Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Ini Minuman Jus Jambunya


__ADS_3

Arjuna yang telah mengambil satu gelas jus jambu dari kulkas bukan dari pohon, kini Arjuna langsung menutup pintu kulkas kembali dengan rapat.



Mungkin tujuan Arjuna menutup pintu kulkas rapat supaya semut tak bisa masuk ke dalam kulkas, soalnya semut suka yang manis manis, apalagi di kulkas banyak makanan dan minuman yang manis manis tapi tetap manis author.



Setelah pintu kulkas tertutup, kini Arjuna mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah ruang makan, tempat keberadaan Melisa sebelum Arjuna pergi ke dapur.


''Aku sudah selesai mengambil jus jambu pesanan mommy aku, semoga saja mommy aku sudah meminum obat sariawan yang aku bawa, aku harus cepat sampai ke ruang makan supaya aku bisa melihat apakah obat sariawan yang aku bawakan sudah di minum oleh mommy aku apa belum'' batin Arjuna sembari mempercepat langkah kakinya menuju ke ruang makan.


Berbeda hal dengan yang di rasakan Arjuna yang merasa senang dan bahagia, karena sudah menyelesaikan tugas yang di perintah Melisa.



Di sisi lain kini Melisa sedang di landa gelisah tak menentu, memikirkan nasib obat sariawan yang Melisa buang ke tas yang akan di bawa pergi ke tempat kerja Melisa.



Melisa kini sudah berkali kali menarik napas panjang guna meredakan kecemasan yang melanda dirinya, namun tetap saja Melisa belum bisa tenang sama sekali.



Banyak pemikiran buruk yang bersarang di kepalanya Melisa, sejak tadi Melisa berpikir apakah Arjuna akan percaya dengan perkataan Melisa nanti kalau Melisa sudah meminum obat sariawan yang di bawakan Arjuna atau malah sebaliknya.


''Aku harap Arjuna tak curiga sama sekali kalau aku tak meminum obat sariawan yang Arjuna bawakan, dan semoga Arjuna juga tak curiga kalau aku membuang obat sariawan yang Arjuna bawa tadi'' batin Melisa sambil meremas kedua tangannya.


Arjuna yang telah melangkah selama kurang lebih lima menit, kini Arjuna sudah sampai di ruang makan, Arjuna buru buru melangkahkan kedua kakinya menuju ke arah ruang makan



Melisa yang masih sibuk dengan pemikirannya, sehingga tak menyadari bahwa Arjuna sedang berjalan ke arahnya.


__ADS_1


Arjuna yang telah berjalan selama beberapa menit, kini Arjuna sudah ada di dekat Melisa, lalu Arjuna menyodorkan gelas yang berisi jus jambu.


''Mommy ini minuman jus jambunya'' ucap Arjuna sambil menyodorkan gelas tersebut ke Melisa.


Melisa tak bergeming sama sekali, Melisa masih sibuk dan asyik melamun memikirkan kemungkinan yang terjadi.



Namun Melisa berharap kalau Arjuna akan percaya dengan semua perkataan dan omongan Melisa, bahkan Melisa juga berharap kalau Arjuna tak menanyakan tentang obat sariawan itu lagi, walau rasanya sangat mustahil.


"Semoga Arjuna nanti percaya kalau aku sudah meminum obat sariawan yang tadi, dan semoga saja Arjuna tak banyak membahas tentang masalah obat sariawan itu" batin Melisa sambil menarik sudut bibirnya untuk tersenyum sangat tipis.


Arjuna menatap lekat ke arah Melisa dengan kening yang berkerut, pasalnya Melisa belum menerima sama sekali gelas yang berisi jus jambu yang di sodorkan oleh Arjuna.



Bukan hanya itu saja, namun Melisa juga belum menjawab perkataan dari Arjuna, kini Arjuna berpikir kalau Melisa sedang sariawan.




Karena dalam pemikiran Arjuna kalau misalkan Melisa memang benar benar sudah meminum obat sariawan yang Arjuna bawakan, otomatis Melisa sudah sembuh dari penyakit sariawan tersebut.



