
Arjuna menerbitkan senyum lebar di wajahnya karena Melisa berniat memakan makanan yang dia bawakan, sedangkan beda hal dengan Melisa karena Melisa gelisah dan cemas bagaimana tidak Melisa tidak sariawan tapi di suruh minum obat sariawan oleh Arjuna karena mengira Melisa terserang penyakit sariawan.
Arjuna yang telah melangkahkan kedua kakinya selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Arjuna melangkah selama beberapa puluh menit sambil membawa tas di tangannya, kini telah sampai di depan pintu kamar Melisa.
Melisa juga telah sampai di belakang Arjuna persis sambil membawa nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat sariawan untuk Melisa, tanpa membuka pintu Arjuna melangkahkan kakinya keluar dari kamar Melisa, sementara Melisa juga ikutan melangkah keluar dari kamarnya.
"Arjuna apa mommy boleh minta tolong ?" tanya Melisa sambil berdiri di samping pintu kamarnya, sedangkan Arjuna yang sedang melangkah langsung menghentikan langkah kakinya secara mendadak, bukan hanya itu saja tapi Arjuna juga membalikkan badannya untuk menghadap ke arah Melisa.
"Mommy mau minta tolong apa ke aku ? bukannya aku sudah menolong mommy kan aku sudah membawakan tas mommy ini" tunjuk Arjuna sambil mengangkat tangannya yang membawa tas ke atas, sedangkan Melisa hanya tersenyum samar lalu berkata.
"Arjuna mommy bukan mau meminta tolong buat membawa tas mommy" jelas Melisa secara singkat, padat, dan jelas, sementara Arjuna menaikkan satu alisnya ke atas bingung dan heran dengan jawaban dari Melisa.
Karena kepalanya Arjuna di penuhi tanda tanya dan penasaran tingkat dewa, membuat Arjuna berani mengatakan sesuatu alias berani bertanya kepada Melisa tentang perkataan Melisa yang meminta tolong ke Arjuna.
"Memangnya mommy mau meminta tolong apa ke aku ?" tanya Arjuna sambil menatap ke arah Melisa dengan tatapan serius, sedangkan Melisa langsung menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.
Sungguh Melisa bahagia karena Arjuna anak yang mau membantu dirinya walaupun usianya masih kecil, Melisa menatap ke arah pintu kamarnya, sedangkan Arjuna mengikuti gerakan kedua matanya Melisa yang mengarah ke arah pintu kamarnya Melisa.
__ADS_1
Kini Melisa membuka mulutnya bersiap menjawab pertanyaan Arjuna tadi, tapi Melisa belum sempat menjawab Arjuna sudah mendengar suara yang sangat di kenal oleh Melisa, siapa lagi kalau bukan suara Arjuna.
Karena Melisa telah mendengar suara Arjuna, membuat Melisa langsung menutup mulutnya kembali, bagi Melisa dirinya tak perlu menjawab pertanyaan dari Arjuna, karena Arjuna sudah menjawab pertanyaan dari Arjuna sendiri.
"Apa mommy mau meminta aku buat menutup pintu kamarnya mommy ?" tanya Arjuna mencoba menanyakan apa yang ada di otaknya, dengan cepat Melisa menganggukkan kepalanya mantap sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.
Arjuna yang mendapatkan jawaban dari Melisa, langsung membuat Arjuna melangkahkan kedua kakinya menuju pintu kamarnya Melisa dengan tangan yang masih membawa tas Melisa, sementara Melisa tak henti hentinya dan tak bosan bosannya mengeluarkan senyum lebar di wajahnya.
Melisa bangga kepada Arjuna karena Arjuna tanpa di perintah untuk yang kedua kali, tunggu lebih tepatnya Melisa bahkan belum menjawab pertanyaan dari Arjuna, karena tadi Melisa hanya menganggukkan kepalanya mantap namun Arjuna cepat tanggap dan paham dengan keinginan yang ada di dalam hatinya Melisa.
