Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Kegantengan Dan Ketampanan Kamu Akan Bertambah


__ADS_3

Melisa dan Arjuna masih kompak berdiri di tengah lautan maksudnya Melisa dan Arjuna masih kompak berdiri di ruang makan melihat makanan yang begitu banyak sudah tersaji di meja makan membuat perutnya mereka berdua membunyikan alat musik entah alat musik apa yang di mainkan di perut mereka berdua hanya mereka berdua yang tahu karena semut dan kecoa juga tidak mendengar alat musik yang di mainkan di perutnya Melisa dan Arjuna



Melisa melirik ke arah Arjuna yang berada di sebelahnya dengan tangan yang masih di genggam oleh Melisa kini Arjuna tengah memperhatikan semua makanan yang tertata sangat rapi di atas meja makan bukan di kolong meja dengan kedua matanya Arjuna yang berbinar seakan dirinya habis menang jackpot atau mendapat durian runtuh yang sangat lezat


"Arjuna ayo duduk" ajak Melisa tak bosan bosannya menatap ke arah Arjuna sang anak sementara Arjuna yang sibuk dan asyik menatap ke arah beberapa makanan secara bergiliran kini menatap ke arah Melisa yang sedang menatap dirinya


"Tapi mommy ikut duduk juga kan ?" tanya Arjuna polos dengan mimik wajah yang sangat menggemaskan sedangkan Melisa berpura pura nampak berpikir sambil jari telunjuknya memegang dagunya sendiri lalu Melisa berkata

__ADS_1


"Oke Arjuna mommy bakalan ikut duduk menemani kamu pria yang paling tampan" goda Melisa sambil mengedipkan matanya ke arah Arjuna sementara Arjuna terkekeh kecil mendengar omongan Melisa


"Ayo mommy kita berdua duduk sekarang aku anaknya siapa dulu dong kan anaknya mommy makanya aku tampan" bangga Arjuna sambil menepuk nepuk dadanya sendiri dengan penuh bangga sedangkan Melisa yang merasa gemas langsung menoel hidung mancung Arjuna yang ada di sebelahnya


"Ayo Arjuna kita berdua duduk sekarang tapi biar mommy yang seret kursinya buat kamu duduk tunggu sebentar mommy seret kursinya sekarang" cegah Melisa kepada Arjuna yang kini sedang memegang kursi tempat dirinya duduk bersiap untuk menarik kursi tersebut namun dengan gerakan cepat Melisa melepaskan genggaman tangannya di tangannya Arjuna lalu beralih memegang kursi yang biasa Arjuna duduki membuat Arjuna melepaskan tangannya sambil mengerucutkan bibirnya ratusan juta rupiah maksudnya ratusan juta centi ke depan


"Arjuna nanti juga bakalan mommy seret kursinya mommy tapi mommy seret kursinya kamu dulu buat kamu duduk soalnya menurut mommy kamu begitu istimewa sehingga mommy mengutamakan dan memprioritaskan kamu yang statusnya anak mommy iya mommy juga yakin kamu bisa menyeret kursinya sendiri tapi mommy pengin bantuin kamu menyeret kursinya kamu" jelas Melisa berbohong kepada Arjuna sedangkan Arjuna mencebikkan bibirnya


Padahal dalam hatinya Melisa dirinya takut Arjuna keberatan kalau harus menyeret kursi buat Arjuna duduk sendiri karena usianya Arjuna baru berumur empat tahun mungkin terlalu berlebihan jika di dengar namun itulah yang ada di hatinya Melisa sehingga tidak pernah membolehkan Arjuna buat menyeret kursinya sendiri walaupun Arjuna berkali kali meminta supaya Arjuna menyeret kursinya sendiri namun Melisa tetap tidak mengizinkan bahkan kalau Arjuna rewel tanpa ragu Melisa berpura pura marah dan membentak Arjuna membuat Arjuna diam dan menurut kalau kursinya di seret oleh Melisa