Kini Arjuna di hinggapi rasa penasaran dan kepo, apa yang menyebabkan Melisa tak menjawab omongan Arjuna, bukan hanya itu namun Arjuna menduga kalau Melisa juga tak mendengar suara Arjuna.


"'Mommy ini jus jambunya'' kata Arjuna lagi sambil menambahkan volume suaranya.


Karena Arjuna tadi berpikir kalau Melisa tak mendengar suaranya gara gara suara Arjuna terlalu lirih, walaupun Arjuna yakin suara Arjuna tak berubah seperti biasanya.



Melisa masih diam membisu dan tak mendengar omongan Arjuna, bahkan Melisa masih tak menyadari kehadiran Arjuna di sebelahnya.

__ADS_1



Setelah Arjuna menunggu selama beberapa jam, kelamaan dong maksudnya setelah Arjuna menunggu selama beberapa menit, namun Melisa sama sekali tak meluncurkan jawaban walaupun hanya satu patah katapun.


Kini arjuna nampak berpikir bagaimana caranya supaya Melisa mendengar omongannya, otaknya Arjuna di paksa bisa menemukan jawabannya.


Sedetik kemudian Arjuna telah menemukan cara supaya Melisa mendengar omongannya, Arjuna menatap ke arah Melisa sekilas, lalu Arjuna menempelkan gelas yang ada di tangannya ke tangan Melisa yang bertengger di meja.



Melisa yang merasakan tangannya dingin akibat gelas yang berisi jus jambu menempel di tangannya, membuat Melisa membuyarkan semua lamunannya yang tadi hinggap di kepalanya.


Bahkan Melisa hampir saja menampar gelas dingin yang berisi jus jambu, namun karena Arjuna terlalu kuat memegang gelas tersebut sehingga gelas yang berisi jus jambu masih ada di tangannya dan tak jadi pecah.


"Ar Ar Arjuna kamu sejak kapan ada di sini ?" tanya Melisa terbata bata.


Sungguh Melisa kaget dan syok begitu melihat sosok buah hatinya ada di sampingnya, yang lebih membuat Melisa kaget dan syok adalah ternyata Arjuna yang melakukan aksi menempelkan gelas dingin yang berisi jus jambu ke tangannya.


"Aku sudah sejak tadi ada di sini mommy, bahkan aku sudah mengajak berbicara ke mommy sejak tadi tapi mommy tak mendengar suara aku" jawab Arjuna apa adanya.


Melisa menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, sungguh kini Melisa bingung memikirkan jawaban yang tepat untuk Arjuna.


"Mommy kenapa ngga dengar aku bicara ? apa penyakit sariawan mommy kambuh lagi ? tapi mommy sudah meminum obat sariawan yang aku bawa tadi kan ?" Arjuna melayangkan pertanyaan bertubi tubi ke Melisa.


Melisa tambah pusing memikirkan jawaban untuk pertanyaan dari Arjuna yang sangat banyak, namun Melisa berusaha terlihat tetap tenang.


"Arjuna kalau bertanya satu satu, jangan langsung banyak sekaligus karena mommy bingung mau jawab pertanyaan kamu yang mana dulu" kilah Melisa sambil tersenyum tipis, sementara Arjuna menganggukkan kepalanya nampak berpikir pertanyaan mana dulu yang harus pertama di tanyakan ke Melisa.


"Mommy tadi tak mendengar suara aku, apakah mommy sudah meminum obat sariawan yang aku bawa tadi ?" tanya Arjuna sembari menatap lekat ke Melisa.


Melisa buru buru menganggukkan kepalanya mantap tentunya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Iya Arjuna mommy sudah meminum obat sariawan yang kamu bawakan tadi, makasih Arjuna karena berkat obat yang kamu bawa mommy tak merasa sakit sariawan lagi" sahut Melisa berbohong, sementara Arjuna mengerutkan keningnya heran.


"Kalau mommy sudah meminum obat sariawan yang aku bawa tadi, dan penyakit sariawan mommy sudah sembuh kenapa tadi saat aku tanya mommy hanya diam saja tak menjawab perkataan aku" jelas Arjuna sambil memicingkan mata ke Melisa.

__ADS_1


Melisa membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.


__ADS_2