Aku akan mencobanya Mami..."
"Semangat anak Mami..."
Jonathan pun kembali ke kamarnya untuk menenangkan dirinya, sungguh amat berat di tinggal pergi sang kekasih menikah begini, Nathan mendengarkan lagu dengan berjudul "SIAL" yang dibawakan oleh Mahalini.
"Ahh ****....Kenapa harus mengenal dia sih ya Tuhan, apa aku tidak cukup untuk dia? Kata dia aku sama dia berbeda keyakinan yang membuat kami berpisah..."
__ADS_1
Nathan mencoba untuk menyakiti dirinya sendiri, akan tetapi diketahui oleh Maminya jadinya nggak jadi untuk bunuh diri.
Maminya memeluk erat Nathan yang sedang menangis tersebut, Mami mencoba berbicara kepada nathan serius soal masa depannya nanti.
"Nak...Mami mau bicara sama kamu..."
Nathan mengusap air matanya dengan menggunakan tissue.
"Kenapa Mami?"
"Mami mau bicara sama kamu, soal masa depanmu..."
"Ada apa mami?"
"Mami mau jodohkan kamu dengan anak gadis mami..."
"Siapa namanya?"
"Kalau ini yang terbaik untukku ya udah mami, Nathan setuju sama Mami..."
"Beneran nak?"
"Beneran Mami, yang penting setia dan seiman sama Nathan..."
"Nanti malam, kita makan malam bersama keluarga pak Christian..."
"Mendadak sekali mami...."
"Lebih baik begini nak..."
Pada waktu malam hari sekitar jam 19:00 WIB keluarga Nathan berencana untuk makan malam sekalian mau membahas soal anak anaknya untuk masa depannya nanti, Nathan hanya bisa pasrah dan tidak tahu apa lagi selain menerima perjodohan ini.
__ADS_1
"Tuhan aku pasrahkan semuanya kepadaMU..." Ucap batin Jonathan
Keesokan harinya, Jonathan melakukan aktivitas seperti biasanya dan mencoba untuk melupakan semua kenangan bersama Syifa.
"Aku harus move on dari Syifa, kasihan sama diriku sendiri dan orangtuaku karena sudah menunggu aku untuk move on. Aku izin untuk ikhlaskan kamu ya Syifa meskipun sedikit sulit, aku sayang banget sama kamu Syifa Kumalasari...."
Hati Nathan bercampur aduk, antara takut kehilangan dan mencoba untuk ikhlas.
"Tuhan lebih sayang aku, aku tidak mau merebut kamu dari TuhanMu begitupun sebaliknya..."
Nathan diajak oleh Gabriel untuk joging bersama dan mencari sarapan bersama, Gabriel tahu kalau Nathan sedang sedih maka dia ajak dan hibur dia.
"Thanks Gabriel sudah mengerti apa yang aku rasakan, pilihan Mami tidak salah juga yah Kamu cantik, manis dan baik lagi. Aku bangga memilikimu...."
"H - ha? Aku tidak salah dengar ini Nathan?"
"Tidak...Sekali lagi terimakasih banyak ya sudah menghibur aku, aku sayang banget sama kamu. Aku sudah bisa menerima kamu seutuhnya untuk menjadikanmu pasangan hidupku..."
Gabriel seketika terharu dan mengeluarkan air matanya, Nathan yang tahu langsung memeluk Gabriel supaya tenang.
"Peluklah dan menangislah Gabriel, aku siap..."
Tambah makin deres dong nangisnya haha, saking terharunya dan pelukannya sungguh sangat erat membuat Nathan sedikit sesak napas.
"S - sudah Gabriel, aku tidak bisa bernapas..."
"Lah katanya suruh peluk erat..."
"Ya tidak begini juga kali huhuu..."
Mereka berdua akhirnya pulang ke rumah masing - masing, sebelum pulang mereka sempat berfoto dan Nathan sudah mengikhlaskan Syifa bersama orang lain.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.