Setelah Arjuna melangkah selama beberapa puluh langkah, kini Arjuna telah berada tepat di depan pintu kamarnya Melisa, lalu Arjuna menutup pintu kamar Melisa, setelah pintu tertutup dengan rapat, kini Arjuna melangkahkan kedua kakinya untuk mendekat ke arah Melisa.
Melisa kini tengah sibuk dan asyik menatap ke arah Arjuna yang sedang mendekat ke arahnya, Melisa masih betah dan setia mengumbar senyum lebar di wajahnya, tatapan Melisa tak pernah lepas dari Arjuna, sungguh Melisa sangat beruntung mempunyai anak yang cerdas seperti Arjuna.
__ADS_1
"Mommy aku sudah menutup pintu kamarnya mommy, lebih baik ayo kita berdua ke ruang makan sekarang, supaya mommy bisa memakan makanan yang aku bawakan dan mommy bisa meminum obat sariawan yang aku bawakan, supaya mommy ngga sariawan lagi" jelas Arjuna panjang kali lebar sambil menatap ke arah Melisa, sedangkan Melisa yang mendengar suara Arjuna langsung menganggukkan kepalanya samar sambil berpura pura tersenyum lalu Melisa berkata.
"Ayo Arjuna kita berdua ke ruang makan sekarang, lagian mommy juga mau berangkat kerja supaya ngga terlambat" sahut Melisa setelah dirinya menatap ke arah jam tangan yang bertengger di tangannya, sementara Arjuna manggut manggut tanda paham dengan perkataan Melisa.
Kini Melisa berjalan ke arah ruang makan sambil membawa nampan di tangannya, sedangkan Arjuna mengekori langkah kakinya Melisa di belakangnya, sambil tangan Arjuna membawa tas yang akan di bawa Melisa ke tempat kerjanya.
Arjuna menerbitkan senyum lebar di wajahnya karena Arjuna bahagia Melisa akan meminum obat sariawan yang dia bawakan, sementara Melisa sedang memutar otaknya untuk berpikir supaya Melisa tidak meminum obat sariawan yang di berikan oleh Arjuna.
Sebenarnya alasan Melisa tidak mau meminum obat sariawan dari Arjuna, karena Melisa tidak mengalami sariawan, Melisa hanya diam saja saat Arjuna mengajak dirinya berbicara bukan karena Melisa sedang mengalami sariawan, namun karena Melisa sedang sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri lebih gaulnya adalah Melisa sedang sibuk melamun.
"Pokoknya aku harus cari akal supaya aku ngga meminum obat sariawan yang di bawakan oleh Arjuna, karena keadaan fisik aku sehat wal afiat ngga sakit sariawan, dan aku ngga mengalami sakit apapun, kira kira gimana caranya supaya aku ngga meminum obat sariawan yang di bawakan Arjuna, aku harus mencari akal supaya menemukan ide briliant" batin Melisa memutar otaknya untuk berpikir sambil tetap melangkah ke arah ruang makan sambil membawa nampan.
"Aku senang banget karena mommy mau meminum obat sariawan yang aku bawa, pasti aku tadi bilang ke mommy kalau seandainya teman teman mommy ada yang mengajak bicara sama mommy masa mommy diam saja sehingga mommy mau meminum obat sariawan yang aku bawakan" batin Arjuna sambil tetap memancarkan senyum lebar di wajahnya, entah mengapa Arjuna tak bosan bosannya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.
Melisa dan Arjuna kompak masih berjalan ke arah ruang makan dengan kedua pikiran yang berbeda beda, dalam hati Arjuna bahagia karena Melisa mau meminum obat sariawan yang dia bawakan.
Beda hal dengan Melisa yang sedang di landa gelisah dan kini sedang memutar otak supaya tidak meminum obat sariawan yang di bawakan Arjuna, karena Melisa tidak terserang penyakit sariawan sama sekali.
__ADS_1