
Arjuna tak henti hentinya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya begitu juga Melisa yang tak kalah dengan Arjuna karena Melisa mengeluarkan senyum yang tak kalah lebar dari Arjuna.
Melisa berharap bahwa Arjuna melupakan kalau Melisa tadi berkata dengan nada terbata bata sungguh Melisa ingin Arjuna melupakan tentang satu hal yaitu hal itu, Melisa tak mau berbohong kepada Arjuna makanya dia cuma berharap Arjuna melupakan perkataan Melisa yang terbata bata.
Karena Melisa bingung mau jawab apa kalau di tanya oleh Arjuna kenapa jawabnya terbata bata, mau jawab berbohong Melisa takut dosa, mau jawab tidak berbohong Melisa takut Arjuna akan bertanya banyak hal kepada Melisa seandainya Melisa berkata jujur.
"Aku harap semoga Arjuna lupa kalau tadi aku berbicara dengan nada terbata bata soalnya aku bingung mau jawab apa mau jawab jujur nanti Arjuna bakalan kepo, mau jawab ngga jujur nanti aku takut kena dosa, gimana dong ini semoga Arjuna lupa kalau aku tadi berbicara terbata bata karena saking senangnya Arjuna melihat aku sembuh dari sariawan tanpa meminum obat yang di bawa Arjuna" batin Melisa sambil menatap ke arah Arjuna dengan tatapan kosong.
Arjuna yang sedang menatap ke arah Melisa tiba tiba teringat sesuatu yang menurut Arjuna sangat penting, membuat Arjuna berniat untuk menanyakan kepada Melisa tentang apa yang ada di otaknya dan di kepalanya Arjuna.
"Mommy kenapa tadi mommy bicaranya terbata bata apa mommy tadi bohongi aku ?" tanya Arjuna sambil menatap lekat wajahnya Melisa sementara Melisa tak bergeming sedikitpun karena Melisa asyik dan sibuk dengan dunianya, lebih tepatnya Melisa sibuk dan asyik melamun memikirkan semoga Arjuna lupa dengan perkataan dari Melisa yang terbata bata tadi supaya Melisa tidak perlu berbohong kepada Arjuna.
__ADS_1
Setelah Arjuna menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Arjuna menunggu selama beberapa puluh menit namun Arjuna tidak mendengar suara jawaban dari Melisa membuat Arjuna berpikir satu hal, bukan memikirkan Melisa yang sedang melamun sehingga tidak mendengar suara Arjuna, namun Arjuna berpikir mungkin Melisa terkena serangan sariawan mendadak lagi.
Arjuna yang berpikir bahwa Melisa terkena sariawan lagi membuat Arjuna panik, pasalnya Arjuna tidak ingin orang yang Arjuna sayangi yaitu Melisa orang yang telah melahirkan Arjuna ke dunia ini merasakan sakit walaupun hanya seujung kuku saja, berbagai macam pikiran berkecamuk di otaknya Arjuna membuat Arjuna panik dan gelisah karena takut Melisa terkena sariawan.
"Gimana dong ini koq mommy aku panggil diam saja, jangan jangan mommy aku kena sariawan lagi, mommy bandel sudah aku bilangin supaya minum obat yang aku bawa malah mommy ngga mau pakai bilang katanya sudah sembuh, tapi kenapa mommy malah diam aku ajak bicara, jangan jangan mommy terkena sariawan lagi, aku harus bilang ke mommy aku supaya meminum obat yang aku bawa tapi gimana caranya bilang, mommy saja ngga dengar apa yang aku katakan tadi harus gimana dong supaya mommy mendengar suara aku dan mommy meminum obat yang aku bawa" batin Arjuna panik sambil masih tetap fokus membawa nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat untuk Melisa.
Arjuna mulai memutar otaknya untuk berpikir bagaimana caranya supaya Melisa bisa mendengar suara Arjuna, supaya Arjuna bisa menyuruh Melisa buat meminum obat sariawan yang Arjuna bawa, pokoknya dalam hatinya Arjuna bertekad harus mendapat akal supaya bisa membuat Melisa mendengar suaranya Arjuna.