__ADS_1


"Maksudnya aku itu mommy cukup seret kursinya mommy doang tanpa mommy menyeret kursinya aku istilah gaulnya itu kita berdua seret kursinya masing masing aku bukan anak kecil mommy jadi aku bisa menyeret kursinya aku sendiri tanpa bantuan mommy aku tampan dan ganteng bukan cuma istimewa doang mommy ngga perlu mengutamakan dan memprioritaskan aku soalnya aku bisa mengerjakan itu sendiri kalau mommy sudah tahu aku bisa menyeret kursinya sendiri kenapa mommy masih menyeret kursi buat aku tanpa bantuan mommy aku bisa menyeret kursi sendiri" tegas Arjuna sambil menatap ke arah Melisa sementara Melisa menahan tawanya yang sejak tadi di simpan rapat melihat ekspresi wajahnya Arjuna


"Arjuna tapi tangannya mommy gatal pengin seret kursinya kamu juga bukan cuma kursinya mommy doang mommy tetap ngga mengizinkan kamu menyeret kursi sendiri kamu harus menurut sama mommy ingat kamu anaknya mommy dan lahir dari mommy kamu juga harus ingat perjuangan mommy dalam melahirkan kamu kalau mommy ngga melahirkan kamu pasti kamu ngga akan ada di dunia ini ingat juga bahwa surga ada di kelapa kaki ibu jadi kalau kamu pengin masuk ke surga harus menurut sama mommy termasuk membantah sama perkataan mommy juga termasuk menjadi anak durhaka kamu ngga mau kan jadi anak durhaka gara gara pengin menyeret kursi sendiri ? Tuhan membenci anak yang durhaka bukannya mommy sudah sering jelaskan kalau surga ada di telapak kaki mommy dan jangan membantah perintah orang tua karena itu sama saja di katakan anak durhaka termasuk mommy juga tidak mengizinkan kamu menyeret kursi miliknya kamu sendiri juga merupakan perintah dari mommy yang harus kamu ikutin supaya kamu ngga jadi anak durhaka jadi ngga ada tawar menawar kamu masih anak kecil paling yang bilang kamu bukan anak kecil cuma kamu doang pasti semua orang bakal bilang ke kamu kalau kamu masih anak kecil walaupun kamu bisa menyeret kursinya kamu sendiri tapi mommy tetap ingin menyeretkan kursi buat kamu jadi kamu cukup diam dan jangan protes satu lagi jangan membantah karena ini perintah iya kamu tampak dan ganteng bukan cuma istimewa doang pokoknya kamu pria paling istimewa dan sempurna apalagi kalau kamu menurut ke mommy tanpa protes kegantengan dan ketampanan kamu akan bertambah pokoknya mommy bakalan menyertakan kursi buat kamu jadi kamu ngga usah protes kamu paham penjelasan mommy" tegas Melisa sambil menambahkan volume suaranya ratusan juta oktaf dengan tatapan sengaja di buat nyalang ke arah Arjuna sementara Arjuna menganggukkan kepalanya mantap tanda paham


"Iya mommy aku paham" jawab Arjuna singkat sambil menundukkan kepalanya karena merasa malu kepada Melisa sementara Melisa mengumbar senyum lebar di wajahnya


"Arjuna ayo kita berdua duduk" ajak Melisa dengan nada yang sengaja sudah di lembutkan melebihi lembutnya kain sutera sementara Arjuna mendongakkan kepalanya untuk menatap ke arah Melisa


"Iya mommy" jawab singkat Arjuna karena dirinya masih merasa bersalah atas kejadian tadi yang tawar menawar kepada Melisa seperti di pasar sedangkan Melisa menambahkan porsi senyum lebar di wajahnya sementara Arjuna dengan cepat langsung menjatuhkan bokongnya ke kursi miliknya sedangkan Melisa menarik kursi yang biasa dia duduki lalu dirinya ikut menjatuhkan bokongnya ke kursi miliknya

__ADS_1


__ADS_2