Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Tanya Sendiri Di Jawab Sendiri


__ADS_3

Melisa syok mendengar jawaban yang terlontar dari Arjuna, Melisa tak mendengar suara Arjuna, karena memang Melisa sedang sibuk dengan dunianya sendiri lebih tepatnya, Melisa sedang melamun, sehingga tak mendengar semua omongan Arjuna.



Melisa juga tak menyangka kalau tadi Arjuna menyuruh Melisa untuk memakan makanan yang di bawa Arjuna, bukan hanya itu saja yang paling penting, Melisa sangat syok karena mendengar Arjuna yang mengira kalau Melisa sakit sariawan sehingga menyebabkan Melisa tak mendengar suara orang lain.



Arjuna menatap ke arah Melisa secara intens, kini Melisa nampak gelisah dan resah, bahkan Melisa sampai menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal, untuk meredam dan menghilangkan rasa gelisah dan resah yang dia rasakan, namun sepertinya cara seperti itu tak lantas membuat hatinya Melisa tenang.



Kini berbagai pikiran berkecamuk di otaknya Melisa dan di kepalanya Melisa, sungguh Melisa sedang berpikir cara mencari alasan yang tepat, kenapa tadi Melisa tak mendengar suara Arjuna, karena Melisa tak mungkin mengatakan dengan jujur kalau Melisa tadi sibuk melamun memikirkan seseorang, itu akan menimbulkan banyak pertanyaan pertanyaan selanjutnya dari Arjuna.


"Arjuna apa mommy boleh minta tolong ke kamu ?" tanya Melisa sambil menatap ke arah Arjuna, sedangkan Arjuna yang sibuk dengan dunianya sendiri tak mendengar suara Melisa.


Setelah beberapa puluh menit Melisa menunggu, namun Arjuna masih diam membisu dan tak menjawab omongan Melisa, membuat Melisa memijat pelipisnya sendiri, Melisa sangat yakin kalau Arjuna itu kini sedang melamun, makanya Arjuna tidak mendengar suara Melisa.


Apalagi setelah Melisa bertanya kepada Arjuna, namun Arjuna tak menjawab itu sudah sebagai bukti juga kalau Arjuna itu sedang melamun, sehingga kini otaknya Melisa sedang bekerja supaya Arjuna mendengar semua perkataan Melisa, dan menghancurkan lamunannya.


"Aku yakin pasti Arjuna sedang melamun, makanya dia ngga mendengar semua omongan aku, sebaiknya aku cari akal supaya Arjuna bisa mendengar suara aku yang merdu ini, tapi gimana caranya dong, apa aku nyanyi supaya Arjuna mendengar suara aku, tunggu nanti kalau aku nyanyi takutnya malah aku yang keasyikan nyanyi sementara Arjuna tetap ngga dengar suara aku, mubazir dong suara aku, gimana dong caranya supaya Arjuna mendengar suara aku tanpa aku nyanyi lagu'' batin Melisa sambil memutar otaknya untuk berpikir keras, supaya Arjuna mendengar semua omongan Melisa.

__ADS_1


''Mommy aku aneh banget, apa kalau terkena sariawan jadi mendadak pikun, aku kira kalau sariawan malah hanya sakit saat bicara, dan tidak bisa di ajak bicara, tapi kenapa malah lupa sama perintah aku yang menyuruh mommy aku makan lalu meminum obat yang aku bawa'' batin Arjuna memikirkan Melisa yang tadi lupa dengan semua omongan Arjuna.


Setelah Melisa berpikir selama beberapa menit, kini Melisa sudah menemukan ide supaya Arjuna mendengar suaranya, sehingga tanpa sadar Melisa mengeluarkan senyum lebar di wajahnya, lalu menatap ke arah Arjuna yang menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.


"Aku punya ide supaya Arjuna mendengar semua omongan aku, lebih baik aku jalankan idenya sekarang juga, aku yakin ide ini di jamin bisa bikin Arjuna mendengar semua omongan aku, tapi yang aku heran sebenarnya Arjuna itu melamun apa ?, dia masih kecil ngga mungkin melamun tentang lawan jenis, atau Arjuna memikirkan tempat wisata yang ingin di kunjungi sama aku, kenapa aku jadi tanya sendiri di jawab sendiri, lebih baik aku tanya langsung ke Arjuna, dari pada kayak gini kayak orang gila kesannya" batin Melisa sambil manggut manggut samar, sementara Arjuna tengah sibuk dengan dunia lamunannya.


