Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Pasti Bertujuan Untuk Membahagiakan Aku


__ADS_3

Arjuna berpikir ternyata apa yang di duga Melisa bahwa Arjuna melamun adalah benar, tapi Arjuna masih takut kalau harus jujur ke Melisa bahwa Arjuna memang tadi melamun, karena Arjuna takut kalau Melisa bertanya apa yang menyebabkan Arjuna melamun.



Melisa menelisik wajahnya Arjuna, di sana Melisa bisa menangkap raut wajah cemas dan raut ketakutan Arjuna, dari situ Melisa menyimpulkan bahwa dugaannya tadi yang bilang Arjuna melamun adalah benar, namun tiba tiba saja di otaknya Melisa berputar dan berpikir apa yang di lamunkan oleh Arjuna.



Melisa yang telah menunggu selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Melisa menunggu selama beberapa menit, namun Melisa tak mendengar suara jawaban dari Arjuna, Melisa yakin saat ini pasti Arjuna sedang sibuk dengan dunianya sendiri dan asyik dengan dunianya sendiri, bahasa gaulnya atau istilah lainnya adalah Arjuna sibuk melamun.


Melisa mencoba menyadarkan Arjuna dari lamunannya, lalu Melisa mempunyai ide supaya Arjuna tersadar dari lamunannya tanpa menyakiti Arjuna walaupun satu goresan.


Melisa menerbitkan senyum lebar di wajahnya, lalu Melisa memegang pundak Arjuna, merasa ada yang memegang pundaknya membuat Arjuna tersadar dari lamunannya, dan Arjuna buru buru membuang jauh jauh semua lamunannya.


"Arjuna kamu sedang melamun memikirkan apa ?" tanya Melisa dengan suara lembut, bahkan sentuhan yang di berikan oleh Melisa ke pundak Arjuna juga lembut, sementara Arjuna yang merasa ada yang memegang pundaknya langsung menoleh ke arah sumber tangan yang memegang pundaknya.


Arjuna kini saling pandang dengan Melisa, deguban jantung Arjuna berdetak sangat kencang, bukan karena Arjuna sedang jatuh cinta, tapi Arjuna merasa ketakutan dan merasa cemas serta khawatir dengan pertanyaan yang akan di keluarkan oleh Melisa.

__ADS_1



Arjuna sudah bisa menebak kalau pasti Melisa akan menanyakan apa yang menyebabkan Arjuna melamun, ternyata tebakan Arjuna tak meleset sama sekali, mungkin karena Arjuna merupakan anak yang pintar, cerdas, dan cepat tanggap sehingga bisa memikirkan apa yang akan di tanyakan oleh Melisa kepada dirinya.


Arjuna kini mengeluarkan keringat sebesar besar jagung, besar amat maksudnya Arjuna kini mengeluarkan keringat dingin, itu meluncur tak dapat di tolak dari tubuhnya, Melisa menaikkan satu alisnya, dirinya merasa heran kenapa Arjuna hanya diam saja dan di lihat dari gerak gerik serta wajahnya, Melisa bisa menangkap dan melihat kalau Arjuna ketakutan.


Namun Melisa bingung sendiri apa yang menyebabkan Arjuna ketakutan seperti itu, padahal Melisa tidak menepuk pundak Arjuna dengan keras, Melisa juga tidak berbicara sangat keras dan sangat kencang kepada Arjuna, lalu apa yang membuat Arjuna ketakutan seperti itu.


Arjuna diam membisu masih bingung dengan apa yang harus dia lakukan, bahkan perkataan Melisa juga Arjuna tidak mendengarnya, mau bertanya tapi Arjuna takut nanti Melisa marah dan kecewa pada Arjuna, tidak bertanya Arjuna sama sekali tak mendengar perkataan Melisa.


Melisa yang tak tahan melihat reaksi Arjuna yang ketakutan, langsung memikirkan cara supaya Arjuna bisa mendengar suaranya, sementara Arjuna sibuk dengan pemikirannya apakah dirinya harus bicara jujur kalau Arjuna tidak mendengar suara Melisa, atau Arjuna berbohong kepada Melisa.


