Amin Kita Berbeda

Amin Kita Berbeda
Akad nikah yang berantakan


__ADS_3

Pada waktu hari senin tanggal 12 Januari 2019, Syifa dan Hafid melakukan sebuah akad nikah yang dilaksanakan di masjid istiqlal yang berada di Jakarta.


Syifa hidupnya sudah tenang dan damai semenjak putus dari Jonathan dan menikah dengan mas Hafid, namun pada waktu sebelum akad nikah pun dimulai ada seorang bapak bapak seperti baju preman.


Pemuda dan bapak bapak tersebut adalah penagih hutang, mereka berdua pun berteriak seperti orang stres. Pada saat itulah abi keluar bersama anak anaknya yang lainnya dan abi bertanya kepada pemuda tersebut


"Anda kenapa datang datang berteriak seperti itu?" Tanya Abah


"Sudahlah jangan banyak bacot deh, segera bayar hutangmu!" Teriak pemuda tersebut


"Sabar atuh pak, kami belum melakukan akad nikah dan resepsi juga," kata Abah


"Aku tunggu kamu untuk segera melunasi hutangmu," kata pemuda tersebut


Akad nikah seharusnya hari bahagia di setiap dua insan yang akan mengalami prosesi pengucapan akad nikah sehidup semati, namun tidak dengan Shireen dan Ikhsan pagi pagi harus melakukan drama kehidupannya dulu.


Pada waktu itu telah menunjukkan pukul 08 : 00 WIB, Syifa dan Hafid pun melakukan akad nikah di salah satu masjid yang bernama Masjid Istiqlal, pada saat itulah Ikhsan pun mengucapkan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Syifa Kumalasari binti muhammad Rizal dengan seperangkat alat sholat dan uang sebesar 300 juta dibayar tunai!" Hafid mengikrarkan janji suci sehidup semati bersama sang pujaan hati.


"Bagaimana para saksi?" Tanya penghulu


"SAH!"


"Alhamdulillahi rabbil alaamiin, Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir." Penghulu memberikan doa untuk kedua pengantin.


Beberapa menit kemudian mereka pun bersalam salaman dengan para tamu undangan semuanya pada memberikan selamat kepada Syifa dan juga Hafid agar hidupnya samawa dll


Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir. 


Yang artinya :  "Mudah-mudahan Allah memberkahi mu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan".


Beberapa menit kemudian, setelah melakukan akad nikah. Ada seorang pemuda itu lagi datang menghampiri keluarga Syifa untuk menagih hutang di setiap acara pernikahannya Syifa dan juga Hafid, mas Hafid merasa kasihan terhadap keluarganya Syifa ya udah seketika Hafid membantu keluarga awalnya di tolak oleh penagih hutang tersebut


"Maaf anda siapa ya? Anda bukan bagian keluarga pak Rizal pergi!" usir pemuda tersebut


Tiba tiba saja Syifa yang mendengar hal tersebut langsung memarahi pemuda tersebut dengan keras


"WOYY!! DIA SUAMIKU, DIA JUGA BAGIAN DARI KELUARGA PAK RIZAL KALIAN YANG SEENAKNYA MENGUSIR SUAMI SAYA DARI KELUARGA SAYA, SAYA ISTRI SAHNYA TAUU DASAR NGGAK PUNYA SOPAN SANTUN MANGKANYA TANYA DULU ANDA SIAPA JANGAN SEENAKNYA MAIN USIR BEGITU SAJA!!" bentak Syifa

__ADS_1


"PLAK!"


Tamparan keras tepat di pipinya Syifa, yang menampar itu pemuda tersebut. Hafid tidak terima istrinya di tampar oleh pemuda tersebut otomatis ya udah terjadilah perkelahian antara Pemuda dengan Hafid


"Bugh!"


"Bugh!"


"HEYY!! JANGAN MENAMPAR ISTRI SAYA, DIAA ISTRI SAYA SEENAKNYA NAMPARR AJA. BAPAK SAYA PUNYA HUTANG BERAPA KE KALIAN SAMPAI SEGININYA KALIAN MENAMPAR ISTRI SAYA HEH! BIAR AKU BAYARR DAHH BERAPAAN JUMLAH TOTALNYA?" bentak Hafid


Pemuda tersebut tidak mau menjawabnya otomatis Hafid bentak pemuda tersebut


"ANDA TIDAK MENDENGARKAN SAYA YAA? BERAPAAN JUMLAH TOTALNYA HUTANG BAPAK SAYA BIAR SAYA TRANSFER KE BOS KALIAN!" bentak Hafid lagi


