Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Merepotkan Mommy Saat Masih Bayi


__ADS_3

Melisa masih sibuk dan asyik melamun sehingga tidak menyadari kehadiran Arjuna yang sudah ada di dekatnya, sementara Arjuna menatap ke arah Melisa sambil menerbitkan senyuman lebar di wajah tampannya.



Arjuna menatap ke arah Melisa sekilas lalu Arjuna yang masih kecil dan tidak akan mungkin bisa menjangkau telinganya Melisa untuk bicara di telinganya Melisa kini Arjuna punya taktik lain yaitu Arjuna menyenggolkan badannya ke badan Melisa supaya Melisa tersadar.



Sebenarnya Arjuna juga ingin memakai tangannya buat memegang tangannya Melisa namun Arjuna tidak bisa melakukannya karena tangannya Arjuna sedang memegang nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Melisa, merasa ada yang menyenggol dirinya membuat Melisa membuang dan membubarkan lamunannya lalu Melisa menatap ke arah dimana anggota tubuhnya kena senggol membuat Melisa bisa melihat kalau ada Arjuna yang sudah ada di sampingnya.


"Arjuna kamu sejak kapan ada di sini ?" tanya Melisa sambil menaikkan satu alisnya ke atas sedangkan Arjuna menambahkan porsi senyuman lebar di wajahnya.


"Mommy aku sejak tadi ada di sini bahkan aku tadi sudah ajak bicara mommy tapi mommy ngga mendengar omongan aku" jelas Arjuna sesingkat dan sepadat mungkin sedangkan Melisa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh dirinya baru sadar kalau sejak tadi Melisa itu melamun sehingga tidak sadar kalau Arjuna mengajak dirinya berbicara.


"Maaf Arjuna mommy tadi" perkataan Melisa belum selesai sudah di potong dengan cepat oleh Arjuna.


"Ngga papa mommy, aku tahu kalau mommy itu sedang terserang sariawan makanya mommy ajak mengobrol hanya diam saja ngga menjawab omongan aku" jelas Arjuna menyimpulkan pendapat yang ada di otaknya sementara kedua matanya Melisa terbelalak lebar dengan mulut menganga sungguh Melisa bingung dengan perkataan Arjuna apakah mungkin efek dari Melisa yang baru tersadar dari lamunannya sehingga Melisa belum paham maksud dari Arjuna yang sangat gampang di cerna.

__ADS_1


"Maksudnya kamu apa Arjuna mommy belum paham" kata Melisa sambil menatap ke arahnya Arjuna dengan tatapan serius sedangkan Arjuna terkekeh kecil sebentar lalu menjawab apa yang tadi di tanyakan oleh Melisa.


"Momny maksudnya aku itu mommy sedang sariawan makanya aku ngomong dan mengobrol sama mommy ngga di jawab mommy hanya diam saja karena mommy sariawan" jelas Arjuna lagi dengan mimik wajah serius sementara Melisa yang paham dengan maksud perkataan Arjuna langsung tersenyum masam sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Iya Arjuna mommy sedang sariawan makanya saat kamu bicara ke mommy walaupun mommy mendengar mommy ngga menjawab omongan kamu" jawab Melisa berbohong sambil memaksakan diri untuk tersenyum sedangkan Arjuna menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum lebar.


Dalam hatinya Melisa bingung mau menjawab apa, intinya posisi Melisa bagaikan buah semangka koq malah buah semangka maksudnya bagaikan buah simalakama mau jujur kalau Melisa tidak sariawan nanti malah di cap kalau Melisa budeg dan tuli oleh Arjuna, mau berbohong kalau Melisa sariawan kenyataannya Melisa tidak sariawan.



"Iya mommy aku tahu kalau mommy sedang sariawan makanya aku bawakan makanan, minuman, dan obat sariawan buat mommy" sahut Arjuna dengan penuh semangat sambil mengangkat nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat sariawan buat Melisa sedangkan Melisa yang mendengar perkataan dari Arjuna langsung tercengang dan mematung di tempat.


Melisa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga melihat nampan yang ada di tangannya Arjuna di junjung agak tinggi tidak seperti tadi, Melisa menatap ke arah Arjuna yang sedang mengumbar senyum lebar di wajahnya.



Melisa bingung dengan obat yang ada di atas nampan namun sedetik kemudian otak cerdasnya Melisa dan otak pintarnya Melisa langsung paham dengan perkataan Arjuna membuat Melisa menelan salivanya berkali kali karena panik dan bingung kenapa Arjuna membawa obat sariawan buat Melisa.

__ADS_1


"Arjuna itu obat buat sariawan ?" tanya Melisa memastikan apa yang ada di otaknya sedangkan Arjuna dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap tanpa melunturkan senyuman lebar di wajahnya.


"Iya mommy ini obat buat sariawan lebih tepatnya ini obat buat mommy karena aku yakin mommy dari tadi diam saja saat aku berbicara tanpa menjawab omongan aku karena mommy itu terkena sariawan makanya aku bawakan obat buat mommy supaya sariawan mommy cepat sembuh" jelas Arjuna sambil mengembangkan senyuman sangat lebar di wajahnya sementara Melisa membulatkan kedua matanya.


"Arjuna mommy ngga" perkataan Melisa belum di lanjutkan karena Melisa bingung mau berbicara apa sedangkan Arjuna yang penasaran dengan perkataan Melisa langsung menimpali perkataan Melisa.


"Mommy ngga apa ?" tanya Arjuna dengan raut wajah yang di selimuti dan di hinggapi rasa penasaran sementara Melisa nampak berpikir dan Melisa memutar otaknya supaya bisa mencari alasan yang tepat buat Arjuna setelah beberapa menit diam Melisa sudah menemukan jawaban yang menurut Melisa pas untuk di jadikan alasan.


"Arjuna mommy ngga mau merepotkan kamu, jadi walau mommy terkena serangan sariawan mommy bisa mengambil obatnya sendiri supaya ngga merepotkan kamu" elak Melisa sambil tersenyum kikuk dan tangannya menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal sementara Arjuna tanpa aba aba dan tanpa komando langsung mengeluarkan senyuman lebar di wajah tampannya.


"Mommy ngga merepotkan aku, soalnya aku pengin mommy cepat sembuh makanya aku ambilkan makanan, minuman, dan obat sariawan juga, malah aku waktu masih bayi sangat merepotkan mommy karena waktu masih bayi aku di suapin sama mommy, di pakaikan baju sama mommy, di pakaikan celana sama mommy, kalau aku tidur di selimuti sama mommy, di gendong sama mommy, di beri minyak kayu putih sama mommy pokoknya aku selalu merepotkan mommy saat masih bayi" jelas Arjuna sambil menatap lekat wajah Melisa sedangkan Melisa tanpa terasa menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.


Sungguh Melisa sangat bangga karena mempunyai anak yang sangat baik kepada Melisa bahkan Arjuna tahu apa saja yang Melisa lakukan kepada Arjuna saat Arjuna masih bayi.


"Arjuna itu sudah kewajiban mommy melakukan semua hal itu karena semua bayi belum bisa melakukan hal apapun selain hanya menangis" jelas Melisa sambil mengusap pucuk kepala Arjuna sedangkan Arjuna menganggukkan kepalanya samar.


"Iya mommy aku tahu makanya aku mau membalas kebaikan mommy dan aku mau berbakti sama mommy sekarang mommy minum obat sariawannya, aku sudah membawa makanan dan minuman juga lho" perintah Arjuna sambil menatap ke arah Melisa sementara Melisa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga

__ADS_1


__ADS_2