
Pada waktu itu Syifa dan juga Hafid merencanakan untuk program kehamilan Syifa, mereka berdua sudah lelah atas cibiran yang mereka terima dari hujatan para tetangga, sahabat dan juga keluarganya sendiri.
Pada waktu itu Syifa sudah keluar dari Rumah sakit selama seminggu lebih, sesampainya dirumah Syifa langsung saja mengistirahatkan tubuhnya.
Hari ini tanggal 21 agustus 2018 sudah genap usia pernikahan antara Syifa dan juga Hafid, sudah 2 minggu mereka mengarungi bahtera rumah tangga. Syifa ingin sekali mempunyai momongan, namun pada saat ia test kehamilan ia dinyatakan negatif alias belum hamil, rasanya ingin sekali mempunyai momongan. Ibu mertua Syifa bertanya kepada Syifa,
"Nak, kamu masih belum hamil juga?" Tanya ibu mertua.
"Hem...belum bund, aku masih berusaha untuk mendapatkan garis dua ini. Hasilnya negatif bund jadi nggak enak sama bunda...." Syifa sedih tidak bisa memberikan sebuah cucu buat bunda.
"Udah tidak apa apa, coba kamu sama mas Hafid ke rumah sakit untuk memeriksakan kamu dengan Hafid. Siapa tau ada yang bermasalah di organ reproduksi kalian nak," saran ibu .
"Baik bund, aku akan mencoba untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit..."kata Syifa.
Keesokan harinya Syifa dan Hafid pun pergi ke rumah sakit harapan bunda, mereka konsultasi karena Syifa tidak segera memiliki keturunan.
Setelah memeriksakan kandungan Syifa, nampak rahim Syifa tidak bermasalah apa apa. Akhirnya mereka pun pulang dengan rasa kecewa.
Syifa dan Hafid sehabis dari rumah sakit memeriksakan mereka, pada saat itulah Syifa melihat seorang ibu hamil sudah 7 bulan.
Rasanya Syifa menginginkan sekali memiliki momongan, namun Tuhan berkehendak lain mas Hafid mengalami ****** tidak bergerak atau tumor spermatogenesis yang disebabkan tidak memiliki sel ****** untuk pembuahan. Rasanya Syifa hancur berkeping keping, kata dokter kandungan menyarankan Syifa agar bayi tabung, tapi dikarenakan Hafid mengalami tumor spermatogenesis otomatis Syifa akan mengadopsi bayi dari panti Asuhan kasih sayang bunda. Hafid pun minta maaf kepada Syifa sang istri,
"Maafkan aku sayang, aku mengalami tumor spermatogenesis sehingga kita mengadopsi dari panti asuhan..." Lirih Hafid merasa bersalah.
"Sudah mas, tidak apa apa..." tegar Syifa
Hafid mengetahui apa yang dirasakan oleh Syifa, ia sangat menyesal atas kejadian hal tersebut.
"Ya Allah, maafkanlah hambaMu ini. Hamba tidak becus jadi suami, karena istri saya menginginkan anak..." Lirih hati Hafid.
Pada waktu hari minggu pada tanggal 20 juni 2018 Syifa dan Hafid akhirnya mengadopsi bayi yang masih saja baru keluar dari janin, ia sepakat untuk mengadopsi bayi tersebut dan diberi nama Bunga syakira Pratama. Yang artinya tumbuh bermekaran selalu mengucapkan syukur kepada Allah, akhirnya Syifa dan Hafid pulang ke rumah dan umi bertanya kepada Syifa
"Bagaimana nak, sudah mengadopsi bayinya?" Tanya umi
"Ini umi, bayinya perempuan hihi akhirnya kita bisa mengasuh bayi mas..." jawab Syifa
"Alhamdulillah nak, umi senang terhadap kamu. Silahkan memberikan asi untuk bunga...." ucap umi
"Baik umi, siap laksanakan..." Ujar Syifa.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Syifa pun menyusui anaknya yang bernama Bunga. Pada waktu itu umi tanya kepada Hafid
"Nak, sebenarnya Syifa punya penyakit apa?" Tanya umi
"Tapi umi jangan marah terhadap menantunya sendiri,"jawab Hafid
"Iyaa nak tidak akan...." ucap Umi
"Huft, sebenarnya Syifa mempunyai tumor di bagian rahim dan aku tumor spermatogenesis jadi tidak bisa untuk memiliki anak mi hiks..." Ucap Hafid menahan air mata.
