
Pada waktu itu, setelah Syifa di pinang oleh kekasihnya yang bernama Muhammad Hafidz Pratama, Syifa merasakan suatu kebimbangan yaitu ia bimbang bahwa apakah dia akan ikut bersama suaminya ataukah tinggal bersama kedua orangtuanya setelah melakukan prosesi lamaran.
Syifa terus berfikir atas apa yang ia pikir sebelumnya, dirinya sangat bimbang.
Pada waktu makan malam keluarga, Syifa pun bertanya kepada Abah dan umi.
"Abah, umi... Besok aku mau diajak sama mas Hafidz untuk beli kebutuhan ini itu, buat hantaran pernikahan," izin Syifa
"Bolehh saja nak, tapi kamu sama mas Hafid harus jaga jarak jangan bersentuhan yaa dikarenakan belum mahram," pesan Abah
"Iya Abah, nggak apa apa aku bisa jaga diriku ko yahh," kata Syifa
Beberapa menit kemudian setelah berbincang bersama Abahnya kemudian, Syifa pun masuk kedalam kamarnya untuk berbincang dengan sahabatnya yang bernama Ayunda
"Ayunda... Kamu dimana nih?" tanya Syifa
"Ada apa sih Syif, sepertinya kamu heboh begitu ada apa?" Tanya Ayunda
"A-anu, tadii ada orang sebagai saudara sepupuku nah wajah dia itu sepertinya kek marah dan benci terhadap aku. Aku harus bagaimana nihh Yun supaya aku tidak digangguin oleh diaa," kata Syifa
"Coba kamu tanya aja ke sepupumu ituu, kenapa kamu sangat membenci diriku ini," saran Ayunda
"Benar juga yah, nantii aku tanyakan diaa ya Yun pada waktu acara midodareni nantii, soalnya semua saudara sepupuku pada datang gitu," kata Syifa
Beberapa menit kemudian setelah Syifa chatting sama Ayunda , kemudian Syifa sudah dijemput oleh hafidz untuk melakukan survey buat kebaya baju akad nikah, resepsi dan lain sebagainya. Nah pada waktu Syifa berangkat bersama Hafidz, ada seorang pemuda yang penagih hutang datang kembali
"TOK!"
"TOK!"
"KELUAR KAMU DARI DALAM, AKU TAU KAMU PASTI BERADA DI DALAM KAN KELUAR KAMU!" bentak pemuda tersebut
Beberapa menit kemudian Abah pun keluar dan menjawab pertanyaan pemuda tersebut.
"Baik pak, saya akan bayar setelah anaknya melakukan akad nikah dan resepsi pak. Saya mohon sekali," mohon Abah
"Baiklah, saya akan tunggu sampai anak bapak nikah habis itu bayar semua hutang kamu," ucap pemuda tersebut.
Kemudian Pemuda tersebut pulang dan melaporkan kepada bos pemilik uang tersebut.
Pada waktu itu Syifa dan Hafid pun sampai di toko gaun pengantin dan melihat lihat gaun tersebut dan memilih gaun yang Shireen sukai.
Beberapa menit kemudian, mereka pun juga memilih milih untuk baju resepsi juga.
Percakapan antara Syifa dan Hafid dalam hal pemilihan baju buat resepsi :
"Mas Hafid, menurut mas apakah ini bagus apa nggak? Buat resepsi kita nanti," tanya Syifa
"Baguss sih menurutku, soalnya nanti temanya kan nuansa putih gitu cocok banget dah," jawab Hafid
"Beneran mas?" Tanya Syifa
"Beneran sayang, kamu pilih yang warna putih aja biar aku yang bayarin lagi," ucap Hafid
Beberapa menit kemudian, setelah melakukan pemilihan buat akad nikah dan resepsi kemudian mereka pun pulang kerumahnya Syifa.
Sesampainya dirumah Syifa melihat Abah dan umi merasa sedih dan Shireen pun bertanya kepada Abah
__ADS_1
"Abah, kenapa?" Tanya Shireen
"Abah terlilit hutang nak, senilai 10 juta rupiah," jawab Abah
"Astaghfirullah kenapa Abah tidak bilang sih, kan Syifa bisa bayar hutang Abah hiks," tangis Syifa
"Sudahlah nak, nggak perlu biar Abah saja yang bayar hutang," ucap abi
"Udah gak apa apa Syifa tetap akan membantu abi untuk membayar hutangnya," paksa Syifa
"Terserah kamu saja lah nak, makasih banyak sudah membantu Abah," ucap Abah
"Sama sama Abah , aku sayang sama abi dan umi," ucap Syifa
Beberapa menit kemudian, Shireen pun masuk ke kamar untuk menceritakan semuanya kepada Ikhsan atas apa yang dialami oleh Abahnya
"Assalamu'alaikum mas, mohon bukalah pesan ini sangat penting ini," ucap Syifa
"Wa'alaikumsalam Syifa , ada apa?" Tanya Hafid
Syifa pun menceritakan atas apa yang dialami oleh Abah yang sedang terlilit oleh hutang
"Astaghfirullah, kenapa nggak bilang sih abi Syifa," kata Hafid
"Aku juga tidak tahu mas, kenapa Abah bisa berhutang banyak sampai 10 juta rupiah, apakah mas Hafid bisa membantu Abah?" Tanya Syifa
"Insyaallah aku ada tabungan, aku udah pisahkan antara tabungan pribadi dengan tabungan nikah Syifa yang terpenting Abah kamu terbebas dari hutang," jawab Hafid
"Masyaallah...alhamdulillah makasih banyak mas udah membantu keluarga aku, ouh iya mas. Masnya bayar hutangnya pada waktu selesai acara resepsi yaa kata Abah sih gitu," kata Syifa
Beberapa menit kemudian, Syifa pun melakukan aktivitas seperti biasanya.
