
Pada hari Senin tanggal 1 Januari tahun 2017, Syifa dan teman - temannya pun sudah menginjak semester 6 dan sebentar lagi Syifa dan teman - temannya lulus kuliah dan lanjut bekerja.
Syifa yang begitu sangat giat untuk menyelesaikan program studinya, memang dirinya sudah ujian seminar proposal dan ujian seminar hasil. Dia juga belajar untuk ujian kompetensi agar bisa mengikuti wisuda tahun ini, belajar terus belajar dan latihan soal.
Pada waktu tibalah hari kelulusan Syifa, keluarga pada datang untuk memberikan selamat atas kelulusan Syifa. Syifa bahagia sekali, karena bisa melewati sampai di titik terakhir ini.
Hari yang sangat bahagia untuk Syifa dan untuk kedua orangtua, di sana melihat Ayunda sahabatnya yang juga lulus predikat cumlaude. Sama kayak dirinya, ada juga Jonathan yang IPK nya sama.
Mereka bertiga saling bersahabat satu sama lain, meskipun Syifa dan Jonathan tidak lagi bersama. Mereka saling memaafkan satu sama lain, entah mengapa rasanya adem jika sama - sama menghargai satu sama lain. Dan mereka sudah saling memaafkan satu sama lain, kadang sulit untuk memaafkan tapi mereka saling memaafkan.
Abah yang melihat mereka bertiga bersahabat tenang hidupnya, Abah bagi mereka adalah sahabat yang begitu baik buat Syifa anaknya.
Syifa pun memperkenalkan Hafidz Pratama sebagai calon suaminya sebentar lagi kepada Ayunda dan Jonathan.
"Guys, perkenalkan ini calon suami saya nanti. Namanya Muhammad Hafidz Pratama,"
"Wah, masyaallah Tabarakallah bestie, sebentar lagi mau menikah nih. Jangan lupa undang - undang yaps bestie,"
Syifa melihat Jonathan nampak bengong, dan mencoba untuk menepuk pundak Jonathan.
"Nathan, dirimu kenapa? Ada apaa?"
__ADS_1
"H - ha? Aku tidak apa apa Syifa, aku kurang enak badan sejak tadi pagi. Belum sarapan soalnya aku,"
"Ya udah, sarapan dulu sana, entar pingsan nanti yang ada."
Beberapa menit kemudian, Hafidz Pratama beserta Abi dan Umi datang untuk memberikan selamat kepada Syifa atas kelulusannya.
"Congratulation Calon istri mas, semoga ilmunya bermanfaat buat orang lain aamiin." Ujar Hafidz Pratama.
Pipinya Syifa nampak memerah menahan rasa malu di depan banyak orang sudah di buat salting.
"E - eh mas, mas tahu nggak aku salting dibilangin begitu. Aamiin mas Hafidz,"
"Kapan nih acara dimulainya?"
1 jam kemudian, waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Umi dan Syifa pun keluar ruangan dan di sambut mas Hafidz beserta calon mertuanya, Syifa sangat beruntung banget mendapatkan calon mertua yang baik banget sayang terhadap Syifa dan sayang banget terhadap Syifa.
Tidak lupa, Syifa foto bersama ketiga sahabatnya. Mereka tidak lupa akan moment itu, meskipun antara Jonathan dan Syifa sedikit canggung tapi tidak putus persahabatannya.
Memang sahabatan sama cowok, diantaranya pasti akan merasakan cinlok entah siapa yang akan cinlok.
Pasti ada yang mempunyai perasaan saling suka akan tetapi di pendam begitu saja.
__ADS_1
Contohnya Syifa dan Jonathan, mereka awalnya sahabatan lama - kelamaan jadi pacar dan demen satu sama lain, Syifa meminta maaf atas segala kesalahan kepada Jonathan.
"Jojo, maafkan Syifa ya. Syifa sudah melakukan kesalahan kepadamu Jo, mohon maaf yah Jojo."
"Tidak apa - apa syif, aku sekarang udah ikhlasin kamu bersama Hafidz. Kamu pasti akan hidup bahagia tanpa diriku ini, aku pamit undur diri. Semoga bahagia bersama calon suami kamu,"
Beberapa menit kemudian Syifa pun kembali ke Abah dan Umi dengan mata berkaca-kaca, Abah dan Umi sudah tahu masalah Syifa dengan Jonathan dan ini mungkin perpisahan untuk terakhir kalinya.
"Syifa, kamu ikhlaskan dia yah. Umi tahu gimana perasaan kamu sekarang Sakit hati dan masih kecewa kan, Umi dan Abah tetap sayang kamu nak."
"Iya Abah akan tetap sayang sama kamu syif, ada kami berdua yang selalu ada buat kamu sayang. Berbahagialah bersama Hafidz Pratama ya nak,"
"Pastinya Abah, Syifa akan bahagia bersama mas Hafidz Pratama."
Mereka bertiga berpelukan sekarang Syifa sudah tenang karena sudah di peluk oleh kedua orangtuanya, sungguh bahagia hidup Syifa dapat pelukan hangat dari kedua orangtuanya.
Akhirnya keluarga besar Abah dan keluarga besar mas Hafidz pulang ke rumah masing - masing.
Sesampainya di rumah, Syifa bergegas untuk menghapus make up dan melepas soflent yang ada di matanya.
Sesudah melepas soflent dan menghapus make up, Syifa bergegas untuk ke kamar mandi untuk cuci muka. Syifa dalam keadaan sedang berhalangan tidak sholat jadi Syifa merebahkan tubuhnya sebentar sambil membayangkan yang sedang terjadi baru saja.
__ADS_1
Tanpa ia sadari, air matanya menetes lagi. Kali ini Syifa benar - benar tidak menyangka bahwa ini semua akan terjadi.
TO BE CONTINUED