"Ya Allah, jadi kalian ingin mengadopsi anak karena hal ini? Kenapa nggak bilang dari dulu?" Tanya Umi
"Maaf umi, Syifa nggak mau umi jadi kepikiran karena hal ini hiks..." jawab Hafid
"Apakah bisa sembuh nak?" Tanya umi
"Bisa mi, dengan cara operasi pengangkatan..." Sahut Hafid.
"Kapan itu nak di mulainya?" Tanya umi
"Insyaallah minggu depan mi, doakan yaa mi semoga operasinya Shireen berhasil," Hafid minta doa restu dari uminya
Beberapa menit kemudian Hafid pun bilang kepada Syifa.
"Gimana anaknya tidur kah?" Tanya Hafid
"Stt, dia sudah tidur mas jangan ganggu," ucap Syifa.
Pada waktu malam telah tiba sekitar pukul 03 : 00 pagi, Syifa sholat tahajud dan ia meminta kepada Allah.
"Ya Allah, semoga minggu depan hamba operasi berjalan dengan lancar dan semoga aku bisa membesarkan Bunga hingga sampai tumbuh dewasa. Aamiin," doa Syifa
Beberapa menit kemudian anaknya pun nangis, dan kemudian Syifa langsung bergegas ketempat bayinya mereka.
Disisi lain, Gladis pun mempunyai rencana yang jahat untuk merusak rumah tangga Syifa dan Hafid Di dalam hatinya Gladis tersebut bergumam.
"Hahaha, aku akan merebut suamimu dari kamu dan akan menjadi milikku selamanya dengan menggunakan ilmu pelet, " licik Gladis
Sungguh Gladis tega benar berbuat jahat terhadap saudara sepupunya sendiri, untung saja Syifa pintar dan tidak mudah dibodohi oleh sepupunya sendiri.
__ADS_1
Hingga orangtua Gladis mengingatkan beberapa kali tapi Gladis tidak mendengarkan apa yang orangtua bicarakan. Ia juga membentak orangtua
"Nak, sudahlah ikhlaskan mas Hafid jadi milik Syifa biarkan mereka hidup bahagia," ucap mama
"Mama, tidak tahu rasanya sakit hati! Aku suka terhadap mas Hafid sejak mas Hafid membantuku,"ucap Gladis
"Mama dan bapak akan berikan kamu suami kamu yang seperti mas Hafid asalkan kamu mengikhlaskan mas Hafid," perintah mama
"HALAH, SEMUA COWOK ITU SAMA SAJA MA. SERING BANGET UNTUK NINGGALIN PASANGANNYA DAN TIDAK SETIA KEPADA PASANGANNYA, APAKAH AKU BISA MENCARI COWOK YANG SETIA TERHADAP PASANGANNYA?" bentak Gladis
Tiba tiba saja tamparan keras dari kedua pipi Gladis, ayah menampar sangat keras
"PLAK!"
"Aww, sakit ayah. Ayah tidak bisa mengerti perasaan Gladis yang setiap hari harus melihat mas Hafid bersama mbak Syifa," tangis Gladis
"MEREKA ITU YA PASANGAN SUAMI ISTRI DAN YA WAJARLAH MEREKA SALING PERHATIAN, JADI BAPAK MOHON KAMU JANGAN MENJADI WANITA PELAKOR NAK. KAMU AKAN MENDAPATKAN LELAKI YANG SHOLEH," bentak bapak
"Ayah mah gitu hiks, aku benci terhadap ayah. Ayah selalu melarang aku," tangis Gladis
Tamparan keras mendarat di pipi untuk ke tiga kalinya.
"PLAK!"
"PLAK!"
"PLAK!"
"KAMU MASUK KAMAR SEGERA!" bentak ayah
Sesampainya di kamar Gladis pun menangis sejadi jadinya, karena ia tidak rela kalau mas Hafid bersama mbak Syifa yang begitu amat ia benci dari dulu hingga saat ini.
Kita kembali ke Syifa dan Hafid, mereka meminang anak adopsi yang mereka berdua ambil dari panti asuhan.
Syifa membeli sebuah Testpack untuk mengetahui hamil atau tidaknya, sesampainya ia membelinya langsung saja Syifa pergi ke kamar mandi untuk memakai Testpack. Sesudah memakai alat tersebut Syifa melihat hasilnya, hasilnya minus atau garis satu yang artinya belum dapat keturunan atau belum saatnya hamil.
Sesampainya keluar dari kamar mandi, Syifa masuk ke dalam kamar kemudian ia bergumam dalam hati
"Ya Allah, mau sampai kapan begini, baru garis satu. Butuh perjuangan banget untuk garis dua, tolong ya Allah berikanlah aku seorang janin ke dalam rahimku. Aamiin," doa Syifa.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.