Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Melamun Tentang Makanan Yang Enak


__ADS_3

Melisa berkali kali melirik ke arah Arjuna yang sedang mengumbar senyum lebar di wajahnya, sungguh Melisa mencoba percaya dengan jawaban yang di keluarkan Arjuna, yaitu tadi Arjuna membayangkan makanan yang enak dan lezat.



Walaupun dalam hatinya Melisa masih ragu untuk percaya dengan perkataan Arjuna, namun Melisa juga yakin Arjuna tidak mungkin membayangkan hal hal aneh.



Melisa sangat yakin kalau Arjuna masih polos, tidak mungkin Arjuna membayangkan hal hal dewasa, Melisa juga menampik dan membuang pemikiran bahwa Arjuna sedang mengalami kasmaran atau jatuh cinta karena Arjuna masih kecil.



Apalagi Arjuna belum punya teman sama sekali itu yang mendukung kepercayaan Melisa bahwa Arjuna hanya membayangkan dan melamun tentang makanan yang enak saja tadi.


"Arjuna apa benar kamu tadi cuma membayangkan makanan enak ? kamu ngga bohongi mommy kan ?" cerca Melisa memicingkan satu mata ke arah Arjuna.


Sementara Arjuna yang fokus dengan dunianya sendiri, alias Arjuna yang sibuk melamun membayangkan Melisa akan percaya dengan kata kata Arjuna membuat Arjuna tak mendengar omongan Melisa.



Melisa kini menunggu jawaban dari Arjuna, namun sekian lama menunggu ada sekitar tiga menit, namun tak ada jawaban satu katapun keluar dari mulutnya Arjuna.


  Melisa heran kenapa Melisa belum mendengar jawaban dari mulutnya Arjuna, dalam hatinya Melisa bertanya tanya sendiri, apakah sebenarnya Arjuna tadi sudah menjawab pertanyaan Melisa namun Melisa tak mendengar jawaban Arjuna atau Arjuna yang memang belum menjawab pertanyaan Melisa tadi.


Melisa menatap ke arah Arjuna yang masih menampilkan senyum lebar di wajahnya, sungguh melihat hal itu rasa kepo dan rasa penasaran Melisa menjadi meningkat, dalam hatinya Melisa apa yang membuat Arjuna tersenyum lebar seperti itu.


__ADS_1


Mungkin Arjuna akan di sangka seperti orang gila, karena tidak ada hal hal yang lucu, dan tidak ada pelawak di sekitar Arjuna, tapi mengapa Arjuna tersenyum lebar seperti itu, memikirkan hal itu membuat Melisa pusing ratusan milyar keliling, kini Melisa memijat pelipisnya untuk meredakan rasa pusing yang menerpanya secara mendadak.



Melisa melirik ke arah Arjuna yang masih setia menebarkan senyum lebar di wajahnya Arjuna, karena tak tahan dengan rasa penasaran dan rasa kepo yang menyelimuti hatinya, membuat Melisa memberanikan diri untuk bertanya kenapa Arjuna sampai tersenyum lebar seperti itu.


"Arjuna apa yang menyebabkan kamu tersenyum lebar seperti itu ?" tanya Melisa menaikkan setengah oktaf suaranya dari sebelumnya.


Melisa berharap Arjuna mendengar omongan Melisa, namun Melisa harus menelan pil pahit sepahit buah semangka, tunggu kenapa jadi seperti buah semangka, bukankah buah semangka itu rasanya manis, mungkin lebih tepatnya Melisa harus menelan pil pahit seperti obat.



Melisa yang telah menunggu selama beberapa menit, namun Arjuna tetap diam seribu bahasa dan diam seperti patung, Arjuna masih bungkam dan tak menjawab omongan Melisa, membuat Melisa memutar otak supaya Arjuna mendengar omongan dirinya.



Melisa dapat menebak kalau Arjuna kini sedang melamun, sehingga kini Melisa sedang berpikir dan mencari cara supaya bisa menyadarkan Arjuna dari lamunan.




Melisa menatap ke arah Arjuna, lalu tanpa komando tangannya Melisa terulur dan memegang bahu Arjuna secara lembut, membuat Arjuna yang sedang sibuk melamun tapi merasakan ada orang yang memegang bahunya, langsung buru buru Arjuna membubarkan dan membuyarkan semua lamunannya.