"Arjuna" panggil Melisa dengan singkat sambil menaikkan suaranya sampai ratusan milyar oktaf, dengan tangan yang masih menempel di pundak Arjuna, sedangkan Arjuna yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke arah sumber suara.


Kini Arjuna menatap ke arah Melisa yang sedang menatapnya, Arjuna samar samar memang tadi mendengar suara Melisa, tapi yang Arjuna dengar tadi Melisa cuma memanggil nama Arjuna doang tanpa berkata apapun lagi.


Arjuna yang di hinggapi dan di selimuti rasa penasaran tingkat dewa langsung menanyakan kepada Melisa, apa tujuan Melisa memanggil Arjuna.

__ADS_1


"Kenapa mommy tadi memanggil aku ?" tanya Arjuna sambil menatap ke arah Melisa, sementara Melisa mengulum senyum tipis sangat tipis, sehingga hanya Melisa yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum.


Melisa sangat bahagia dan sangat senang, karena rencana Melisa memanggil Arjuna, dan rencana Melisa membuat Arjuna mendengar omongannya ternyata berhasil, hal itu sama sekali tak di lewatkan oleh Melisa.


Karena Melisa penasaran dengan apa yang di pikirkan dan di lamunkan oleh Arjuna, mendapat pertanyaan seperti itu seperti angin segar buat Melisa, sehingga tanpa menunggu terlalu lama Melisa langsung bertanya sesuatu ke Arjuna, tentang suatu yang penting menurut Melisa.


"Arjuna kenapa kamu melamun ? sebenarnya apa yang kamu pikirkan dan kamu lamunkan sampai kamu ngga dengar suara mommy ? apa kamu memikirkan mommy yang mulai sekarang harus bekerja ? sehingga kamu jarang bermain dengan mommy dan kamu kesepian karena mommy bekerja, tapi asal kamu tahu Arjuna mommy bekerja seperti ini juga demi kamu, mommy ingin membahagiakan kamu, dan mommy ingin membelikan mainan yang banyak buat kamu, jadi kamu harus menerima kalau mommy mulai saat ini harus bekerja, kamu bisa main sama nenek, atau main sama kakek saat kakek ada di rumah, atau kamu bisa main sendiri, maafkan mommy kalau mommy mengabari kamu secara dadakan kalau hari ini mommy mulai bekerja" jelas Melisa panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api, dengan tatapan sendu menatap ke arah Arjuna.


Melisa berpikir alasan Arjuna melamun pasti memikirkan Melisa yang akan bekerja, karena sebelumya Arjuna tak pernah melamun sama sekali, bahkan Arjuna adalah anak yang cepat tanggap dan sangat pintar, sehingga Arjuna langsung paham dengan arah pembicaraan lawan bicaranya.


Arjuna yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Melisa membuat Arjuna membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sungguh Arjuna tak menyangka kalau Melisa akan salah tebak seperti ini.


Arjuna merasa bingung sendiri menjelaskan tentang apa yang tadi Arjuna lamunkan, Arjuna berpikir apakah Arjuna harus jujur tentang apa yang Arjuna lamunkan sehingga tak menyebabkan salah paham buat Melisa.


Arjuna memutar otaknya, sedetik kemudian Arjuna telah mengambil keputusan, yaitu Arjuna akan berkata jujur apa penyebab Arjuna melamun, menurut Arjuna itu lebih baik di banding Melisa yang berpikir Arjuna melamun karena Melisa harus bekerja dan tidak bisa menemani Arjuna bermain.


"Mommy sebenarnya aku itu tadi ngga melamun memikirkan mommy yang mulai saat ini harus bekerja sehingga tak bisa bermain dengan aku, menurutku mommy bekerja pasti bertujuan untuk membahagiakan aku jadi ngga usah merasa bersalah kepada aku" sahut Arjuna dengan senyum lebar di wajahnya, sementara kedua matanya Melisa terbelalak lebar mendengar jawaban Arjuna.

__ADS_1


__ADS_2