Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Bisa Mendengar Suara Merdunya Aku


__ADS_3

Arjuna masih setia menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, entah apa yang di pikirkan oleh Arjuna di otak dan kepalanya karena sejak tadi Melisa melihat Arjuna tak henti hentinya mengumbar senyum lebar di wajahnya.



Melisa manatap ke arah Arjuna sambll menaikkan satu alisnya ke atas heran dengan Arjuna yang betah tersenyum lebar dan mengeluarkan senyum lebar di wajahnya, dan Melisa juga bingung kenapa Arjuna sampai sekarang ngga menjawab pertanyaan yang di keluarkan oleh mulutnya Melisa yang sudah dua kali terucap dari bibirnya Melisa namun tak di dengar oleh Melisa.



Kini di kepalanya dan di otaknya Melisa di penuhi banyak sampah, koq jadi sampah bukan maksudnya di kepalanya dan di otaknya Melisa di penuhi tanda tanya dan di penuhi rasa penasaran tingkat dewa apa yang menyebabkan Arjuna menerbitkan senyuman lebar di wajah tampannya di umur dia yang masih muda.


"Arjuna kamu kenapa ?" tanya Melisa sambil menatap lekat ke wajah Arjuna sedangkan Arjuna masih tak bergeming karena dia hanya diam membisu dan masih setia mengumbar senyum lebar di wajah tampannya entah apa yang membuat Arjuna tersenyum lebar hanya Arjuna yang tahu karena semut dan tikus yang lewat juga tidak mendengar alasan Arjuna mengeluarkan senyum lebar yang tak henti hentinya.


Setelah Melisa menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Melisa menunggu selama beberapa puluh menit namun Melisa belum mendengar suara jawaban dari Arjuna, membuat Melisa mengerutkan keningnya heran, dalam hatinya Melisa berpikir kenapa Arjuna tak menjawab pertanyaannya apa karena Arjuna sudah terserang penyakit budeg dan tuli.

__ADS_1



Sungguh memikirkan hal itu membuat Melisa ketakutan kalau seandainya Arjuna terserang penyakit budeg dan tuli, kini Melisa kalang kabut memikirkan nasib Arjuna yang tak mendengar suaranya lebih tepatnya Melisa sedang mencari akal supaya Arjuna mendengar suaranya Melisa.


"Arjuna kenapa ngga dengar suara aku, biasanya dia pasti dengar suara aku ini untuk pertama kalinya Arjuna ngga dengar suara aku, pokoknya aku harus cari akal supaya Arjuna mendengar suara aku yang merdu dan mahal ini, pokoknya aku harus cari akal supaya Arjuna mendengar suara aku, gimana dong ini aku harus memaksa otaknya aku untuk bekerja lebih keras lagi supaya menemukan ide yang cemerlang dan briliant cara menyadarkan Arjuna, tunggu sebentar masa Arjuna melamun, dia melamun memikirkan apa memangnya, semua kebutuhan Arjuna sudah tercukupi ngapain dia sampai melamun, atau jangan jangan Arjuna ngga dengar suara aku karena Arjuna itu terserang penyakit budeg dan tuli, kalau tapi penyakit tuli dan budeg umumnya kan menyerang pada usia tua sedangkan Arjuna masih anak kecil masa dia terserang penyakit budeg dan tuli" batin Melisa sambil melirik ke arah Arjuna lewat ekor matanya, sedangkan Arjuna masih betah mengeluarkan senyum lebar di wajahnya.


Arjuna masih mengembangkan senyum lebar di wajahnya yang sudah tampak tampan di usianya yang masih kecil, Arjuna sangat senang sehingga dirinya mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya, Arjuna senang karena Melisa mendengar dirinya berbicara, hanya karena itu membuat senyum Arjuna tak pernah luntur dan tak pernah padam dari wajahnya.


"Aku senang karena mommy aku sudah bisa mendengar suara merdunya aku, soalnya tadi gara gara sariawan mommy aku ngga mendengar suara merdunya aku, pokonya aku harus memberi tahu mommy aku supaya mommy aku meminum obat sariawan yang aku bawakan mumpung mommy aku mendengar suara aku lebih baik aku suruh mommy aku buat meminum obat sariawan yang aku bawakan , lebih baik aku bicarakan ke mommy aku sekarang juga supaya mommy aku bisa secepatnya meminum minuman obat sariawan yang aku bawa" batin Arjuna sambil menatap ke arah Melisa yang sedang sibuk melamun.


"Aku ada ide supaya bisa menyadarkan Arjuna, lebih baik aku gunakan cara ini saja, aku jamin juga pasti Arjuna bakal dengar suara merdunya aku, dan aku jamin seandainya Arjuna terkena penyakit yang berbahaya berupa budeg dan tuli dadakan, oke lebih baik aku gunakan cara yang terletak di otaknya aku dan di kepalanya aku" batin Melisa sambil menambahkan senyum lebar di wajah cantiknya.


Melisa menatap ke arah Arjuna sekilas lalu Melisa beringsut berjongkok di sebelah Arjuna, Melisa inisiatif jongkok supaya tingginya Melisa sama dengan Arjuna yang masih kecil, setelah itu Melisa mendekatkan mulutnya ke telinganya Arjuna lalu Melisa mulai mengatakan sesuatu di telinganya Arjuna dengan nada yang lembut selembut sutra tanpa harus berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang.

__ADS_1


"Arjuna kenapa kamu tersenyum lebar apa ada yang lucu ?" tanya Melisa di telinganya Arjuna sedangkan Arjuna yang mendengar suara di telinga Arjuna, dan suara itu sangat familiar di telinganya Arjuna, karena yang bersuara tadi adalah Melisa.


Kini Arjuna menoleh ke arah sumber suara yang terpancar dan suara yang di keluarkan oleh Melisa yaitu orang yang telah melahirkan Arjuna ke dunia ini, Melisa heran dengan Arjuna apa yang membuat Arjuna tersenyum lebar seperti itu, karena Melisa tidak melihat ada orang yang sedang melawak, Melisa juga tidak melihat adanya badut yang bisa membuat tertawa.


"Mommy kenapa mamggio aku? apa mommy sakit sariawan sehingga mau meminta obat ke aku ?" cerca Arjuna bertubi tubi sambil menatap ke arah Melisa dengan tatapan sangat lekat sedangkan Melisa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga mendengar apa yang di tuduhkan oleh Arjuna.


Sungguh Melisa kesal dengan perkataan Arjuna, dan Melisa ingin sekali mendorong tubuhnya Arjuna masuk ke lautan paling dasar, namun Melisa tidak akan mampu melakukannya dan tidak akan tega melakukannya karena Arjuna adalah anaknya sendiri sehingga membuat Melisa tidak akan tega melakukannya kepada Arjuna.



Melisa yang mendapatkan serangan seperti itu langsung sibuk dengan dunianya sendiri alias melamun sehingga dirinya tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh Arjuna tadi.


__ADS_1


Setelah Arjuna menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Arjuna menunggu selama beberapa puluh menit namun Arjuna tetap tidak mendengar jawaban dari Melisa membuat Arjuna berpikir bahwa penyakit sariawan Melisa kambuh lagi sehingga membuat Melisa tidak mendengar suaranya Arjuna.


"Mommy koq belum jawab pertanyaan aku ? apa penyakit sariawan mommy kambuh lagi ?" cerca Arjuna dengan panik dan cemas sedangkan Melisa tetap tidak mendengar Arjuna.


__ADS_2