Kini Arjuna menoleh ke arah tangan yang memegang bahunya, di sana Arjuna melihat Melisa yang sedang memegang bahunya, sehingga kini Arjuna menyengir kuda kepada Melisa.

__ADS_1


"Mommy ada apa ? kenapa mommy pegang bahunya aku ? apa mommy membutuhkan sesuatu dan membutuhkan bantuan dari aku ?" dengan cepat Arjuna melemparkan berbagai macam pertanyaan ke Melisa, sementara Melisa menggelengkan kepalanya mantap sambil menatap ke arah Arjuna.


Arjuna yang melihat gelengan kepala dari Melisa membuat Arjuna heran dan mengerutkan keningnya, sungguh Arjuna bingung kenapa Melisa memegang bahunya, apalagi saat Arjuna bertanya apa Melisa membutuhkan sesuatu atau membutuhkan bantuan Arjuna, Melisa malah menjawab dengan gelengan kepala.



Melisa membuka mulutnya bersiap untuk menjawab perkataan Arjuna, namun belum sempat menjawab tiba tiba suara yang begitu familiar di telinga Melisa langsung mendahului Melisa.



Suara itu berasal dari suara Arjuna sehingga membuat Melisa mengurungkan niatnya untuk menjawab, sehingga kini Melisa langsung menutup mulutnya kembali rapat rapat supaya tidak kemasukan nyamuk.



Arjuna yang memang di hinggapi rasa penasaran, membuat Arjuna langsung bertanya secara live dan secara langsung kepada Melisa.


"Kalau mommy tidak membutuhkan sesuatu dan mommy tidak membutuhkan bantuan aku kenapa mommy memegang bahunya aku ?" tanya Arjuna mengeluarkan apa yang ingin di sampaikan kepada Melisa.


Melisa menaikkan satu alisnya ke atas dan Melisa juga menarik sudut bibirnya ke atas untuk tersenyum, sungguh menurut Melisa pertanyaan dari Arjuna itu konyol.


"Arjuna mommy tidak membutuhkan sesuatu dan tidak membutuhkan bantuan kamu, sebenarnya tujuan mommy memegang bahu kamu itu karena kamu ngga mendengar suara mommy, padahal mommy dari tadi mengajak kamu bicara, sebenarnya mommy jadi penasaran apa yang kamu lamunan kan dari tadi ? mommy yakin kamu dari tadi tak mendengar suara mommy gara gara kamu melamun kan ?" celoteh Melisa sambil tersenyum licik ke arah Arjuna, sedangkan Arjuna langsung membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.


Sungguh Arjuna tak menyangka kalau dugaaan dari Melisa itu benar, namun yang jadi masalahnya adalah Arjuna kini harus menjawab apa kepada Melisa.



Sedetik kemudian senyum tipis mengembang di wajahnya Arjuna, kini Arjuna sudah menemukan alasan yang tepat, tidak masalah kalau Arjuna harus jujur menjawab kepada Melisa kalau memang Arjuna sedang melamun tadi, namun Arjuna akan berbohong mengenai apa yang Arjuna lamunkan tadi.

__ADS_1


"Wah mommy keren banget bisa tahu kalau aku tadi sedang melamun, mommy belajar dari mana koq bisa menebak seperti itu, aku jadi ingin seperti mommy yang bisa menebak sesuatu, memang benar aku tadi melamun dan asal mommy tahu aku tadi itu melamun tentang makanan yang enak, bukan hanya itu saja tapi aku juga ikut membayangkan bagaimana rasanya makanan itu jika aku memakan makanan itu" jelas Arjuna panjang kali lebar kali luas kali tinggi, sedangkan kedua matanya Melisa terbelalak lebar dengan mulut yang menganga, bahkan tangannya Melisa di gunakan untuk menutup mulutnya supaya tidak kemasukan lalat.


Sungguh Melisa terkejut dan syok mendengar jawaban dari Arjuna, Melisa tak menyangka kalau Arjuna akan menjawab seperti itu, Melisa pikir kalau Arjuna akan menjawab apa yang di lamunkan Arjuna tadi selain makanan namun tetap saja Arjuna menjawab kalau Arjuna tadi melamunkan makanan.


__ADS_2