"Nak, kemari lah nak Abah ingin berbicara sama kamu," manggil Abah
"Ada apa Abah?" Tanya Shireen
"Kamu habis darimana nduk?" Tanya Abah
"Habis dari beres beres kamar Abah ada apa ya?" Tanya Syifa
"Nggak apa apa nduk, gimana kamu sama mas Hafid seru kah mencari gaun pengantinnya?" Tanya Abah
"Alhamdulillah Abah , malahan dia yang bayarin baju buat akad nikah dan resepsi Abah," jawab Syifa
"Ingat pesan Abah nak, jangan jadi perempuan yang suka harta dan jangan jadi wanita yang matre, alias suka sama orang dilihat dari isi dompetnya jangan ya nak," pesan Abah
"Insyaallah Abah, Syifa akan ingat pesan dari Abah," kata Syifa
"Alhamdulillah...baguslah nak, Abah pergi dahulu ya nak, kamu silahkan melanjutkan membantu umi kamu," kata Abah
"Siap Abah , silahkan."kata Syifa
Di dalam hati shireen pun bertanya tanya dan terpaksa melakukan berbohong karena telah meminjam uang kepada mas Hafid
"Ya Allah, maafkan aku. Aku telah berbohong kepadaMu dan kepada Abah sendiri, aku tidak tahu lagi harus bagaimana ya Allah. Tolonglah hambaMu ini ya Allah, Aamiin." batin Syifa
Pada saat itu, mereka pun telah melakukan aktivitas seperti biasanya
__ADS_1
Hingga keesokan pagi harinya, Syifa diajak oleh temannya Ayunda dan Siti untuk jalan jalan bertiga. Syifa diantar oleh mas Hafid untuk pergi ke mall bersama anak anak geng.
Ayunda dan Siti pun juga memberikan kabar bahagianya mereka dong, sesampainya di mall mereka pun bertiga saling mengobrol satu sama lainnya.
"Hehh Syifa aku mau memberikan kabar bahagia nih," ucap Ayunda
"Wahh...apa itu?" Tanya Syifa
"Alhamdulillah sebentar lagi saya mau dilamar sama seorang dokter nih," jawab Ayunda
"Wah sama siapa Yun?" Tanya Syifa
"Sama Alfi nih, dia mah dokter bedah," jawab Ayunda
"Wahh...udah dilamar nih ceritanya?" Tanya Syifa lagi.
"Hemm...belum sih baru pdkt, tapi insyaallah dia bakalan lamar aku secepatnya," jawab Ayunda
"Masyaallah, tabarakallah Ayunda semoga segera dilamar yaa biar nggak jomblo lagii hihi," ejek Syifa
"Yeayy...jangan mengejek begitulah hem," gerutu Ayunda
"Iyaa deh iyaa maap hehe," kata Syifa
"Ouh iyaa Shireen, aku juga mau kasih kabar nih," kata Siti
"Ada apa nih?" Tanya Ayunda dan Syifa
"Alhamdulillah sebentar lagi, aku mau dilamar sama seorang ustadz," jawab Siti
"Alhamdulillah, namanya siapa?" Tanya Syifa dan Ayunda
"Namanya rayhan," jawab Siti
"Wahh masyaallah tabarakallah Siti," ucap Syifa dan Ayunda
Akhirnya mereka pun berjalan jalan berkeliling mall, setelah berkeliling mall akhirnya mereka pun pulang ke rumahnya masing masing untuk mengistirahatkan badannya.
Sesampainya di rumah, melihat rumah sudah hancur berantakan.
"Astaghfirullah Abah, ada apa Abah?" Tanya Syifa
"Mereka para pemuda tersebut berulah lagi nak hiks," jawab Abah
"Ya Allah Abah, Abah tidak kenapa - napa kan?" Tanya Syifa
"Abah tidak kenapa napa nak, cuman umi kamu terkena serpihan kaca tadi pada waktu membersihkan vas bunga ini nak," jawab Abah
"Ya Allah Abah hiks, maafkan Syifa tidak bisa selalu ada disamping Abah huaaa," tangis Syifa
"Udah nak tidak apa apa hapuslah air matamu yaa nak," pinta Abah
Syifa pun tersenyum kepada Abah kemudian Syifa pun masuk ke dalam kamar
"Ya Allah...cobaan apalagi ini sebelum nikah sudah memberikan cobaan hidup ini ya Allah. AKU SUDAH CAPEK DAN LELAH YA ALLAH, AKU HARUS BAGAIMANA INI YA ALLAH TOLONGLAH KASIHKAN HAMBA SEBUAH PETUNJUK," tangis Syifa.
...****************...
__ADS_1
TO BE CONTINUED