"Hutang bapak mas 10 juta rupiah, dikarenakan untuk menyicil acara pernikahan anda dengan istri anda," jawab pemuda tersebut


Pemuda tersebut diam tanpa seribu bahasa setelah di bentak oleh Hafid yang lebih jago dan lebih tegas, kemudian pemuda tersebut kasihkan nomer rekening ke bosnya mereka. Ya udah akhirnya Hafid pun mentransfer 10 juta ke bos tersebut, tulisannya "SUKSES"


"Sudahh saya transferkan, silahkan foto buktinya terus kirimkan ke bos kalian atas nama Muhammad Hafid Pratama, anaknya bapak Muhammad Rizal Dah kalian pergi jangan datang kembali lagi, kami ingin hidup tentram dan damai," usir Hafid secara pelan pelan


"Baik, terimakasih banyak maaf sudah menampar istri anda dan mengusir anda. Permisi assalamu'alaikum," pamit pemuda tersebut


"Kamu baik baik aja kan sayang?" tanya Hafid


"Masih sakit sih mas, tamparannya sangat keras sekali," cemberut Shireen


"Aku bawa ke rumah sakit ya sayang," Hafid begitu peduli sekali terhadap Syifa.


"Tidak usah mas, diobatin dirumah ajalah gak apa apa," minta Syifa


Beberapa menit kemudian setelah masuk ke dalam rumahnya Ikhsan, kemudian Ikhsan pun mengobati lukanya Shireen yang habis di tampar oleh pemuda tersebut.


Kemudian mereka pun datang ke rumahnya Ikhsan dan ditanyakan oleh ibu mertua yang bernama Siti Khadijah


"Selamat datang menantu umi, loh diapain sama siapa?" tanya umi


"Tadi, ada seorang pemuda seperti preman menampar Syifa persis di hadapan saya. Padahal dia cuman mengingatkan kepada pemuda tersebut mi," jawab Hafid


"Memangnya Syifa bilang apa ke pemuda tersebut?" Tanya umi

__ADS_1


"Ceritanya gini, aku kan mau membantu keluarganya Syifa aku kan di usir sama pemuda tersebut. Namun pada saat itulah Syifa marah kepada pemuda tersebut," jawab Ikhsan


"Ya Allah nak, sinii umi obati nak biar kamu nggak sakit lagi," ajak umi


Beberapa menit kemudian pada saat di obati sama uminya Hafid Syifa merasa kesakitan saat obat merahnya diolesi di wajahnya Shireen.


"Aww...sakit mi hiks pelan pelan mi," tangis Syifa


"Maaf nak, ini umi akan pelan pelan. Kasihan kamu udah memar begitu ya Allah," umi khawatir


"Hiks, sakit banget ya Allah," rengek Syifa


Beberapa menit kemudian setelah di obati dan dibalut dengan kapas untuk menutupi lukanya, pipinya sobek sih akibat ditampar sama pemuda tersebut.


Kemudian Shireen di suruh istirahat oleh uminya.


"Nak, kamu istirahat aja yaa biar kamu nggak sakit. Biar Hafid yang bantuin pekerjaan rumah kamu ya kan nak Hafid," ucap umi


"Yess, kamu istirahat aja sana dek. Biar mas yang bantuin kamu urusin pekerjaan rumah," ucap Hafid


Pada waktu itu waktu menunjukkan pukul 12 : 00 saatnya Syifa turun ke bawah untuk Sholat Dzuhur


Sehabis sholat Dzuhur Shireen pun istirahat dan disuruh untuk mempersiapkan dirinya ke rumah sakit, takutnya terjadi apa apa sama Shireen.


Beberapa menit kemudian setelah melakukan pemeriksaan terhadap Syifa, Syifa pulang ke rumah


Tapi sebelum pulang ke rumah ingat pesan dokter, kepada Syifa dan Hafid


"Buk, lukanya sedikit dalam. Ibu harus hati hati ya kalau mau melakukan hubungan suami istri bisa bisa luka ibu makin melebar, ini kayak iritasi gituu bund," dokter pun memberikan sebuah saran.


"Baikk dokter, makasih banyak atas sarannya," ucap Syifa


"Sama sama, untuk pengambilan obat ada di farmasi yaa obat salep buat ibu," dokter menyuruh untuk mengambil obat di farmasi


Beberapa menit kemudian, Syifa dan Hafid mengambil obat untuk Syifa.


...****************...


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2