"Aku tahu caranya supaya mommy bisa mendengar suara aku, kenapa aku baru ingat bukannya tadi aku juga sudah membuat mommy supaya mendengar suara aku, lebih baik aku gunakan cara seperti tadi supaya mommy mendengar suara aku, dengan begitu aku bisa menyuruh mommy buat minum obat yang aku bawa" batin Arjuna tanpa melunturkan senyum lebar di wajahnya dengan tatapan yang mengarah kepada Melisa.
Arjuna menggunakan trik yang tadi Arjuna gunakan supaya mendengar suara merdunya Arjuna, kini Arjuna menyenggol tubuhnya Melisa membuat Melisa yang sedang sibuk dan asyik melamun langsung membuyarkan semua lamunannya lalu Melisa menoleh ke arah sumber orang yang menyenggol tubuhnya.
__ADS_1
Melisa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga melihat adegan di depannya, karena Melisa melihat dengan mata rambut sendiri maksudnya Melisa melihat dengan mata kepalanya sendiri Arjuna ada di depan matanya sambil tersenyum lebar ke arah Melisa.
Sungguh Melisa tak habis pikir kenapa Arjuna menyenggol tubuhnya, Melisa sudah mengeluarkan keringat dingin karena ketakutan, dalam hatinya Melisa sudah di rundung kecemasan kalau Arjuna menyenggol dirinya karena Arjuna ingin menanyakan ke Melisa kenapa Melisa tadi berbicara dengan nada terbata bata.
"Arjuna kenapa menyenggol tubuhnya aku, jangan jangan Arjuna minta aku jelaskan kenapa aku tadi berbicara terbata bata, gimana dong ini aku harus jelaskan apa ke Arjuna, ngga mungkin aku jelaskan alasan penyebab sebenarnya aku berbicara terbata bata seperti tadi, lebih baik aku kunci rapat rapat alasan aku tadi berbicara terbata bata kalau aku bicara ke Arjuna pasti dia kepo dan bertanya tanya terus ke aku, pokoknya Arjuna langsung tanya banyak hal ke aku sudah kayak wartawan yang mencari berita" batin Melisa cemas dan panik takut kalau Arjuna menyenggol dirinya karena Arjuna ingin meminta penjelasan kenapa Melisa tadi berkata dengsn nada terbata bata.
Tapi sepertinya Melisa salah paham, karena Arjuna menyenggol tubuhnya Melisa bukan untuk bertanya kenapa Melisa tadi berkata dengan nada terbata bata, namun Arjuna menyenggol Melisa karena Arjuna berpikir bahwa Melisa tak menjawab pertanyaannya karena Melisa terserang penyakit sariawan, makanya Arjuna menyenggol tubuhnya Melisa supaya Melisa meminum obat yang di bawakan Arjuna.
"Mommy ayo di minum obat sariawan yang aku bawa supaya mommy sembuh dari sariawan" ucap Arjuna sambil menatap ke arah Melisa tanpa melunturkan senyuman lebar di wajahnya.
Melisa tak bergeming mendengar omongan Arjuna, karena Melisa sibuk dengan pemikiran yang ada di otaknya yaitu bagaimana caranya supaya nanti Melisa bisa menjawab pertanyaan dari Arjuna tanpa terbata bata supaya Arjuna tidak curiga.
__ADS_1
Setelah Arjuna menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Arjuna menunggu selama beberapa puluh menit namun Melisa tak menjawab omongannya Arjuna, membuat Arjuna panik dan cemas, apalagi tatapan Melisa sebenarnya mengarah ke Arjuna, sehingga Arjuna pikir Melisa mendengar omongan Arjuna, kini Arjuna panik dan tambah cemas melihat keadaan Melisa yang hanya diam walaupun Arjuna sudah ajak bicara.