Melisa yang tadi hanya menggunakan suara saja tapi Arjuna tak mendengar omongannya, membuat Melisa mengulurkan tangannya lalu menepuk pundak Arjuna dengan lembut, sementara Arjuna yang merasakan ada yang menepuk pundaknya, membuat Arjuna buru buru membuyarkan dan membubarkan semua lamunannya Arjuna.



Kini Arjuna sontak menatap ke arah Melisa yang sedang menatap dirinya, lalu Arjuna tersenyum kikuk saat di tatap oleh Melisa.



"Ada apa mommy ?" tanya Arjuna membuka percakapan terlebih dahulu setelah tadi keadaan hening cipta, sementara Melisa menaikkan satu alisnya ke atas lalu berkata.


"Arjuna apa kamu tak mendengar suara mommy tadi ?" bukannya menjawab pertanyaan Arjuna, Melisa malah bertanya kepada Arjuna, membuat Arjuna menggelengkan kepalanya.


Arjuna tak bisa berbohong, kenyataannya memang tadi Arjuna tak mendengar suara Melisa, sehingga dia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


__ADS_1


Melisa yang melihat gelengan kepala Arjuna, membuat Melisa tersenyum masam, benar dugaan Melisa bahwa Arjuna pasti tadi tak mendengar suaranya karena Arjuna sedang melamun, membuat Melisa heran apa sebenarnya yang membuat Arjuna melamun.



Melisa menatap lekat ke arah Arjuna, untuk mencari tahu apakah ada kebohongan yang di sembunyikan oleh Arjuna, sementara Arjuna yang di tatap lekat oleh Melisa seperti itu membuat Arjuna langsung menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Arjuna apa kamu tadi melamun sehingga tak mendengar suara mommy ?" tanya Melisa penuh selidik ke arah Arjuna dengan tatapan menuntut jawaban, sedangkan Arjuna menelan salivanya berkali kali.


Sungguh Arjuna sangat takut mendengar pertanyaan Melisa, Arjuna ingin jujur takut Melisa marah, tapi kalau Arjuna tak jujur akan dosa, sehingga hatinya Arjuna kini bimbang dan seperti buah semangka yang manis rasanya, bukan buah simalakama.



Arjuna menganggukkan kepalanya mantap sebagai jawaban, namun sedetik kemudian Arjuna menggelengkan kepalanya dengan mantap, Melisa sudah tahu jawabannya, Melisa menduga pasti Arjuna melamun sehingga gerakan refleks dia menganggukkan kepalanya, namun karena Arjuna takut di marahi sehingga dia buru buru menggelengkan kepalanya, itu kesimpulan yang di dapat dari Melisa.


"Arjuna kamu jangan bohong, soalnya kalau bohong itu dosa, sebaiknya kamu jujur tadi kamu melamun kan ?" tanya Melisa dengan tatapan datar ke Arjuna, sementara Arjuna yang mendapat tatapan seperti itu dari Melisa membuat Arjuna berkali kali menelan salivanya.


Kini Arjuna tak bisa berkutik lagi, dan tak bisa berbohong kepada Melisa, sehingga Arjuna kini menganggukkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Melisa, sementara Melisa tertawa bahagia dalam hati, Melissa sangat bahagia karena umpan pancingannya di lahap oleh Arjuna.



Kini Melisa hanya perlu mengorek informasi apa sebenarnya yang di lamunkan Arjuna, sehingga kini Melisa berkata lagi.

__ADS_1


"Arjuna sebenarnya apa yang kamu lamunkan ? kenapa kamu tadi melamun, tidak mungkin kamu melamun memikirkan soal cinta karena kamu masih kecil, ayo jujur sama mommy apa yang kamu lamunkan tadi ?" cerca Melisa sambil menatap lekat ke arah Arjuna, sementara Arjuna langsung membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.


__ADS_2